Pengadang Ambulans Jenazah Pasien Covid-19 Mengaku Salah, Minta Proses Hukum Dihentikan

Kompas.com - 22/06/2020, 20:48 WIB
Ilustrasi: perawatan pasien positif terinfeksi virus corona ShutterstockIlustrasi: perawatan pasien positif terinfeksi virus corona

PAMEKASAN, KOMPAS.com - Para pelaku pengadangan ambulans yang membawa jenazah pasien Covid-19 asal Desa Waru Barat, Kecamatan Waru, Kabupaten Pamekasan, meminta proses hukum yang sedang berjalan dihentikan.

Seperti diketahui, pengadangan tersebut dilakukan oleh keluarga pasien.

Suli Faris, perwakilan keluarga pasien mengatakan, pihaknya menyadari telah melakukan tindakan yang menyalahi aturan.

"Kami mewakili pihak keluarga meminta maaf, terutama kepada pihak rumah sakit, petugas pengantar jenazah. Kepada polisi kami mohon proses hukumnya dihentikan," ujar Suli yang juga merupakan mantan Wakil Ketua DPRD Pamekasan melalui pesan WhatsApp, Senin (22/6/2020).

Baca juga: Polisi Periksa Sejumlah Saksi Pengadangan Ambulans Jenazah Covid-19 di Pamekasan

Suli menjelaskan, yang dilakukan keluarganya merupakan bentuk rasa panik dan resah karena tidak bisa memakamkan anggota keluarga mereka secara wajar.

"Pihak keluarga janazah ada rasa panik, resah, risau bahkan merasa aib bila dalam proses pemakaman tidak dilakukan oleh pihak keluarga. Prosesi pemakaman itu merupakan perpisahan terakhir secara fisik antara almarhum dengan pihak keluarga," ujar Suli.

 

Suli menyampaikan, fakta di masyarakat saat ini adalah corona merupakan penyakit biasa yang tidak berbahaya dan tidak perlu disikapi secara berlebihan.

Baca juga: Ratusan Warga Ancam Bakar Ambulans dan Ambil Paksa Jenazah Covid-19, Ini Alasannya

Ada pula asumsi bahwa corona adalah khayalan yang tidak pernah ada wujudnya.

"Ragam persepsi masyarakat ini perlu disikapi bijaksana oleh pemerintah. Tentunya pemerintah harus semakin serius melakukan sosialisasi kepada masyarakat dengan menggandeng tokoh masyarakat dan tokoh agama," ungkap Suli.

Terkait permohonan itu, Kapolres Pamekasan, AKBP Joko Lestari mengatakan, saat ini proses hukum tetap berjalan.

Halaman:


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kebakaran Lahan di Ogan Ilir Kian Meluas, Drone Dikerahkan Awasi Pelaku Pembakaran

Kebakaran Lahan di Ogan Ilir Kian Meluas, Drone Dikerahkan Awasi Pelaku Pembakaran

Regional
Mendagri Tito: Petahana yang Tak Serius Tangani Covid-19 Tidak Usah Dipilih

Mendagri Tito: Petahana yang Tak Serius Tangani Covid-19 Tidak Usah Dipilih

Regional
Perjalanan Terduga Pelaku Fetish Kain Jarik, Ditangkap Tanpa Perlawanan di Kampung Halaman

Perjalanan Terduga Pelaku Fetish Kain Jarik, Ditangkap Tanpa Perlawanan di Kampung Halaman

Regional
Terduga Pelaku Fetish Kain Jarik Ngaku sejak Kecil Tertarik Lihat Orang Dibungkus Selimut

Terduga Pelaku Fetish Kain Jarik Ngaku sejak Kecil Tertarik Lihat Orang Dibungkus Selimut

Regional
Cerita Indriana Kebal Diejek karena Tinggal di Kandang Ayam, Ingin Sekolah dan Belikan Ibu Rumah

Cerita Indriana Kebal Diejek karena Tinggal di Kandang Ayam, Ingin Sekolah dan Belikan Ibu Rumah

Regional
2 Oknum Polisi Pengedar Narkoba Ditembak karena Melawan Saat Ditangkap

2 Oknum Polisi Pengedar Narkoba Ditembak karena Melawan Saat Ditangkap

Regional
[POPULER NUSANTARA] Cerita Haru Siswi SMK Tinggal di Bekas Kandang Ayam | Kesaksian Ibu Kehilangan Bayi di Rumah Sakit

[POPULER NUSANTARA] Cerita Haru Siswi SMK Tinggal di Bekas Kandang Ayam | Kesaksian Ibu Kehilangan Bayi di Rumah Sakit

Regional
Cerita Nurul, Ibu Hamil yang Didorong Begal hingga Jatuh dari Motor

Cerita Nurul, Ibu Hamil yang Didorong Begal hingga Jatuh dari Motor

Regional
Saat Buronan Narkoba Dilindungi, Petugas BNNK Dipukuli dan Mobil Digulingkan Secara Anarki

Saat Buronan Narkoba Dilindungi, Petugas BNNK Dipukuli dan Mobil Digulingkan Secara Anarki

Regional
Ini Penyebab Sopir Ambulans Mengantar Jenazah Covid-19 dari Jatim ke Jakarta...

Ini Penyebab Sopir Ambulans Mengantar Jenazah Covid-19 dari Jatim ke Jakarta...

Regional
Guru Ngaji Diduga Cabuli Muridnya, Polisi: Masih Didalami karena Tidak Ada Saksi

Guru Ngaji Diduga Cabuli Muridnya, Polisi: Masih Didalami karena Tidak Ada Saksi

Regional
Menyoal Status Zona Hijau Kota Tegal, Pengamat: Sibuk Pencitraan, Masyarakat Jadi Korban

Menyoal Status Zona Hijau Kota Tegal, Pengamat: Sibuk Pencitraan, Masyarakat Jadi Korban

Regional
Menghalangi Penangkapan Buronan Narkoba, 11 Orang Jadi Tersangka

Menghalangi Penangkapan Buronan Narkoba, 11 Orang Jadi Tersangka

Regional
Diam-diam, SMP di Brebes Tetap Berlangsungkan Belajar Tatap Muka

Diam-diam, SMP di Brebes Tetap Berlangsungkan Belajar Tatap Muka

Regional
Guru Mengaji di Makassar Diduga Cabuli Muridnya Usia 9 Tahun Saat Mengajar

Guru Mengaji di Makassar Diduga Cabuli Muridnya Usia 9 Tahun Saat Mengajar

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X