Mulai Terapkan New Normal, Pemkot Magelang Buka Barikade di Jalan Protokol

Kompas.com - 10/06/2020, 18:50 WIB
Wali Kota Magelang Sigit Widyonindito (batik biru) beserta jajarannya membuka barikade jalan protokol Kota Magelang, Rabu (10/6/2020). KOMPAS.COM/IKA FITRIANAWali Kota Magelang Sigit Widyonindito (batik biru) beserta jajarannya membuka barikade jalan protokol Kota Magelang, Rabu (10/6/2020).

MAGELANG, KOMPAS.com - Pemerintah Kota Magelang resmi membuka barikade jalan di persimpangan Kebonpolo dan persimpangan Hotel Trio, Rabu (10/6/2020).

Barikade ini sebelumnya dipasang untuk menutup akses menuju jalan protokol Kota Magelang sejak 30 Maret 2020.

Penutupan itu bertujuan untuk pengendalian kendaraan dari luar kota masuk ke Kota Magelang guna mencegah penyebaran virus corona (Covid-19).

Baca juga: Dikira Editan, Nama Asli Pria Asal Magelang Ini Corona

Secara simbolis, barikade dibuka oleh Wali Kota Magelang, Sigit Widyonindito, di persimpangan Kebonpolo, Kecamatan Magelang Utara.

Sigit mengatakan, pembukaan ini menjadi permulaan Kota Magelang menerapkan kenormalan baru atau new normal. Meski sebelumnya beberapa sektor telah dibuka. 

Sigit melihat perkembangan kasus Covid-19 di wilayahnya sudah membaik.

“Perkembangan kasus Covid-19 di Kota Magelang termasuk rendah di Jawa Tengah. Pergerakan semakin baik. (Pasien) yang dikarantina juga banyak yang sudah pulang dan sembuh. Maka, hari ini kita buka barikadenya, sehingga kendaraan bisa lewat dalam kota,” kata Sigit, usai pembukaan.

Baca juga: Sempat Nihil 2 Pekan, Muncul 1 Kasus Covid-19 di Kota Magelang

Di sisi lain, Sigit berujar, pembukaan ini juga menjadi awal perbaikan ekonomi rakyat yang sempat terpuruk akibat pandemi Covid-19.

 

Banyak warga yang mengeluh tidak memiliki penghasilan, kesulitan bekerja bahkan kehilangan mata pencaharian.

"Kami sudah rapat dengan Forpimda, kami putuskan untuk membuka portal ini. Sehingga, ketegangan di masyarakat dapat sedikit kendor. Ekonomi kembali menggeliat. Kita akan amati perkembangan di lapangan nanti,” katanya.

Setelah barikade menuju jalan protokol, Sigit mengharapkan barikade atau portal di kampung-kampung dapat ikut dibuka.

Baca juga: Seorang Balita di Kota Magelang Terjangkit Virus Corona

Utamanya kampung yang sudah baik tidak perlu ditutup lagi.

Namun Sigit menegaskan, meski Kota Magelang mulai menerapkan new normal, masyarakat wajib mematuhi dan disiplin dengan protokol kesehatan seperti tetap pakai masker, cuci tangan pakai sabun, jaga jarak, dan tidak berkerumun.

Sementara itu, Kapolres Magelang AKBP Nugroho Ari Setiawan menyambut baik pembukaan barikade ini.

Namun, ini sekaligus menjadi tantangan bagi aparat untuk memantau pergerakan masyarakat dari luar kota ke Kota Magelang.

 

Nugroho memetakan titik yang dinilai rawan terjadi kerumunan warga, antara lain alun-alun dan pusat perbelanjaan di Kota Magelang. 

“Yang kita waspadai seperti alun-alun, otomatis akan makin ramai. Maka, kami sudah siapkan langkah mengimbau orang luar daerah agar tidak berlama-lama di dalam kota, seperti transit di alun-alun,” ungkapnya.

Baca juga: Lagi, Jenazah PDP Corona di Makassar Diambil Paksa, Datang 150 Orang Terobos Barikade

Polisi pun akan makin aktif sosialisasi ke masyarakat akan pentingnya mematuhi protokol kesehatan.

Sejauh ini belum ada sanksi bagi warga yang melanggar, melainkan baru sebatas peringatan ataupun sanksi sosial. 

"Kita tunggu perkembangan. Bila memungkinkan, kita bisa terapkan sanksi tilang,” tegasnya.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kasus Meningkat, RSUD Banten Kembali Dijadikan Pusat Rujukan

Kasus Meningkat, RSUD Banten Kembali Dijadikan Pusat Rujukan

Regional
Sekda DIY Sebut Tambang Liar Rugikan Daerah karena Tak Terkontrol

Sekda DIY Sebut Tambang Liar Rugikan Daerah karena Tak Terkontrol

Regional
Penderita Covid-19 di Salatiga Berasal dari Penularan Luar Daerah

Penderita Covid-19 di Salatiga Berasal dari Penularan Luar Daerah

Regional
38 Karyawan RSUP Soeradji Klaten Sembuh, 12 Orang Sudah Kembali Bekerja

38 Karyawan RSUP Soeradji Klaten Sembuh, 12 Orang Sudah Kembali Bekerja

Regional
Mayat Perempuan Tanpa Busana Mengambang di Kali Bugen Semarang

Mayat Perempuan Tanpa Busana Mengambang di Kali Bugen Semarang

Regional
Kota Kupang Berubah Jadi Zona Cokelat Covid-19, ASN Diwajibkan WFH

Kota Kupang Berubah Jadi Zona Cokelat Covid-19, ASN Diwajibkan WFH

Regional
Kecelakaan Beruntun Truk Elpiji, Honda Jazz, dan Motor, Satu Orang Tewas, 3 Luka

Kecelakaan Beruntun Truk Elpiji, Honda Jazz, dan Motor, Satu Orang Tewas, 3 Luka

Regional
Satu Pegawai Positif Covid-19, Kantor Disdukcapil Blora Tutup Sepekan

Satu Pegawai Positif Covid-19, Kantor Disdukcapil Blora Tutup Sepekan

Regional
Hujan Disertai Angin Kencang Landa Bogor, Rumah Rusak dan Kendaraan Terguling

Hujan Disertai Angin Kencang Landa Bogor, Rumah Rusak dan Kendaraan Terguling

Regional
Banten Dipastikan Punya Pemakaman Khusus Covid-19 di Kota Serang

Banten Dipastikan Punya Pemakaman Khusus Covid-19 di Kota Serang

Regional
Pensiunan PNS Edarkan Uang Palsu untuk Bayar Utang Pemilihan Bupati Sebesar Rp 1 M

Pensiunan PNS Edarkan Uang Palsu untuk Bayar Utang Pemilihan Bupati Sebesar Rp 1 M

Regional
Dalam 2 Hari, 109 Warga Kota Sorong Positif Corona

Dalam 2 Hari, 109 Warga Kota Sorong Positif Corona

Regional
Bawaslu Jateng Tindak Tegas Paslon Pilkada Pelanggar Protokol Kesehatan

Bawaslu Jateng Tindak Tegas Paslon Pilkada Pelanggar Protokol Kesehatan

Regional
Bangka Belitung Nihil Kasus Corona dalam 3 Hari Terakhir

Bangka Belitung Nihil Kasus Corona dalam 3 Hari Terakhir

Regional
Jadi Tersangka, Wakil Ketua DPRD Kota Tegal Tak Ditahan, Polisi: Hanya Wajib Lapor

Jadi Tersangka, Wakil Ketua DPRD Kota Tegal Tak Ditahan, Polisi: Hanya Wajib Lapor

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X