Kasus Corona Terus Meningkat, Kapolrestabes Makassar Sarankan PSBB Kembali Diterapkan

Kompas.com - 23/06/2020, 12:57 WIB
Kapolrestabes Makassar Kombes Pol Yudhiawan Wibisono saat diwawancara terkait kasus pembunuhan oleh sesama buruh di Mapolrestabes Makassar, Jumat (6/12/2019). KOMPAS.COM/HIMAWANKapolrestabes Makassar Kombes Pol Yudhiawan Wibisono saat diwawancara terkait kasus pembunuhan oleh sesama buruh di Mapolrestabes Makassar, Jumat (6/12/2019).

MAKASSAR, KOMPAS.com - Kapolrestabes Makassar Kombes Pol Yudhiawan Wibisono mengusulkan pemerintah Kota Makassar, Sulawesi Selatan, untuk kembali menerapkan pembatasan sosial berskala besar ( PSBB).

Usulan itu disampaikan Yudhiawan karena kasus positif Covid-19 di Makassar terus meningkat.

"Kita hanya mengusulkan kepada Bapak Wali Kota mengingat pertumbuhan Covid-19 ini semakin hari semakin tinggi dan tidak pernah menurun," kata Yudhiawan kepada Kompas.com melalui telepon, Selasa (23/6/2020).

Baca juga: Kasus Covid-19 RI Tertinggi di ASEAN, Pemerintah Diminta Pertimbangkan Relaksasi PSBB

Yudhiawan mengaku saran yang diberikan ini masih perlu dirapatkan, mengingat ada faktor ekonomi dan sosial yang harus dipertimbangkan bila ingin menerapkan PSBB.

Namun, menurut dia, cara ini merupakan solusi untuk memutus mata rantai penyebaran virus corona.

Apalagi, beberapa rumah sakit sudah kewalahan dalam menangani pasien Covid-19 yang terus melonjak.

Ditambah lagi, masyarakat yang susah diajak untuk disiplin untuk menerapkan pola hidup sesuai protokol kesehatan seperti menjaga jarak dan memakai masker.

Baca juga: Temui Jokowi Menko PMK Beberkan Risiko Pelonggaran PSBB

"Hotel-hotel tempat wisata Covid-19 juga ada beberapa sudah tidak menerima lagi (pasien Covid-19) kan sudah full. Ini yang berbahaya," imbuh Yudhiawan.

Sejauh ini, kata Yudhiawan, polisi terus membantu Pemerintah Kota Makassar untuk memutus mata rantai penularan virus corona.

Sampai saat ini, petugas dari Polrestabes Makassar terus mengelilingi permukiman penduduk untuk mengimbau masyarakat menerapkan pola hidup sehat.

"Mulai hari ini saya perintahkan Kasar Shabara untuk mengimbau masyarakat untuk menerapkan protokol kesehatan. Disiplin! Itu yang penting," kata Yudhiawan.

Baca juga: Disebut Klaster Baru Penyebaran Covid-19 di Makassar, Ini Kata Unhas

Sebelumnya pada 22 April 2020 lalu, Pemerintah Kota Makassar telah menerapkan PSBB tahap pertama selama 14 hari untuk memutus mata rantai penyebaran virus corona.

Tak kunjung reda, pemerintah kembali menerapkan PSBB tahap kedua pada 8 Mei hingga 22 Mei. Namun, kebijakan ini tidak kunjung mengurangi kasus positif Covid-19 di Makassar.

Dari data gugus tugas, kini sudah ada 2.293 kasus positif Covid-19 di ibu kota Sulawesi Selatan.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kapal Nelayan Ditabrak Tanker, 14 ABK Buat Rakit untuk Selamatkan Diri, Hanya 2 Orang yang Selamat

Kapal Nelayan Ditabrak Tanker, 14 ABK Buat Rakit untuk Selamatkan Diri, Hanya 2 Orang yang Selamat

Regional
Dedi Mulyadi Tantang Gubernur Anies Anggarkan Rp 1 Triliun Reboisasi Kawasan Bogor dan Sekitarnya

Dedi Mulyadi Tantang Gubernur Anies Anggarkan Rp 1 Triliun Reboisasi Kawasan Bogor dan Sekitarnya

Regional
PPKM di Solo, 150 Pelaku Usaha Dapat SP2 dan 2 Warung Makan Ditutup Sementara

PPKM di Solo, 150 Pelaku Usaha Dapat SP2 dan 2 Warung Makan Ditutup Sementara

Regional
[POPULER NUSANTARA] Jadi Kuasa Hukum dan Gugat Ayahnya Rp 3 Miliar, Masitoh Meninggal | Puting Beliung di Waduk Gajah Mungkur

[POPULER NUSANTARA] Jadi Kuasa Hukum dan Gugat Ayahnya Rp 3 Miliar, Masitoh Meninggal | Puting Beliung di Waduk Gajah Mungkur

Regional
PAN NTB Akan Pecat Kadernya yang Jadi Pelaku Pelecehan Anak Kandung

PAN NTB Akan Pecat Kadernya yang Jadi Pelaku Pelecehan Anak Kandung

Regional
Cerita Arina Pangku Kotak Biru Berisi Vaksin Covid-19, Naik Kapal Penumpang Selama 4 Jam Menuju Pulau Aceh

Cerita Arina Pangku Kotak Biru Berisi Vaksin Covid-19, Naik Kapal Penumpang Selama 4 Jam Menuju Pulau Aceh

Regional
Kisah Pilu Pengantin Baru yang Jadi Korban Longsor Malang, Menikah Sebulan Lalu, Tewas dan Ditemukan Pemulung

Kisah Pilu Pengantin Baru yang Jadi Korban Longsor Malang, Menikah Sebulan Lalu, Tewas dan Ditemukan Pemulung

Regional
Bagian Tubuh Diduga Korban Sriwijaya SJ 182 yang Ditemukan Anak-anak Saat Bermain di Pantai Kis Hanya Menyisakan Rambut

Bagian Tubuh Diduga Korban Sriwijaya SJ 182 yang Ditemukan Anak-anak Saat Bermain di Pantai Kis Hanya Menyisakan Rambut

Regional
Fenomena Angin Puting Beliung Berpusar di Waduk Gajah Mungkur Wonogiri, Terjadi 15 Menit, Ini Penjelasan Ahli

Fenomena Angin Puting Beliung Berpusar di Waduk Gajah Mungkur Wonogiri, Terjadi 15 Menit, Ini Penjelasan Ahli

Regional
Saat Istri Terkena Covid-19, Eks Anggota DPRD NTB Ini Lecehkan Anak Kandung

Saat Istri Terkena Covid-19, Eks Anggota DPRD NTB Ini Lecehkan Anak Kandung

Regional
5 Fakta Sosok TS, Penyebar Hoaks Mayor Sugeng Meninggal Usai Divaksin, Ternyata Napi yang Tak Percaya Vaksinasi

5 Fakta Sosok TS, Penyebar Hoaks Mayor Sugeng Meninggal Usai Divaksin, Ternyata Napi yang Tak Percaya Vaksinasi

Regional
Darurat RS Pasien Covid-19, Bangsal ODGJ Jadi Ruang Isolasi, Gerbong Kereta Terpaksa Dipinjam

Darurat RS Pasien Covid-19, Bangsal ODGJ Jadi Ruang Isolasi, Gerbong Kereta Terpaksa Dipinjam

Regional
Gubernur Babel Kaget Perawat di Instalasi Karantina Covid-19 Didominasi Perempuan

Gubernur Babel Kaget Perawat di Instalasi Karantina Covid-19 Didominasi Perempuan

Regional
Anak Kandung Minta Uang Les Rp 1 Juta, Mantan Anggota DPRD NTB Ini Malah Melecehkannya

Anak Kandung Minta Uang Les Rp 1 Juta, Mantan Anggota DPRD NTB Ini Malah Melecehkannya

Regional
Pernyataan Terakhir Kristen Gray Sebelum Tinggalkan Indonesia: Maaf kalau Memang Bersalah

Pernyataan Terakhir Kristen Gray Sebelum Tinggalkan Indonesia: Maaf kalau Memang Bersalah

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X