Minta Uang Rp 9 Juta Tak Diberi, Pemuda Mabuk Rusak Rumah Orangtuanya

Kompas.com - 16/06/2020, 19:08 WIB
FA, pemuda yang merusak dua rumah milik ibu angkat dan pamannya saat diamankan di Mapolsek Garut Kota, Selasa (16/06/2020) masih dalam kondisi pengaruh obat-obatan. KOMPAS.COM/ARI MAULANA KARANGFA, pemuda yang merusak dua rumah milik ibu angkat dan pamannya saat diamankan di Mapolsek Garut Kota, Selasa (16/06/2020) masih dalam kondisi pengaruh obat-obatan.

GARUT, KOMPAS.com – Gara-gara tak diberi uang sebesar Rp 9 juta untuk memperbaiki mobil, FA (24), mengamuk dan merusak rumah milik ibu angkatnya yang ada di Kampung Sindangheula, Kelurahan Sukamenteri, Kecamatan Garut Kota.

Akibatnya, FA diamankan tim reserse Polsek Garut Kota, Selasa (16/6/2020) sore.

Kapolsek Garut Kota Kompol Uus Susilo mengungkapkan, FA ditangkap setelah pihaknya mendapat laporan dari Babinkamtibmas terkait peristiwa perusakan dua rumah yang pemiliknya masih terhitung saudaranya, dan juga satu kandang ayam.

“Sebelum melakukan perusakan rumah dan isinya, FA sempat mengancam ibunya dan juga saudaranya yang ada di rumah, tapi alhamdulillah tidak ada yang luka, karena mereka langsung menyelamatkan diri,” jelas Uus, Selasa (16/06/2020) sore.

Baca juga: Detik-detik Sopir Angkot Tewas Ditikam Pemuda Mabuk, Pelaku Tersinggung Korban Geber Gas Mobil

Peristiwa perusakan sendiri, menurut Uus, terjadi pada Selasa (16/06/2020) pagi.

FA diamankan sore harinya dalam kondisi mabuk dan kelelahan. Ia langsung dibawa ke Mapolsek Garut Kota.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

“Dari pengakuannya, perusakan dilakukan saat lagi mabuk, saat kita amankan pun masih dalam kondisi mabuk,” katanya.

Uus menuturkan, FA merusak rumah orangtua angkatnya karena tidak diberi uang Rp 9 juta untuk memperbaiki mobil pelaku yang rusak.

Sebelum merusak rumah ibu angkatnya, sehari sebelumnya menurut Uus, FA juga merusak rumah dan satu kandang ayam milik pamannya yang masih tinggal satu kampung.

Perusakan dilakukan karena pamannya menawar ayam yang dijual FA dengan harga terlalu murah.

“Dianggapnya melecehkan, dia tersinggung dan langsung marah, merusak kandang ayam dan rumah milik pamannya,” katanya.

Menurut Uus, dari laporan yang diterimanya dari masyarakat sekitar tempat tinggalnya, FA sering membuat resah warga karena kerap mabuk dan membawa senjata tajam jenis golok.

Baca juga: Keroyok Anggota TNI, 4 Pemuda Mabuk Diamankan Polisi

 

FA pun sebelumnya juga pernah terjerat kasus penganiayaan dan sempat menjalani hukuman penjara.

“Sudah kita amankan berikut barang bukti satu buah golok, tapi belum bisa diperiksa. Karena ngomongnya masih ngaco karena pengaruh obat-obatan,” katanya.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Peringati WCD, Dompet Dhuafa Bersama Tabur BankSa Tanam 1.000 Pohon Bakau

Peringati WCD, Dompet Dhuafa Bersama Tabur BankSa Tanam 1.000 Pohon Bakau

Regional
Jelang PON XX Papua, Kodam Cenderawasih Gencar 'Jemput Bola' Vaksinasi Warga

Jelang PON XX Papua, Kodam Cenderawasih Gencar "Jemput Bola" Vaksinasi Warga

Regional
Tangsel Raih Anugerah Parahita Ekapraya, Walkot Benyamin: Ini Bentuk Komitmen Wujudkan Kesetaraan Gender

Tangsel Raih Anugerah Parahita Ekapraya, Walkot Benyamin: Ini Bentuk Komitmen Wujudkan Kesetaraan Gender

Regional
Lewat '1000 Baju Baru', Dompet Dhuafa Penuhi Kebutuhan Pakaian Muslim Yatim Piatu

Lewat "1000 Baju Baru", Dompet Dhuafa Penuhi Kebutuhan Pakaian Muslim Yatim Piatu

Regional
Dukung Penanggulangan Covid-19, YPMAK Serahkan Bantuan kepada PMI Pusat

Dukung Penanggulangan Covid-19, YPMAK Serahkan Bantuan kepada PMI Pusat

Regional
Bertemu Ganjar, Dubes Denmark: Kami Tertarik Investasi di Jateng

Bertemu Ganjar, Dubes Denmark: Kami Tertarik Investasi di Jateng

Regional
Bersihkan Pesisir Mattiro Sompe, Sulsel, Dompet Dhuafa Kumpulkan 1,2 Ton Sampah

Bersihkan Pesisir Mattiro Sompe, Sulsel, Dompet Dhuafa Kumpulkan 1,2 Ton Sampah

Regional
Kiat Bupati Dharmasraya Turunkan PPKM ke Level 2, dari Vaksinasi Door-to-Door hingga Gerakan 3T

Kiat Bupati Dharmasraya Turunkan PPKM ke Level 2, dari Vaksinasi Door-to-Door hingga Gerakan 3T

Regional
Pemkot Madiun Gelar Vaksinasi untuk 750 Narapidana

Pemkot Madiun Gelar Vaksinasi untuk 750 Narapidana

Regional
Rumah Jagal Anjing di Bantul Digerebek Polisi, 18 Ekor Dievakuasi, Ini Kronologinya

Rumah Jagal Anjing di Bantul Digerebek Polisi, 18 Ekor Dievakuasi, Ini Kronologinya

Regional
Orasi di STIM Budi Bakti, Ketua Dompet Dhuafa Minta Mahasiswa Punya 4 Karakter Profetik

Orasi di STIM Budi Bakti, Ketua Dompet Dhuafa Minta Mahasiswa Punya 4 Karakter Profetik

Regional
Dijadikan Syarat PTM, Vaksinasi Pelajar di Kota Madiun Sudah Capai 90 Persen

Dijadikan Syarat PTM, Vaksinasi Pelajar di Kota Madiun Sudah Capai 90 Persen

Regional
Kisah Kuli Bangunan di Lampung Utara yang Wakafkan Upahnya untuk Bangun Masjid

Kisah Kuli Bangunan di Lampung Utara yang Wakafkan Upahnya untuk Bangun Masjid

Regional
Vaksinasi di Madiun Capai 77 Persen, Wali Kota Maidi: Akhir September Bisa 80 Persen

Vaksinasi di Madiun Capai 77 Persen, Wali Kota Maidi: Akhir September Bisa 80 Persen

Regional
Soal APBD Rp 1,6 Triliun di Bank, Bobby: Segera Dimaksimalkan untuk Gerakkan Ekonomi Medan

Soal APBD Rp 1,6 Triliun di Bank, Bobby: Segera Dimaksimalkan untuk Gerakkan Ekonomi Medan

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.