Kompas.com - 09/06/2020, 07:36 WIB
Mentari Isnaini (27)  saat mengelar pertunjukan tarian rob  di rumahnya Desa Purwosari Kecamatan Sayung Kabupaten Demak Jawa Tengah beberapa waktu lalu. dokumentasi Mentari IsnainiMentari Isnaini (27) saat mengelar pertunjukan tarian rob di rumahnya Desa Purwosari Kecamatan Sayung Kabupaten Demak Jawa Tengah beberapa waktu lalu.

 

DEMAK,KOMPAS com -Bukan lagi sebuah hal yang mengherankan bagi warga Demak Jawa Tengah saat pemukiman penduduk di wilayah pesisir kembali dilanda banjir pasang laut atau rob yang besar.

Perubahan garis pantai secara signifikan sudah terpantau hingga mencapai 5 kilometer ke daratan.

Dampaknya, sebuah desa sudah tenggelam dan puluhan lainnya terancam mengalami nasib serupa.

Baca juga: Pantura Jateng Darurat Rob, Ganjar: Bupati/Wali kota Bantu Masyarakat Dulu

Tanda-tandanya adalah adanya gelombang pasang yang secara rutin menyambangi pemukiman penduduk di pesisir wilayah Kecamatan Sayung, hingga Wedung, Kabupaten Demak Jawa Tengah.

Sudah tak terhitung lagi upaya yang dilakukan pemerintah maupun masyarakat untuk menanggulangi fenomena alam yang merugikan hidup warga.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Mulai dari pengurasan dengan pompa, rencana pembangunan tanggul laut, relokasi warga maupun penimbunan tanah supaya permukaan lantai rumah menjadi kering semua sudah dilakukan.

Tetapi tampaknya sia-sia, sebab makin hari rob yang datang saat saat tertentu makin besar dan arusnya makin deras.

Di tengah berbagai wacana penanggulangan rob Demak, masyarakat dibuat terpana ketika seorang seniman asal Desa Purwosari Kecamatan Sayung Kabupaten Demak Jawa Tengah menggelar pertunjukan tari kontemporer di tengah banjir rob yang melanda kampungnya.

Mentari Isnaini, (27) mahasiswi S2 seni tari di sebuah perguruan tinggi di Jawa Tengah ini menyatakan keprihatinan dan membuat rekam jejak atas bencana rob dengan caranya sendiri.

Kostum dan make up minimalis terasa pas ketika perempuan kelahiran Demak, 6 Maret 1993 ini melenggak lenggok di dalam genangan air berlumpur setinggi lututnya.

Sesekali ia hentakkan sampur merah dengan tubuh kuyup terendam air laut yang betah menggenang di sekitar rumahnya.

Tubuh dan jiwanya bergerak seirama. Berteriak dalam diam. Melengkingkan permohonan pada sang pencipta. Melolongkan pertanyaan 'kenapa' dan 'bagaimana' bisa terjadi bencana dalam hidup mereka.

Mentari memberi judul tari itu dengan 'Rob Sayung 13 Mei'.

Tepat di hari itu, saat orang sedang khusyu menjalankan ibadah di bulan Ramadhan, rob datang dengan ketinggian dan arus deras yang lebih dari sebelumnya.

Air menggenang di dalam rumah mereka setinggi 1 meter. Perabot terendam dan banyak yang rusak. Selama hampir 1 bulan, tidur mereka tak tenang karena semua permukaan rumah dipenuhi air keruh dan berbau amis dan busuk.

"Saya hanya ingin bertanya, kita diperintahkan untuk stay at home. Sedangkan rumah terendam rob. Bagaimana ini? " ucap Mentari saat diwawancarai Kompas.com, Minggu (7/6/2020).

Baca juga: Banjir Rob Terparah Terjang Karawang, 20 Rumah Ambruk, 142 Rusak Berat dan Ringan

Mentari sadar jika sejak kecil pun ia sudah akrab dengan rob. Tapi tak pernah sebesar ini. Dan perempuan beranak satu ini juga sadar bahwa ada hal lain yang bisa dilakukannya untuk menyikapi bencana rob.

Tanpa harus demonstrasi maupun audiensi terhadap pemerintah.

Dengan dukungan penuh dari suaminya yang seorang seniman lukis, ibu muda itu tahu harus menginspirasi masyarakat dengan bakat dan kemampuan yang dimilikinya.

Selain menghujat dan meminta bantuan materi, ada hal positif yang bisa dilakukan masyarakat di tengah bencana rob dan pandemi Covid-19.

Mentari tak menyalahkan siapapun. di benaknya hanya ada sebuah doa dan harapan yang dipresentasikan dalam tari kontemporer di tengah banjir rob.

"Kelak akan datang dimana kami dapat kembali menghirup udara di bawah pepohonan rindang dan mencium aroma hijau persawahan, " harapnya. 



Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Sejumlah Warga Tak Mau Terima BST Dobel, Begini Respons Ganjar Pranowo

Sejumlah Warga Tak Mau Terima BST Dobel, Begini Respons Ganjar Pranowo

Regional
Bantu Pemkab Bogor Kejar Target, Telaga Kahuripan Fasilitasi Vaksin untuk Warga

Bantu Pemkab Bogor Kejar Target, Telaga Kahuripan Fasilitasi Vaksin untuk Warga

Regional
11 Tahun Menanti, Wonogiri Akhirnya Kantongi Predikat KLA Tingkat Pratama

11 Tahun Menanti, Wonogiri Akhirnya Kantongi Predikat KLA Tingkat Pratama

Regional
Meski PPKM Level 4 Diperpanjang, Pemkot Semarang Tak Lagi Lakukan Penyekatan

Meski PPKM Level 4 Diperpanjang, Pemkot Semarang Tak Lagi Lakukan Penyekatan

Regional
Isoman Rawan Tularkan Virus, Pemkab Wonogiri Terapkan Tempat Isolasi Terpadu

Isoman Rawan Tularkan Virus, Pemkab Wonogiri Terapkan Tempat Isolasi Terpadu

Regional
Apresiasi Aksi Peduli Covid-19 Mahasiswa di Semarang, Ganjar: Bisa Jadi Contoh untuk Daerah Lain

Apresiasi Aksi Peduli Covid-19 Mahasiswa di Semarang, Ganjar: Bisa Jadi Contoh untuk Daerah Lain

Regional
Jamin Biaya Pemakaman Pasien Covid-19, Pemkab Wonogiri Anggarkan Rp 2 Juta Per Pemulasaraan

Jamin Biaya Pemakaman Pasien Covid-19, Pemkab Wonogiri Anggarkan Rp 2 Juta Per Pemulasaraan

Regional
Keterlibatan Pemerintah Bikin BOR di Wonogiri Turun Drastis Selama PPKM

Keterlibatan Pemerintah Bikin BOR di Wonogiri Turun Drastis Selama PPKM

Regional
Bupati Wonogiri Fokus Percepat Vaksinasi di Tingkat Kecamatan

Bupati Wonogiri Fokus Percepat Vaksinasi di Tingkat Kecamatan

Regional
Kendalikan Laju Pertumbuhan Penduduk, Wali Kota Madiun Terima Penghargaan MKK 2021

Kendalikan Laju Pertumbuhan Penduduk, Wali Kota Madiun Terima Penghargaan MKK 2021

Regional
Sapa Warga Subang dan Purwakarta, Ridwan Kamil Bagikan Sembako dan Tinjau Vaksinasi

Sapa Warga Subang dan Purwakarta, Ridwan Kamil Bagikan Sembako dan Tinjau Vaksinasi

Regional
Mahasiswa Bantu Penanganan Covid-19, Ganjar Pranowo Berikan Apresiasi

Mahasiswa Bantu Penanganan Covid-19, Ganjar Pranowo Berikan Apresiasi

Regional
Wujudkan Ketahanan Pangan, Inovasi 'Getar Dilan' Luwu Utara Masuk Top 45 KIPP

Wujudkan Ketahanan Pangan, Inovasi "Getar Dilan" Luwu Utara Masuk Top 45 KIPP

Regional
Jabar Optimistis Desa Wisatanya Akan Menang di Ajang ADWI 2021

Jabar Optimistis Desa Wisatanya Akan Menang di Ajang ADWI 2021

Regional
Bocah 2 Tahun Meninggal Usai Makan Singkong Bakar, Ini Kronologinya

Bocah 2 Tahun Meninggal Usai Makan Singkong Bakar, Ini Kronologinya

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X