Kisah Pembuat Mobil Listrik AHC 01, Sempat Diremehkan Orang dan Dicuekin Pemkab

Kompas.com - 18/06/2020, 10:51 WIB
Suasana tempat pembuatan mobil listrik di teras rumah Yohanes di Kelurahan Kober, Kecamatan Purwokerto Barat, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah. KOMPAS.COM/FADLAN MUKHTAR ZAINSuasana tempat pembuatan mobil listrik di teras rumah Yohanes di Kelurahan Kober, Kecamatan Purwokerto Barat, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah.

PURWOKERTO, KOMPAS.com - Pengembangan mobil listrik AHC 01 yang dilakukan sejumlah pemuda di Kelurahan Kober, Kecamatan Purwokerto Barat, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, sempat diremehkan.

Tidak sedikit orang sekitar menganggap pembuatan mobil listrik yang dilakukan di sebuah halaman rumah dalam Gang Cempaka itu hanya mimpi belaka.

Inisiator pembuatan mobil listrik AHC 01, Johanes, mengaku pada awal pembuatan sempat mendapat banyak pertanyaan dengan nada setengah mengejek.

"Seperti 'rancangan apa ini? Apa bisa?'. Pas awal-awal bikin sempat juga ada yang bilang 'mau bikin helikopter? memangnya bisa'," tutur Om Jo, sapaan Johanes ketika ditemui di rumahnya, Rabu (17/6/2020).

Baca juga: AHC 01, Mobil Listrik Buatan Pemuda di Banyumas yang Bisa Melaju hingga 80 Km Per Jam

Namun, pertanyaan-pertanyaan tersebut tidak pernah dihiraukan.

Om Jo bersama tiga orang lainnya akhirnya dapat mewujudkan mobil listrik tersebut dalam kurun waktu kurang dari setahun.

Ide awal pembuatan mobil listrik tersebut sebenarnya telah tercetus sejak 2018, tapi baru dapat dimulai pada Agustus 2019.

"Sempat mengajukan proposal penelitian mobil listrik ke Pemkab (Banyumas), tapi waktu itu alasannya belum ada anggaran dan tidak ada tenaga," kata Om Jo.

Baca juga: Lewat YouTube, Tukang Reparasi Elektronik Mampu Ciptakan Mobil Listrik, Ini Ceritanya

Akhirnya Om Jo memutar otak untuk mengumpulkan uang demi merealisasikan idenya.

"Sempat diam satu tahun sambil ngumpulin dana, akhirnya pengembangan baru bisa dimulai Agustus tahun kemarin," tutur Om Jo.

 

Mobil listrik buatan pemuda di Kelurahan Kober, Kecamatan Purwokerto Barat, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah.KOMPAS.COM/FADLAN MUKHTAR ZAIN Mobil listrik buatan pemuda di Kelurahan Kober, Kecamatan Purwokerto Barat, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah.
Namun kondisi tersebut kini berbalik 180 derajat. Om Jo mengaku bangga karyanya diapresiasi Bupati Banyumas, Achmad Husein.

"Kemarin tim dari Bappedalitbang Banyumas juga ke sini bersama kepala dinasnya," ujar Om Jo.

Tak berhenti di situ, karyanya juga mendapat respon positif dari pejabat daerah kabupaten tetangga dan anggota DPR RI.

Baca juga: ITB Kembangkan Tiga Jenis Mobil Listrik

Om Jo berharap, nantinya mobil listrik karya pemuda di Banyumas dapat diproduksi secara massal dan menjadi pilihan kendaraan yang ramah lingkungan.

Salah seorang tim pembuat AHC 01, Yanuardi Dwi Saputro mengaku, harus bekerja keras untuk merealisasikan proyek tersebut.

"Siang malam kerja menyelesaikan ini. Pernah waktu itu lembur sampai pukul 04.00 WIB, pukul 07.00 WIB mulai lagi, tidur hanya dua tiga jam saja. Untung anggota tim ini solid," kata Yanuardi.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Wanita Penghuni Kontrakan yang Tewas di Bandung Ternyata Hamil 7 Bulan

Wanita Penghuni Kontrakan yang Tewas di Bandung Ternyata Hamil 7 Bulan

Regional
Jenazah Balita Ditemukan Mengambang di Sungai, Diduga Bagus yang Hilang Selama Sepekan

Jenazah Balita Ditemukan Mengambang di Sungai, Diduga Bagus yang Hilang Selama Sepekan

Regional
Seorang Wanita Tewas di Bandung, Tetangga Dengar Suara Mencurigakan

Seorang Wanita Tewas di Bandung, Tetangga Dengar Suara Mencurigakan

Regional
Pendaftar Pengawas TPS Pilkada di Jateng Capai 79.239 Orang

Pendaftar Pengawas TPS Pilkada di Jateng Capai 79.239 Orang

Regional
Kelompok 'Banteng Lawas' Minta Pengganti Risma Tetap Jaga Toleransi dan Keberagaman di Surabaya

Kelompok "Banteng Lawas" Minta Pengganti Risma Tetap Jaga Toleransi dan Keberagaman di Surabaya

Regional
Bendahara Desa yang Korupsi BLT Covid-19 Terancam Hukuman Berat

Bendahara Desa yang Korupsi BLT Covid-19 Terancam Hukuman Berat

Regional
Mayat Perempuan Setengah Bugil Ditemukan di Tepi Kolam di Berau, Mulut Dibekap dan Tangan Terikat

Mayat Perempuan Setengah Bugil Ditemukan di Tepi Kolam di Berau, Mulut Dibekap dan Tangan Terikat

Regional
Bawaslu Jateng Catat 16 Pelanggaran Saat Kampanye Pilkada 2020

Bawaslu Jateng Catat 16 Pelanggaran Saat Kampanye Pilkada 2020

Regional
UPDATE Covid-19 di Kalteng, Kaltim, Kaltara, Gorontalo, Sulbar, Sulsel, dan Sultra 22 Oktober 2020

UPDATE Covid-19 di Kalteng, Kaltim, Kaltara, Gorontalo, Sulbar, Sulsel, dan Sultra 22 Oktober 2020

Regional
UPDATE Covid-19 di Jatim, DIY, Bali, NTT, NTB, Kalbar dan Kalsel 22 Oktober 2020

UPDATE Covid-19 di Jatim, DIY, Bali, NTT, NTB, Kalbar dan Kalsel 22 Oktober 2020

Regional
UPDATE Covid-19 di Aceh, Sumut, Sumbar, Riau, Kepri, Jambi, dan Bengkulu 29 April 2020

UPDATE Covid-19 di Aceh, Sumut, Sumbar, Riau, Kepri, Jambi, dan Bengkulu 29 April 2020

Regional
Pecalang Ikut Jaga Demo Tolak UU Cipta Kerja di Bali, Demonstran Bernyanyi dan Baca Puisi

Pecalang Ikut Jaga Demo Tolak UU Cipta Kerja di Bali, Demonstran Bernyanyi dan Baca Puisi

Regional
30 Elemen Mahasiswa Jember Kembali Gelar Aksi Tolak UU Cipta Kerja

30 Elemen Mahasiswa Jember Kembali Gelar Aksi Tolak UU Cipta Kerja

Regional
UPDATE Covid-19 di Sulteng, Sultra, Maluku, Malut, Papua, dan Papua Barat 22 Oktober 2020

UPDATE Covid-19 di Sulteng, Sultra, Maluku, Malut, Papua, dan Papua Barat 22 Oktober 2020

Regional
UPDATE Covid-19 di Jabar, Jateng, Banten, Sumsel, Babel, dan Lampung 22 Oktober 2020

UPDATE Covid-19 di Jabar, Jateng, Banten, Sumsel, Babel, dan Lampung 22 Oktober 2020

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X