Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Disebut Klaster Baru Penyebaran Covid-19 di Makassar, Ini Kata Unhas

Kompas.com - 19/06/2020, 17:40 WIB
Himawan,
Dony Aprian

Tim Redaksi

MAKASSAR, KOMPAS.com - Universitas Hasanuddin (Unhas) disebut sebagai salah satu klaster penularan virus corona (Covid-19) di Makassar, Sulawesi Selatan.

Hal tersebut dikarenakan belasan pegawai diketahui reaktif rapid test.

Rapid test massal sendiri dilakukan usai empat pegawai Unhas (1 Fakultas Mipa dan 3 dari Fakultas Kedokteran) positif terjangkit virus corona.

Kepala Humas Unhas Ishaq Rahman menuturkan empat pegawai Unhas yang sebelumnya positif Covid-19 dan belasan pegawai yang reaktif sama sekali tidak memiliki kaitan.

Dijelaskan Ishaq, rapid test massal digelar untuk menciptakan sterilisasi di lingkungan kampus Unhas.

"Kalau yang 17 itu baru hari ini kita ambil swabnya. Sementara ini mereka menjalani isolasi mandiri di rumah dan tidak boleh keluar," kata Ishaq kepada Kompas.com melalui telepon, Jumat (19/6/2020).

Baca juga: 20 Dokter di Makassar Terpapar Corona, Gugus Tugas Akan Gelar Rapid Test Massal

Dari hasil tracing yang dilakukan oleh Tim Satgas Covid-19 Unhas, empat pegawai yang dinyatakan positif corona tidak terinfeksi dari lingkungan Unhas.

"Kalau dari hasil pelacakan terutama yang positif empat orang kemarin mereka dapatkan itu dari tempat luar. Kebetulan memang diperiksanya di Unhas karena mereka memang pegawai Unhas," ujar Ishaq.

Keyakinan Ishaq tersebut berdasarkan hasil tes swab massal yang diselenggarakan di dua fakultas tersebut. Hasilnya, semua pegawai negatif Covid-19.

"Itu kemudian menunjukkan pegawai tidak menularkan ke orang lain. Dan itu menunjukkan mereka ini tidak tertular dari teman-temannya di Unhas karena semua pegawai di Mipa dan Kedokteran hasilnya negatif," kata Ishaq.

Baca juga: Cerita Pilu Ibu Hamil Keguguran Saat Tak Ada Biaya Tes Swab di Makassar, Ditolak Rumah Sakit hingga Alami Kontraksi

Untuk itu, kata Ishaq, terlalu berlebihan bila Unhas dinyatakan sebagai klaster baru penularan virus corona di Kota Makassar.

Dia mengatakan bahwa istilah klaster bisa dipakai bila kriteria-kriteria tertentu telah terpenuhi.

"Kalau yang disebut klaster itu kan contoh misalnya klaster Gowa. Orang berkumpul di Gowa kemudian pada saat dia pulang masing-masing ketahuan positif dan saat dilacak ternyata dia dapatnya di Gowa," ucap Ishaq.

Ishaq menambahkan, khusus empat pegawai yang positif Covid-19 sudah menjalani dua kali tes swab lanjutan menunjukkan hasil negatif.

"Ada satu pegawai diisolasi di rs karena rumahnya tidak memungkinkan untuk isolasi. Kurang lebih 10 hari mereka sudah isolasi dan sudah dua kali swab lanjutan hasilnya negatif," pungkasnya.

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Video rekomendasi
Video lainnya


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com