5 Warga di Desa Ini Meninggal Secara Misterius, Upacara Permohonan Maaf Digelar

Kompas.com - 05/06/2020, 16:16 WIB
Ilustrasi tewas. ShutterstockIlustrasi tewas.

GIANYAR, KOMPAS.com - Warga Banjar Sakah, Desa Batuan Kaler, Kecamatan Sukawati, Gianyar, Bali, dibuat resah dengan meninggalnya lima warga dalam kurun waktu yang berdekatan.

Ketua Komisi III DPRD Gianyar Putu Gede Pebriantara mengatakan, awalnya seorang warga bernama I Nyoman Dumun dilaporkan meninggal pada Selasa (26/5/2020) malam.

Ia meninggal di rumah sakit dengan gejala demam berdarah.

Baca juga: Ibu Hamil Meninggal karena Covid-19, Disusul Ayah dan Ibu Berstatus PDP

Lalu, pada Rabu (27/5/2020), adiknya yang bernama I Ketut Rawa juga meninggal dunia.

Rawa diduga meninggal setelah sakit jantungnya kambuh karena mendengar kakaknya meninggal dunia.

Lalu pada Kamis (28/5/2020), dua warga yang bernama I Nyoman Kamboja dan I Ketut Sujana dilaporkan meninggal dunia.

Kamboja diduga meninggal karena muntaber, sementara Sujana memiliki riwayat sesak napas.

Keempat warga ini semuanya meninggal di rumah sakit.

Namun, muncul dugaan bahwa keempat warga meninggal karena keracunan.

Sebab mereka sempat menyantap makanan bersama usai upacara syukuran hasil pertanian pada 26 Mei 2020.

"Ceritanya memang ada kecurigaan keracunan makanan. Masyarakat jadi khawatir sekali," ujar Pebriantara saat dihubungi, Jumat (5/6/2020) sore.

Baca juga: 3 Anggota TNI Keroyok Pelajar SMA karena Rebutan Pacar, Pangdam Minta Maaf

Warga yang sudah mulai tenang kemudian dibuat khawatir lagi setelah pada Kamis (4/6/2020), seorang warga di desa itu meninggal dunia.

Warga yang bernama Ketut Mariana tersebut meninggal saat bermain layang-layang. Belum diketahui penyebab kematiannya.

Warga kemudian menggelar rapat yang melibatkan pihak desa, Puskesmas Sukawati, Dinas Kesehatan Gianyar, dan DPRD.

"Saya kemudian meminta dinas kesehatan turun ke lapangan dan rapat terbatas bersama Bendesa, puskesmas," katanya.

Dalam pertemuan tersebut disepakati bahwa Dinkes Gianyar akan mendalami penyebab kematian warga serta menyampaikan temuan di lapangan.

Hal ini agar warga tak lagi merasa khawatir. 

Dari temuan sementara tidak terbukti warga yang meninggal ini keracunan.

Sebab, dari keterangan rumah sakt yang merawat, tidak ada gejala atau tanda-tanda keracunan.

Kemudian kematian warga yang sesak napas juga sudah dilakukan tes swab. Hasilnya juga negatif Covid-19.

"Untuk penyebab kita masih menunggu penelitian dari Dinkes Gianyar. Yang jelas temuan sementara tidak ada keracunan dan Covid-19," kata dia.

Setelah kejadian itu, pihak desa memutuskan menggelar upacara guru piduka atau minta maaf kepada Tuhan.

Pihak desa berharap kejadian semacam ini tak lagi terulang.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kisah Warga Desa Pana di NTT Alami Krisis Air Bersih, Kini Teraliri Harapan Pun Bersemi

Kisah Warga Desa Pana di NTT Alami Krisis Air Bersih, Kini Teraliri Harapan Pun Bersemi

Regional
DMC Dompet Dhuafa Gelar Aksi Bersih-bersih Rumah Warga Terdampak Gempa Banten

DMC Dompet Dhuafa Gelar Aksi Bersih-bersih Rumah Warga Terdampak Gempa Banten

Regional
Tanggapan Tim Ahli LPPM ULM, Usai Uji Coba Raperda Jalan Khusus DPRD Tanah Bumbu

Tanggapan Tim Ahli LPPM ULM, Usai Uji Coba Raperda Jalan Khusus DPRD Tanah Bumbu

Regional
BPS Catat Penurunan Angka Penduduk Miskin Jateng hingga 175.740 Orang

BPS Catat Penurunan Angka Penduduk Miskin Jateng hingga 175.740 Orang

Regional
Berdayakan Masyarakat Jateng, Ganjar Dapat Penghargaan dari Baznas

Berdayakan Masyarakat Jateng, Ganjar Dapat Penghargaan dari Baznas

Regional
Ada Kasus Omricon di Kabupaten Malang, Wagub Emil Pastikan Terapkan PPKM Mikro Tingkat RT

Ada Kasus Omricon di Kabupaten Malang, Wagub Emil Pastikan Terapkan PPKM Mikro Tingkat RT

Regional
Zakat ASN Pemprov Jateng 2021 Terkumpul Rp 57 Miliar, Berikut Rincian Penyalurannya

Zakat ASN Pemprov Jateng 2021 Terkumpul Rp 57 Miliar, Berikut Rincian Penyalurannya

Regional
Berencana Kembalikan Bantuan dari Ganjar, Fajar Malah Di-'bully' Warganet

Berencana Kembalikan Bantuan dari Ganjar, Fajar Malah Di-"bully" Warganet

Regional
Cegah Omicron di Jateng, Ganjar: Tolong Prokes Dijaga Ketat

Cegah Omicron di Jateng, Ganjar: Tolong Prokes Dijaga Ketat

Regional
Sambut Tahun Baru, Dompet Dhuafa Gelar Doa Bersama di Lapas Narkotika Gunung Sindur

Sambut Tahun Baru, Dompet Dhuafa Gelar Doa Bersama di Lapas Narkotika Gunung Sindur

Regional
Bantuan Tunai Kurang Efektif Entaskan Kemiskinan, Pemprov Jateng Genjot Pembangunan RSLH

Bantuan Tunai Kurang Efektif Entaskan Kemiskinan, Pemprov Jateng Genjot Pembangunan RSLH

Regional
Hasil Monitor Dishub, Ada 162 Truk Angkutan Batu Bara Lintasi Underpass Banjarsari Per Jam

Hasil Monitor Dishub, Ada 162 Truk Angkutan Batu Bara Lintasi Underpass Banjarsari Per Jam

Regional
Cek Langsung ke Pasar Sukomoro, Wagub Emil Dapati Harga Bawang Merah Turun

Cek Langsung ke Pasar Sukomoro, Wagub Emil Dapati Harga Bawang Merah Turun

Regional
Indeks Kebahagiaan Jateng Meningkat, Ganjar: Semua Tak Lepas dari Peran Masyarakat

Indeks Kebahagiaan Jateng Meningkat, Ganjar: Semua Tak Lepas dari Peran Masyarakat

Regional
Lewat JIF, Ridwan Kamil Terima Gagasan Program Stratregis Jabar dari 32 Profesional Muda

Lewat JIF, Ridwan Kamil Terima Gagasan Program Stratregis Jabar dari 32 Profesional Muda

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.