PPDB Jateng, Anak Tenaga Kesehatan yang Tangani Corona Bisa Daftar Jalur Khusus

Kompas.com - 18/06/2020, 17:59 WIB
Orangtua calon siswa saat berkonsultasi di meja pengaduan di SMA N 5 Semarang, Kamis (18/6/2020). KOMPAS.com/RISKA FARASONALIAOrangtua calon siswa saat berkonsultasi di meja pengaduan di SMA N 5 Semarang, Kamis (18/6/2020).

"Makanya dari pemprov memberikan prioritas buat anak-anak nakes agar dapat melanjutkan ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi," ujarnya.

Baca juga: Situs PPDB Jateng Lemot, Orangtua Calon Siswa Resah

Siswanto menjelaskan, total daya tampung penerimaan siswa baru di sekolahnya sebanyak 374 orang dari berbagai jalur.

Pihaknya juga menyediakan kuota jalur afirmasi untuk warga miskin dan anak panti asuhan sebesar 10 persen.

Sementara, untuk penerimaan jalur zonasi kuotanya 150 siswa. 

Selain itu, pihaknya memberikan kuota 30 persen bagi siswa berprestasi sebanyak 113 siswa.

"Jadi kita berikan peluang buat anak berprestasi yang berminat masuk ke sekolah negeri. Kuotanya 30 persen atau berjumlah 113 orang," katanya.

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Sementara itu, Ketua PPDB SMA N 5 Semarang Suharman mengatakan pihaknya membuka tiga layanan berupa pos pengaduan, pos informasi dan pos bantuan pendaftaran online bagi warga miskin untuk menampung segala keluhan dari orangtua calon siswa.

Pos layanan ini bertujuan untuk memberikan informasi dan pengaduan seputar kendala yang dihadapi orangtua atau calon siswa saat PPDB.

"Orangtua atau siswa bisa datang ke sekolah untuk mendapat informasi atau keluhan soal PPDB. Tentunya sesuai protokol kesehatan ketat," ungkapnya.

Menurutnya, sebagian besar kendala yang didapati adalah kurangnya pemahaman dari masyarakat soal juknis.

Padahal, sebelumnya sudah diberikan brosur lengkap tentang prosedur lengkap.

Selain itu, banyak juga yang mengalami kesulitan pendaftaran karena syarat KK tidak memenuhi.

"Kebanyakan pemahaman masyarakat masih agak kurang mereka rata-rata tidak membaca brosur atau juknis karena langsung buru-buru mendaftar. Selain itu, di panduan sudah diberitahu kalau KK harus 1 tahun kalau belum ada 1 tahun tidak bisa melanjutkan pendaftarannya," jelasnya.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Peringati HUT Ke-103 Kota Madiun, Wali Kota Maidi Fokus Stop Covid-19 dan Genjot Ekonomi

Peringati HUT Ke-103 Kota Madiun, Wali Kota Maidi Fokus Stop Covid-19 dan Genjot Ekonomi

Regional
Hendi Terus Bergerak Cepat Sediakan Tempat Tidur untuk Pasien Covid-19 di Semarang

Hendi Terus Bergerak Cepat Sediakan Tempat Tidur untuk Pasien Covid-19 di Semarang

Regional
Hadiri Deklarasi Pilkades Damai, Bupati Luwu Utara Minta Cakades Tegakkan Protokol Kesehatan

Hadiri Deklarasi Pilkades Damai, Bupati Luwu Utara Minta Cakades Tegakkan Protokol Kesehatan

Regional
Bupati IDP Resmikan Program Pamsimas, Kini Warga Desa Dodolo Nikmati Air Bersih

Bupati IDP Resmikan Program Pamsimas, Kini Warga Desa Dodolo Nikmati Air Bersih

Regional
Gandeng KPK, Hendi Tegaskan Komitmen Cegah dan Berantas Korupsi

Gandeng KPK, Hendi Tegaskan Komitmen Cegah dan Berantas Korupsi

Regional
25 Persen Warga Sudah Divaksin, Menkes Tambah Jatah Vaksin Kota Madiun

25 Persen Warga Sudah Divaksin, Menkes Tambah Jatah Vaksin Kota Madiun

Regional
Kasus Covid-19 di Semarang Semakin Tinggi, Walkot Hendi Tutup 8 Ruas Jalan

Kasus Covid-19 di Semarang Semakin Tinggi, Walkot Hendi Tutup 8 Ruas Jalan

Regional
Belajar dari Pemkot Medan, Wali Kota Pariaman Akan Aplikasikan Strategi Pengelolaan Wisata Sejarah

Belajar dari Pemkot Medan, Wali Kota Pariaman Akan Aplikasikan Strategi Pengelolaan Wisata Sejarah

Regional
Banyak Warga Gelar Hajatan, Bupati IDP Minta Camat Berlakukan Syarat Khusus

Banyak Warga Gelar Hajatan, Bupati IDP Minta Camat Berlakukan Syarat Khusus

Regional
Lewat “Gebyar PON”, Panitia Buktikan Kesiapan Papua sebagai Tuan Rumah PON XX 2021

Lewat “Gebyar PON”, Panitia Buktikan Kesiapan Papua sebagai Tuan Rumah PON XX 2021

Regional
Walkot Hendi Prioritaskan Vaksin untuk Guru PAUD

Walkot Hendi Prioritaskan Vaksin untuk Guru PAUD

Regional
Kabupaten Wonogiri Dapat Penghargaan Tercepat Pendataan SDGs Desa, Gus Menteri: Ini Pertama Kali di Indonesia

Kabupaten Wonogiri Dapat Penghargaan Tercepat Pendataan SDGs Desa, Gus Menteri: Ini Pertama Kali di Indonesia

Regional
Mendes PDTT Dorong Program SDGs Desa, Bupati Wonogiri Berikan Apresiasi

Mendes PDTT Dorong Program SDGs Desa, Bupati Wonogiri Berikan Apresiasi

Regional
Kabupaten Wonogiri Tercepat dalam Pendataan SDGs Desa, Gus Menteri Penasaran

Kabupaten Wonogiri Tercepat dalam Pendataan SDGs Desa, Gus Menteri Penasaran

Regional
Ditinggali Lebih dari Setengah Abad, Rumah Ini Dapat Bantuan Renovasi dari Pemprov Jateng

Ditinggali Lebih dari Setengah Abad, Rumah Ini Dapat Bantuan Renovasi dari Pemprov Jateng

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X