PPDB Jateng, Calon Siswa yang Satu RW dengan Sekolah Bakal Diterima

Kompas.com - 24/06/2020, 07:09 WIB
Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo KOMPAS.com/pemprov jatengGubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo

SEMARANG, KOMPAS.com - Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo mengatakan, calon siswa di 17 kecamatan tak bisa mendaftar Penerimaan Peserta Didik Baru ( PPDB) jenjang SMA melalui jalur zonasi.

Hal tersebut lantaran belasan kecamatan itu diketahui tidak memiliki SMA/SMK Negeri.

Untuk itu, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah akan memberikan insentif score sebesar 2,25 bagi calon siswa untuk bisa mendaftar melalui jalur prestasi.

"Tapi saya tidak tahu apakah insentif ini cukup bisa membantu anak-anak kita di area yang tidak ada SMA/SMK-nya di satu kecamatan," jelas Ganjar di Semarang, Selasa (23/6/2020).

Baca juga: PPDB Jateng, Pembuat Surat Keterangan Domisili Palsu Diancam Pidana

Selain itu, Ganjar mengusulkan adanya solusi khusus yakni membuka sekolah jarak jauh di daerah-daerah itu atau membangunkan sekolah baru.

"Yang paling ideal adalah membangun SMA/SMK Negeri di tempat itu sehingga bisa mengakomodasi siswa. Tapi dengan mempertimbangkan sekolah swasta yang ada," katanya.

Selain itu, lanjut dia, ada juga kasus rumah calon siswa di belakang sekolah, namun tergeser karena jarak kantor kelurahan dengan sekolah lebih jauh.

"Makanya nanti akan diatur yang berada di satu RW dengan SMA/SMK itu dijamin masuk. Karena jaraknya kan dekat," ungkapnya.

Baca juga: PPDB Jateng, Anak Tenaga Kesehatan yang Tangani Corona Bisa Daftar Jalur Khusus

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Jateng Jumeri mengatakan, untuk memfasilitasi calon siswa dari daerah yang tidak memiliki sekolah, pihaknya telah memberikan poin khusus bagi mereka sebesar 2,25.

Poin itu setara dengan nilai sertifikat tingkat kabupaten yang dapat digunakan untuk bertarung melalui jalur prestasi.

"Jadi, anak-anak dari daerah yang tidak memiliki fasilitas sekolah bisa mendaftar melalui jalur prestasi di sekolah terdekat dengan tambahan poin 2,25. Jadi, calon siswa bisa masuk menggunakan poin nilai raport, poin kejuaraan dan tambahan poin 2,25 itu," terangnya.

Sedangkan terkait jarak zonasi, kata dia, saat ini diukur dari RW setempat.

"Jadi kalau ada calon siswa yang tempat tinggalnya satu RW dengan sekolah, maka langsung diterima," ucapnya.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Rumah Sakit Penuh, Pasien Covid-19 di Purbalingga Diisolasi di Gedung Bekas Sekolah

Rumah Sakit Penuh, Pasien Covid-19 di Purbalingga Diisolasi di Gedung Bekas Sekolah

Regional
UPDATE Covid-19 di Jabar, Jateng, Banten, Sumsel, Babel, dan Lampung 30 November 2020

UPDATE Covid-19 di Jabar, Jateng, Banten, Sumsel, Babel, dan Lampung 30 November 2020

Regional
11 Pedagang Positif Covid-19, Pasar Gede Sisi Timur Ditutup 7 Hari

11 Pedagang Positif Covid-19, Pasar Gede Sisi Timur Ditutup 7 Hari

Regional
Jokowi Soroti Lonjakan Kasus Covid-19 di Jateng, Dinkes Sebut Ada Kekeliruan Dobel Data

Jokowi Soroti Lonjakan Kasus Covid-19 di Jateng, Dinkes Sebut Ada Kekeliruan Dobel Data

Regional
6 Orang Jadi Tersangka Makar karena Membentang Bendera Bintang Kejora Saat Demo di Sorong

6 Orang Jadi Tersangka Makar karena Membentang Bendera Bintang Kejora Saat Demo di Sorong

Regional
Aktivitas Gunung Semeru Meningkat, Bandara Abdulrachman Saleh Tetap Beroperasi Normal

Aktivitas Gunung Semeru Meningkat, Bandara Abdulrachman Saleh Tetap Beroperasi Normal

Regional
Seorang Pengelola Wisata Tewas Usai Dikeroyok Sekelompok Pemuda, Begini Kronologinya

Seorang Pengelola Wisata Tewas Usai Dikeroyok Sekelompok Pemuda, Begini Kronologinya

Regional
Dalam 4 Hari, Parigi Moutong 25 Kali Diguncang Gempa

Dalam 4 Hari, Parigi Moutong 25 Kali Diguncang Gempa

Regional
Perayaan Malam Tahun Baru di Mataram Ditiadakan, Masyarakat Diminta Tetap di Rumah

Perayaan Malam Tahun Baru di Mataram Ditiadakan, Masyarakat Diminta Tetap di Rumah

Regional
Dua Anggota KPPS di Sleman Terkonfirmasi Positif Covid-19

Dua Anggota KPPS di Sleman Terkonfirmasi Positif Covid-19

Regional
Kasus Covid-19 Tembus 1.207, Pemkab Purbalingga Tak Terapkan Jam Malam

Kasus Covid-19 Tembus 1.207, Pemkab Purbalingga Tak Terapkan Jam Malam

Regional
Alasan Ali Fauzi Berani Jamin Bebas Bersyarat Napi Terorisme Kasim Khow

Alasan Ali Fauzi Berani Jamin Bebas Bersyarat Napi Terorisme Kasim Khow

Regional
Satu Tersangka Perusak dan Pembakar Ambulans Partai Nasdem Ajukan Praperadilan

Satu Tersangka Perusak dan Pembakar Ambulans Partai Nasdem Ajukan Praperadilan

Regional
Hujan dan Angin Kencang di Lamongan, Pohon Tumbang dan Tanggul Sungai Longsor

Hujan dan Angin Kencang di Lamongan, Pohon Tumbang dan Tanggul Sungai Longsor

Regional
Kisah Sumitri, Usai Tengok Khitanan Cucu, Tewas akibat Kecelakaan di Tol Cipali

Kisah Sumitri, Usai Tengok Khitanan Cucu, Tewas akibat Kecelakaan di Tol Cipali

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X