1 Pasien Positif Corona dari Klaster Kampung Baru di Balikpapan Meninggal

Kompas.com - 12/06/2020, 18:08 WIB
Ilustrasi virus corona untuk anak-anak, diambil dari buku #COVIBOOK karya Manuela Molina. Manuela MolinaIlustrasi virus corona untuk anak-anak, diambil dari buku #COVIBOOK karya Manuela Molina.

SAMARINDA, KOMPAS.com – Satu pasien positif virus corona ( Covid-19) dari Klaster Kampung Baru di Balikpapan, Kalimantan Timur, meninggal dunia, Jumat (12/6/2020).

Pasien tersebut kode BPN 81, laki-laki usia 63 tahun, dirawat di RSUD Kanujoso Djatowibowo.

“Dia dimakamkan secara protokol Covid-19,” ungkap Kepala Dinas Kesehatan Balikpapan Andi Sri Juliarty kepada wartawan.

Baca juga: Kumpul Saat Idul Fitri, 9 Anggota Keluarga di Balikpapan Positif Corona

Pasien tersebut, kata Andi, terkonfirmasi positif Covid-19 pada 9 Mei 2020.

Dia tertular dari anggota keluarga dengan kode pasien BPN 62 saat kumpul bersama saat Idul Fitri 1441 Hijriah.

“Pasien ini mengalami keluhan batuk, sesak, demam, dan pilek. Karena lanjut usia sehingga gejalanya sangat cepat memberat dan meninggal sekitar pukul 05.45 Wita,” ungkap dia.

Baca juga: Transmisi Lokal, Klaster Baru di Balikpapan Bernama Kampung Baru

Diberitakan sebelumnya, Kota Balikpapan, Kalimantan Timur, mendapat tambahan klaster baru bernama Kampung Baru.

Klaster ini berasal dari satu keluarga yang melakukan kumpul bersama saat Idul Fitri 1441 Hijriah.

Dari klaster tersebut, pada Kamis (11/6/2020), ada tambahan dua lagi kasus sehingga totalnya menjadi sembilan kasus positif.

“Mereka ada 18 orang satu keluarga, 9 di antaranya positif dan 9 lainnya negatif. Penularan terjadi saat kumpul keluarga waktu Hari Raya Idul Fitri,” ungkap Wali Kota Balikpapan, Rizal Effendi, saat memberi pers perkembangan Covid-19 Balikpapan, Kamis (11/6/2020).

Pada pertemuan keluarga tersebut, kata Rizal, ada anggota keluarga yang sudah terjangkit sehingga menularkan ke anggota keluarga lain.

Kasus penularan dalam satu keluarga ini dinyatakan sebagai transmisi lokal.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Dirut Bank di Salatiga Bantah Uang Nasabah Rp 1 M Raib: Transaksi Dilakukan di Luar Kantor

Dirut Bank di Salatiga Bantah Uang Nasabah Rp 1 M Raib: Transaksi Dilakukan di Luar Kantor

Regional
3 Pesepeda di Sleman Diduga Disiram Air Keras Saat Gowes

3 Pesepeda di Sleman Diduga Disiram Air Keras Saat Gowes

Regional
Ada 1,9 Juta Pemilih Milenial dan 3.989 Difabel di Pilkada Banten

Ada 1,9 Juta Pemilih Milenial dan 3.989 Difabel di Pilkada Banten

Regional
Polisi Tangkap Siswi SMA yang Diduga Buang Bayinya di Depan Panti Asuhan

Polisi Tangkap Siswi SMA yang Diduga Buang Bayinya di Depan Panti Asuhan

Regional
Cerita 11 Tahun Susuri Setapak di Hutan Belantara Kalimantan demi Mengajar...

Cerita 11 Tahun Susuri Setapak di Hutan Belantara Kalimantan demi Mengajar...

Regional
Proses Hukum Pelaku Perusakan Mesin ATM BRI Dihentikan Polisi, Ini Alasannya

Proses Hukum Pelaku Perusakan Mesin ATM BRI Dihentikan Polisi, Ini Alasannya

Regional
Tak Ada Kasus Covid-19 Baru di Mataram Selama 6 Hari, Gugus Tugas: Semoga Terus Bertahan

Tak Ada Kasus Covid-19 Baru di Mataram Selama 6 Hari, Gugus Tugas: Semoga Terus Bertahan

Regional
Jejak Perjalanan Warga Rohingya yang Terdampar di Aceh, Berlayar dari Bangladesh dengan Tujuan Akhir Malaysia

Jejak Perjalanan Warga Rohingya yang Terdampar di Aceh, Berlayar dari Bangladesh dengan Tujuan Akhir Malaysia

Regional
Viral, Video Wisatawan Lompat dari Tebing Saat Gelombang Tinggi

Viral, Video Wisatawan Lompat dari Tebing Saat Gelombang Tinggi

Regional
Penahanan Warganet yang Ancam Bunuh Dokter dan Polisi Ditangguhkan, Ini Alasannya...

Penahanan Warganet yang Ancam Bunuh Dokter dan Polisi Ditangguhkan, Ini Alasannya...

Regional
Masyarakat Boyolali Hanya Diizinkan Gelar Pernikahan 'Drive-Thru'

Masyarakat Boyolali Hanya Diizinkan Gelar Pernikahan "Drive-Thru"

Regional
Cegah Pernikahan Dini di Mataram, Paslon Selly-Manan Akan Buat Balai Mediasi di Kelurahan

Cegah Pernikahan Dini di Mataram, Paslon Selly-Manan Akan Buat Balai Mediasi di Kelurahan

Regional
Penjelasan Bank di Salatiga yang Dilaporkan karena Uang Nasabah Rp 1 Miliar Raib

Penjelasan Bank di Salatiga yang Dilaporkan karena Uang Nasabah Rp 1 Miliar Raib

Regional
Siswi SMA Diduga Buang Bayi yang Baru Dilahirkannya, Terbongkar dari Ditemukannya Sebuah Buku Catatan

Siswi SMA Diduga Buang Bayi yang Baru Dilahirkannya, Terbongkar dari Ditemukannya Sebuah Buku Catatan

Regional
Berburu Tenun Cual Kuno, Mengunci Sejarah, Merawat Tradisi

Berburu Tenun Cual Kuno, Mengunci Sejarah, Merawat Tradisi

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X