Pakai Paspor Sunda Empire, 2 Wanita Ini 13 Tahun Ditahan Imigrasi Malaysia

Kompas.com - 24/06/2020, 19:07 WIB
Petinggi Sunda Empire Ki Ageng Rangga Sasana saat memberikan tanggapan terkait laporan Mantan Menteri Pemuda dan Olahraga Roy Suryo ke Polisi. KOMPAS.COM/YUSTINUS WIJAYA KUSUMAPetinggi Sunda Empire Ki Ageng Rangga Sasana saat memberikan tanggapan terkait laporan Mantan Menteri Pemuda dan Olahraga Roy Suryo ke Polisi.

BANDUNG, KOMPAS.com - Sebanyak 2 orang yang disebut sebagai putri petinggi Sunda Empire dikabarkan ditahan di Keimigrasian Malaysia selama 13 tahun.

Keduanya ditahan karena paspor yang mereka gunakan tidak sesuai, yakni paspor fiktif Sunda Empire.

Kuasa Hukum ketiga petinggi Sunda Empire, Erwin membenarkan informasi tersebut.

Baca juga: Cerita Sedih Istri Prajurit TNI yang Gugur di Kongo, Video Call Sebelum Penyerangan

Erwin mengatakan bahwa berdasarkan keterangan kliennya yakni Sekjen Sunda Empire, Ki Ageng Ranggasasana, kedua perempuan tersebut memang anak Perdana Menteri Nasri Banks, dan Kaisar Raden Ratnaningrum.

"Dari pihak Ranggasasana yang istilahnya sudah sempat buka komunikasi, memang dua anak tersebut anak dari Nasri Banks dan Ibu Rd Ratnaningrum," kata Erwin saat dihubungi Kompas.com, Rabu (24/6/2020).

Baca juga: Mengenang Serma Rama Wahyudi, Ahli Kendaraan Tempur yang Jago Bahasa Asing

Erwin mengaku sempat melakukan investigasi terkait hal tersebut. Dia bahkan sempat berkomunikasi dengan kedutaan Indonesia di Kuala Lumpur.

Menurut Erwin, pihak kedutaan menerangkan bahwa kedua putri petinggi Sunda Empire ini, yakni Fathia Reza dan Lamia Roro ditahan di keimigrasian Malaysia karena tak punya kewarganegaraan.

"Mereka ini tahanan, tapi statusnya stateless atau tak punya kewarganegaraan. Ketika ditanya apakah warga negara Indonesia, dia bukan WNI. Apakah punya negara khusus, katanya warga Sunda Empire," kata Erwin.

Memenangkan pengadilan

Erwin dan timnya sempat berkomunikasi dengan pengacara kedua putri petinggi Sunda Empire tersebut.

Menurut Erwin, kedua putri petinggi Sunda Empire tersebut memenangkan pengadilan.

"Investigasi tim, kami coba komunikasi dengan pengacara yang menangani kasusnya, namanya Shankar Ram. Dari sana Beliau mengaku bahwa terkait dengan proses hukum terjadi di pengadilan, Pak Shankar ini menang, artinya tuduhan palsu itu tak dibenarkan, apa yang dituduhkan penggugat tidak terbukti," ujar Erwin.

Baca juga: Rhoma Irama dan Soneta Tidak Diizinkan Konser di Kabupaten Bogor

Halaman:


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Pupuk Organik, Solusi Petani Hemat Biaya Produksi di Masa Pandemi

Pupuk Organik, Solusi Petani Hemat Biaya Produksi di Masa Pandemi

Regional
Seorang Pemilik Hotel di Tasikmalaya Ditemukan Tewas di Toilet

Seorang Pemilik Hotel di Tasikmalaya Ditemukan Tewas di Toilet

Regional
Sopir Ekspedisi Bawa Kabur 1 Kontainer Sepatu Siap Ekspor, Dijual Sendiri Seharga Rp 150 Juta

Sopir Ekspedisi Bawa Kabur 1 Kontainer Sepatu Siap Ekspor, Dijual Sendiri Seharga Rp 150 Juta

Regional
Pilkada Manggarai Barat, Pasangan Maria-Silvester Gunakan Media Sosial untuk Kampanye

Pilkada Manggarai Barat, Pasangan Maria-Silvester Gunakan Media Sosial untuk Kampanye

Regional
Melanggar Protokol Kesehatan, Kampanye Calon Gubernur Jambi Dibubarkan

Melanggar Protokol Kesehatan, Kampanye Calon Gubernur Jambi Dibubarkan

Regional
McDonald's Kuta Beach Tutup Setelah 20 Tahun Beroperasi, Bagaimana Nasib Karyawan?

McDonald's Kuta Beach Tutup Setelah 20 Tahun Beroperasi, Bagaimana Nasib Karyawan?

Regional
Dua Buruh Bangunan Diduga Dianiaya Polisi Saat Pembubaran Aksi Mahasiswa di Kendari

Dua Buruh Bangunan Diduga Dianiaya Polisi Saat Pembubaran Aksi Mahasiswa di Kendari

Regional
McDonald's Kuta Beach Tutup, Pengelola: Terima Kasih 20 Tahun Mengukir Cerita bersama Kami

McDonald's Kuta Beach Tutup, Pengelola: Terima Kasih 20 Tahun Mengukir Cerita bersama Kami

Regional
Hasil Bumi Melimpah di Tengah Pandemi, Warga Bukit Menoreh Gelar Syukuran

Hasil Bumi Melimpah di Tengah Pandemi, Warga Bukit Menoreh Gelar Syukuran

Regional
Calon Bupati Petahana di Pilkada Bangka Tengah Dilarikan ke RS

Calon Bupati Petahana di Pilkada Bangka Tengah Dilarikan ke RS

Regional
Diduga Korupsi Dana Bos Rp 153 Juta, Mantan Kepala SD di NTT Ditahan

Diduga Korupsi Dana Bos Rp 153 Juta, Mantan Kepala SD di NTT Ditahan

Regional
Tukang Becak Positif Covid-19 di Tegal Keluyuran Bawa Penumpang, Desakan Ekonomi hingga Dibantu Warga

Tukang Becak Positif Covid-19 di Tegal Keluyuran Bawa Penumpang, Desakan Ekonomi hingga Dibantu Warga

Regional
Kasus Covid-19 Bertambah, RSUD Rasidin Padang Tambah Tempat Tidur

Kasus Covid-19 Bertambah, RSUD Rasidin Padang Tambah Tempat Tidur

Regional
Begini Strategi Kampanye Medsos 3 Calon di Pilkada Karawang

Begini Strategi Kampanye Medsos 3 Calon di Pilkada Karawang

Regional
Bertahan di Tengah Pandemi, Pekerja EO Beralih Jadi Perajin Kulit

Bertahan di Tengah Pandemi, Pekerja EO Beralih Jadi Perajin Kulit

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X