Selama 12 Hari Tak Ada Penambahan Kasus Positif Covid-19 di Solo, Rudy: Jangan Tambah

Kompas.com - 17/06/2020, 19:08 WIB
Wali Kota Solo, FX Hadi Rudyatmo di Solo, Jawa Tengah, Rabu (17/6/2020). KOMPAS.com/LABIB ZAMANIWali Kota Solo, FX Hadi Rudyatmo di Solo, Jawa Tengah, Rabu (17/6/2020).

SOLO, KOMPAS.com - Pemerintah Kota (Pemkot) Solo mencatat dalam 12 hari terakhir, yakni 6-17 Juni 2020 tidak ada penambahan kasus pasien terkonfirmasi positif virus corona atau Covid-19. Tercatat, pasien positif Covid-19 ada 37 orang.

Di samping itu, pasien positif Covid-19 yang dinyatakan sembuh pada Rabu (17/6/2020) tercatat bertambah lima orang. Total pasien sembuh ada 29 orang.

"Pasien sembuh ada lima. Sekarang yang masih dirawat ada empat orang," kata Wali Kota Solo, FX Hadi Rudyatmo alias Rudy di Solo, Jawa Tengah, Rabu.

Baca juga: Kronologi Bayi 4,5 Bulan Berstatus PDP Meninggal, Didiagnosa Pneumonia

Rudy mengatakan jika 14 hari ke depan tidak ada penambahan angka kasus Covid-19, maka bisa dikatakan Solo sudah tidak lagi berstatus kejadian luar biasa ( KLB).

Meskipun angka kasus melandai, Rudy meminta masyarakat untuk tetap menerapkan standar protokol kesehatan penanganan Covid-19 seperti memakai masker, menjaga jarak dan mencuci tangan dengan sabun.

"Selama 14 hari jangan tambah. Hari pertama fase kedua jangan sampai ada yang terpapar Covid-19. Ini yang terus kami sampaikan," ujar dia.

Tidak adanya penambahan kasus Covid-19 selama hampir dua pekan tersebut, juga menjadi pertimbangan Pemkot Solo dalam memberikan izin pengelola perhotelan untuk menggelar kembali kegiatan pesta pernikahan maupun pertemuan.

Namun, Rudy berpesan agar tetap menerapkan protokol kesehatan penanganan Covid-19, yaitu dibatasi hanya 50 persen dari kapasitas.

"Mau sekarang boleh, yang penting itu memberitahu," ungkap Rudy.

Baca juga: Bayi 4,5 Bulan Berstatus PDP Meninggal Dunia di RSUD Mempawah Kalbar

Adapun sektor lain yang juga sudah dibuka kembali di tengah pandemi Covid-19 adalah rumah ibadah dan sektor ekonomi yang di antaranya adalah pusat perbelanjaan atau pasar modern.

Pembukaan tersebut berdasarkan peraturan wali kota (Perwali) No 10 Tahun 2020 tentang Petunjuk Penanganan Covid-19 yang ditetapkan Senin (8/6/2020).



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Cerita Guru Honorer David Berdayakan Lansia untuk Buat Pot Sabut Kelapa: Gaji Minus Tak Masalah

Cerita Guru Honorer David Berdayakan Lansia untuk Buat Pot Sabut Kelapa: Gaji Minus Tak Masalah

Regional
Bahar bin Smith Menolak Diperiksa Polisi, Ini Kata Pengacara

Bahar bin Smith Menolak Diperiksa Polisi, Ini Kata Pengacara

Regional
Seorang Pria Tembak Kepala Ayah Teman Anaknya hingga Tewas

Seorang Pria Tembak Kepala Ayah Teman Anaknya hingga Tewas

Regional
5 Fakta Bocah 8 Tahun Kleptomania di Nunukan, Dicekoki Susu Campur Sabu hingga Ibu Pernah Ditahan di Malaysia

5 Fakta Bocah 8 Tahun Kleptomania di Nunukan, Dicekoki Susu Campur Sabu hingga Ibu Pernah Ditahan di Malaysia

Regional
Kabupaten Cianjur Terancam Zona Merah Covid-19

Kabupaten Cianjur Terancam Zona Merah Covid-19

Regional
Gara-gara Pasien Covid-19 Menolak Diisolasi, Satu Kawasan Dikarantina

Gara-gara Pasien Covid-19 Menolak Diisolasi, Satu Kawasan Dikarantina

Regional
Ketua FPI Pekanbaru dan Seorang Anggotanya Jadi Tersangka

Ketua FPI Pekanbaru dan Seorang Anggotanya Jadi Tersangka

Regional
Suami Bupati dan 36 Pegawai Pemkab Brebes Positif Covid-19 Usai Tur ke Bromo, Ganjar: Kurangi Piknik

Suami Bupati dan 36 Pegawai Pemkab Brebes Positif Covid-19 Usai Tur ke Bromo, Ganjar: Kurangi Piknik

Regional
Gentar, Guru Asli Orang Rimba yang Tak Ingin Lagi Warga Pedalaman Ditipu

Gentar, Guru Asli Orang Rimba yang Tak Ingin Lagi Warga Pedalaman Ditipu

Regional
Ayah Angkat Ceritakan Kelamnya Masa Kecil Bocah Diduga Kleptomania

Ayah Angkat Ceritakan Kelamnya Masa Kecil Bocah Diduga Kleptomania

Regional
Aksara Bali di Proyek Rp 22 Miliar Alun-alun Gianyar Keliru

Aksara Bali di Proyek Rp 22 Miliar Alun-alun Gianyar Keliru

Regional
Cerita Dimas, Sukses Kembangkan Budidaya Tanaman Bonsai Kelapa Beromzet Jutaan Rupiah

Cerita Dimas, Sukses Kembangkan Budidaya Tanaman Bonsai Kelapa Beromzet Jutaan Rupiah

Regional
Menyoal Penularan Covid-19 Saat Sekolah Tatap Muka di Gunungkidul, Siswa Terpapar dari Guru Positif Corona

Menyoal Penularan Covid-19 Saat Sekolah Tatap Muka di Gunungkidul, Siswa Terpapar dari Guru Positif Corona

Regional
Ganjar Pertimbangkan Sekolah Tatap Muka Tak Digelar Serentak

Ganjar Pertimbangkan Sekolah Tatap Muka Tak Digelar Serentak

Regional
Fotonya Bersama Ganjar Disalahgunakan untuk Kampanye Calon Bupati Purbalingga, Kader PDI P Lapor Bawaslu

Fotonya Bersama Ganjar Disalahgunakan untuk Kampanye Calon Bupati Purbalingga, Kader PDI P Lapor Bawaslu

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X