Kompas.com - 24/06/2020, 13:35 WIB
Rumah yang dikontrak tiga terduga teroris dipasangi garis polisi di Kelurahan Air Tiris, Kecamatan Kampar, Kabupaten Kampar, Riau, Senin (22/6/2020). KOMPAS.COM/IDONRumah yang dikontrak tiga terduga teroris dipasangi garis polisi di Kelurahan Air Tiris, Kecamatan Kampar, Kabupaten Kampar, Riau, Senin (22/6/2020).

PEKANBARU, KOMPAS.com - Tiga orang terduga teroris ditangkap di permukiman padat penduduk di Kelurahan Air Tiris, Kecamatan Kampar, Kabupaten Kampar, Riau.

Terkait hal ini, Pelaksana tugas (Plt) Lurah Air Tiris Ahmad Azhari Hamidi mengakui kecolongan dengan adanya terduga teroris yang bermukim di wilayahnya.

"Kami akui kecolongan. Karena taunya setelah mereka (terduga teroris) ditangkap. Tapi ke depannya kami tidak mau kecolongan dua kali. Kami akan data semua warga yang tinggal di rumah kos atau kontrakan. Kalau tidak ada KTP dan KK yang asli, mohon maaf tidak bisa lagi tinggal di Air Tiris," ucap Azhari saat diwawancarai Kompas.com, Selasa (23/6/2020).

Baca juga: Detik-detik Penangkapan Terduga Teroris, 2 Kali Tembakan Kejutkan Warga

Dia juga mengatakan akan memperketat setiap orang yang masuk ke Air Tiris. Setiap pendatang wajib melapor 1x24 jam.

Karena Azhari mengaku tidak mau kecolongan lagi setelah adanya terduga teroris di wilayah itu.

"Jadi kami super ketat mengenai adanya pendatang ini. Kami sepakat besok seluruh RT dan RW mengumpulkan nama-nama penghuni rumah kos. Kemudian kami rekap dan dikirim ke Polsek, Camat dan Koramil," sebut Azhari.

Pihaknya juga akan menyurati para pemilik rumah kontrakan agar melaporkan siapa-siapa saja penghuni rumah tersebut.

Baca juga: 3 Terduga Teroris Mengontrak Rumah di Kampar dan Bawa KK Orang Lain

Hal ini dilakukan sebagai antisipasi supaya tidak ada lagi terduga teroris yang tinggal di permukiman warga.

"Kami sangat wanti-wanti sekali. Pos ronda pun akan diaktifkan lagi," jelas Azhari.

Sementara itu, Azhari mengatakan bahwa tiga terduga teroris mulai tinggal di RT 003 dan RW 004 seminggu menjelang ramadhan kemarin.

Saat itu, Ketua RT 003 Asril sempat menanyakan identitas mereka. Namun, terduga teroris hanya menunjukkan kartu keluarga dan itu pun bukan milik mereka.

"Waktu itu ketua RT hanya menerima KK, tapi bukan nama mereka. Ada kelalaian ketua RT kenapa tidak ditanya KTP mereka yang asli. Ini adalah kelalaian aparat saya yang paling bawah," akui Azhari.

Selama dua bulan tinggal di rumah kontrakan itu, ketiga terduga teroris tidak berbaur dengan warga sekitar.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Terapkan Prokes dan PPKM di Kesawan City Walk, Pemkot Medan Lakukan Ini

Terapkan Prokes dan PPKM di Kesawan City Walk, Pemkot Medan Lakukan Ini

Regional
Ganjar Nilai Sistem Resi Gudang Grobogan Jadi Teladan Nasional, Mengapa?

Ganjar Nilai Sistem Resi Gudang Grobogan Jadi Teladan Nasional, Mengapa?

Regional
Anggap Warga Sudah Teredukasi Covid-19, Pemkab Wonogiri Longgarkan Kegiatan Ekonomi

Anggap Warga Sudah Teredukasi Covid-19, Pemkab Wonogiri Longgarkan Kegiatan Ekonomi

Regional
Diminta Khofifah Desain Masjid di Surabaya, Kang Emil: Alhamdulillah, Jadi Ladang Ibadah

Diminta Khofifah Desain Masjid di Surabaya, Kang Emil: Alhamdulillah, Jadi Ladang Ibadah

Regional
Pulihkan Ekonomi Jabar, Wagub Uu Dorong UMKM Manfaatkan Program Pemerintah

Pulihkan Ekonomi Jabar, Wagub Uu Dorong UMKM Manfaatkan Program Pemerintah

Regional
Mukhtar, Mantan Bomber Kantor Unicef Aceh Kini Jadi Petani Pepaya dan Porang

Mukhtar, Mantan Bomber Kantor Unicef Aceh Kini Jadi Petani Pepaya dan Porang

Regional
Lewat Produk UKM, Ganjar dan Dubes Ceko Diskusikan Sejumlah Potensi Kerja Sama

Lewat Produk UKM, Ganjar dan Dubes Ceko Diskusikan Sejumlah Potensi Kerja Sama

Regional
Serahkan Sertifikasi SNI ke Masker Ateja, Emil Akui Sedang Buat Kain Antivirus

Serahkan Sertifikasi SNI ke Masker Ateja, Emil Akui Sedang Buat Kain Antivirus

Regional
Bongkar Bangunan Bermasalah di Medan, Wali Kota Bobby: Mari Tingkatkan PAD

Bongkar Bangunan Bermasalah di Medan, Wali Kota Bobby: Mari Tingkatkan PAD

Regional
Positif Covid-19, Atalia Praratya Banjir Doa dan Dukungan

Positif Covid-19, Atalia Praratya Banjir Doa dan Dukungan

Regional
Ajak Pelajar Berbagi Selama Ramadhan, Disdik Jabar Gelar Rantang Siswa

Ajak Pelajar Berbagi Selama Ramadhan, Disdik Jabar Gelar Rantang Siswa

Regional
Mudahkan Rancang Perda, Gubernur Ridwan Kamil dan Kemendagri Luncurkan Aplikasi e-Perda

Mudahkan Rancang Perda, Gubernur Ridwan Kamil dan Kemendagri Luncurkan Aplikasi e-Perda

Regional
Kembali Gelar Bubos, Jabar Targetkan 127.000 Warga Dapat Takjil Buka Puasa

Kembali Gelar Bubos, Jabar Targetkan 127.000 Warga Dapat Takjil Buka Puasa

Regional
Jayakan Kembali Kota Lama Kesawan, Walkot Bobby Gandeng BPK2L Semarang

Jayakan Kembali Kota Lama Kesawan, Walkot Bobby Gandeng BPK2L Semarang

Regional
Ketua PWI Sumut Apresiasi Inisiatif Bobby Nasution Ajak Wartawan Berdialog

Ketua PWI Sumut Apresiasi Inisiatif Bobby Nasution Ajak Wartawan Berdialog

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X