Tak Pakai Masker, Pedagang dan Pengunjung Pasar di Kota Tegal Dihukum Push Up dan Mengaji

Kompas.com - 10/06/2020, 14:50 WIB
Petugas gabungan menghentikan warga tak memakai masker yang hendak masuk ke Pasar Sumurpanggang, Kota Tegal, Jawa Tengah, Rabu (10/6/2020) KOMPAS.com/Tresno SetiadiPetugas gabungan menghentikan warga tak memakai masker yang hendak masuk ke Pasar Sumurpanggang, Kota Tegal, Jawa Tengah, Rabu (10/6/2020)

TEGAL, KOMPAS.com - Sejumlah pedagang dan pengunjung pasar tradisional di Kecamatan Margadana, Kota Tegal, Jawa Tengah terpaksa dijatuhi sanksi karena tak menggunakan masker saat new normal, Rabu (10/6/2020).

Hukuman yang diberikan petugas gabungan penegak disiplin dari unsur Satpol PP, TNI dan Polri mulai dari push up, menyanyikan lagu Indonesia Raya, hingga melafalkan Pancasila dan melantunkan ayat Suci Alquran.

Salah satu pengunjung pasar, Ahmad (37) mengaku tak memakai masker karena pasar dekat dengan rumahnya. Ia yang datang mengendarai sepeda motor harus rela distop petugas.

Baca juga: Masyarakat Diimbau Bawa Persediaan Masker Saat Bepergian

Ahmad mengakui telah melakukan kesalahan karena tak mengindahkan kewajiban memakai masker.

"Iya rumah dekat pasar. Tapi salah juga tadi buru-buru. Tadi dihukum push up," kata Ahmad, kepada Kompas.com.

Kasi Trantibum Satpol PP Edi Sudirman mengatakan, kegiatan itu rutin untuk mendisiplinkan masyarakat dalam melaksanakan protokol new normal yang dicanangkan Pemkot Tegal sejak 30 Mei hingga 30 Juni mendatang

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Tim terpadu new normal dalam rangka penegakan protokol kesehatan. Kita lakukan rutin semua pasar kita jadwal. Hari ini Sumurpanggang, nanti kita ulangi lagi," katq Edi.

Baca juga: Banyak Orang Tak Kenakan Masker, Pemkot Yogyakarta Berencana Tutup Malioboro
Edi mengatakan, hasil evaluasinya melakukan penegakan disiplin, rata-rata masih ada 40 persen jumlah warga baik pedagang maupun pengunjung yang tak memakai masker. Petugas pun membagikan masker gratis.

"Jadi kita tidak bosan selain pasar juga menyasar tempat pelayanan publik lainnya. Akan kita datangi. Rata-rata di pasar ada yang sudah disiplin, ada yang belum, ada yang kurang disiplin. Kalau dirata-rata sekitar 40 persen belum disiplin," jelas Edi.

Seperti diketahui, Kota Tegal memutuskan untuk mencanangkan new normal sejak 30 Mei-30 Juni setelah nihil kasus baru Covid-19 usai pelaksanaan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) selesai dua tahap.

Wali Kota Tegal Dedy Yon Supriyono telah menerbitkan Perwal Nomor 13 Tahun 2020 tentang Pencegahan Penularan Covid-19 untuk mengawal jalannya new normal.

Perwal tersebut mengatur setiap orang, pengusaha, pedagang, atau instansi layanan publik dan lainnya untuk di antaranya wajib memakai masker, jaga jarak aman, serta physical dan social distancing.

Dalam Pasal 24, mengatur sanksi administratif mulai dari teguran lisan, hukuman fisik berupa push up, sit up atau sejenisnya, hingga sanksi sosial membersihkan sarana fasilitas umum dengan mengenakan rompi.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Lewat Care Visit, Dompet Dhuafa Pererat Hubungan Mustahik dan Muzakki

Lewat Care Visit, Dompet Dhuafa Pererat Hubungan Mustahik dan Muzakki

Regional
Wujudkan Kesetaraan Gender, Pemkab Dharmasraya Raih Anugerah Parahita Ekapraya

Wujudkan Kesetaraan Gender, Pemkab Dharmasraya Raih Anugerah Parahita Ekapraya

Regional
Peringati WCD, Dompet Dhuafa Bersama Tabur BankSa Tanam 1.000 Pohon Bakau

Peringati WCD, Dompet Dhuafa Bersama Tabur BankSa Tanam 1.000 Pohon Bakau

Regional
Jelang PON XX Papua, Kodam Cenderawasih Gencar 'Jemput Bola' Vaksinasi Warga

Jelang PON XX Papua, Kodam Cenderawasih Gencar "Jemput Bola" Vaksinasi Warga

Regional
Tangsel Raih Anugerah Parahita Ekapraya, Walkot Benyamin: Ini Bentuk Komitmen Wujudkan Kesetaraan Gender

Tangsel Raih Anugerah Parahita Ekapraya, Walkot Benyamin: Ini Bentuk Komitmen Wujudkan Kesetaraan Gender

Regional
Lewat '1000 Baju Baru', Dompet Dhuafa Penuhi Kebutuhan Pakaian Muslim Yatim Piatu

Lewat "1000 Baju Baru", Dompet Dhuafa Penuhi Kebutuhan Pakaian Muslim Yatim Piatu

Regional
Dukung Penanggulangan Covid-19, YPMAK Serahkan Bantuan kepada PMI Pusat

Dukung Penanggulangan Covid-19, YPMAK Serahkan Bantuan kepada PMI Pusat

Regional
Bertemu Ganjar, Dubes Denmark: Kami Tertarik Investasi di Jateng

Bertemu Ganjar, Dubes Denmark: Kami Tertarik Investasi di Jateng

Regional
Bersihkan Pesisir Mattiro Sompe, Sulsel, Dompet Dhuafa Kumpulkan 1,2 Ton Sampah

Bersihkan Pesisir Mattiro Sompe, Sulsel, Dompet Dhuafa Kumpulkan 1,2 Ton Sampah

Regional
Kiat Bupati Dharmasraya Turunkan PPKM ke Level 2, dari Vaksinasi Door-to-Door hingga Gerakan 3T

Kiat Bupati Dharmasraya Turunkan PPKM ke Level 2, dari Vaksinasi Door-to-Door hingga Gerakan 3T

Regional
Pemkot Madiun Gelar Vaksinasi untuk 750 Narapidana

Pemkot Madiun Gelar Vaksinasi untuk 750 Narapidana

Regional
Rumah Jagal Anjing di Bantul Digerebek Polisi, 18 Ekor Dievakuasi, Ini Kronologinya

Rumah Jagal Anjing di Bantul Digerebek Polisi, 18 Ekor Dievakuasi, Ini Kronologinya

Regional
Orasi di STIM Budi Bakti, Ketua Dompet Dhuafa Minta Mahasiswa Punya 4 Karakter Profetik

Orasi di STIM Budi Bakti, Ketua Dompet Dhuafa Minta Mahasiswa Punya 4 Karakter Profetik

Regional
Dijadikan Syarat PTM, Vaksinasi Pelajar di Kota Madiun Sudah Capai 90 Persen

Dijadikan Syarat PTM, Vaksinasi Pelajar di Kota Madiun Sudah Capai 90 Persen

Regional
Kisah Kuli Bangunan di Lampung Utara yang Wakafkan Upahnya untuk Bangun Masjid

Kisah Kuli Bangunan di Lampung Utara yang Wakafkan Upahnya untuk Bangun Masjid

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.