"Untuk Kota Surabaya Tidak Semudah yang Kita Bayangkan"

Kompas.com - 05/06/2020, 05:30 WIB
Petugas membantu warga yang mengikuti tes diagnostik cepat COVID-19 (Rapid Test) di Surabaya, Jawa Timur, Jumat (29/05). ANTARA FOTO/Didik SuhartonoPetugas membantu warga yang mengikuti tes diagnostik cepat COVID-19 (Rapid Test) di Surabaya, Jawa Timur, Jumat (29/05).
Editor Rachmawati

KOMPAS.com - Longgarnya penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di Surabaya menjadi salah satu alasan dibalik tingkat penyebaran yang membawa ibu kota pronvinsi Jawa Timur itu ke dalam "zona hitam", menurut pakar kesehatan dan tenaga medis.

Jawa Timur adalah provinsi dengan jumlah kasus kumulatif kedua tertinggi di Indonesia, setelah DKI Jakarta, sejak wilayah itu mengalami lonjakan yang tajam pada akhir bulan Mei.

Surabaya pertama mulai menerapkan PSBB pada 28 April dan kemudian diperpanjang sebanyak dua kali. PSBB fase ketiga akan berakhir pada 8 Juni mendatang.

Baca juga: Bukan Hitam, Tapi Surabaya Zona Merah Tua, Ini Penjelasan Lengkapnya

Namun, ahli epidemiologi dari Universitas Airlangga, Windhu Purnomo, menilai PSBB sejak awal tidak berjalan sesuai harapan dan hingga kini, kondisi Surabaya belum bisa dikategorikan aman.

"Penyebabnya kenapa masih belum aman adalah perilaku masyarakat karena pemerintah tidak melakukan kontrol yang ketat. Tidak ada sweeping di jalanan di Surabaya, hanya di checkpoint-checkpoint di batas kota.

Katanya dulu ada jam malam tapi masih biasa, setelah jam 9 yang tetap ramai. Yasudahlah, sekarang ini seperti tidak ada PSBB sudah," kata Windhu kepada BBC News Indonesia, Rabu (3/6/2020).

Baca juga: [KLARIFIKASI] Penjelasan Zona Hitam Surabaya, Bukan Hitam tetapi Merah Tua

Warga mengantre untuk mengikuti tes diagnostik cepat (rapid test) COVID-19 secara massal di Surabaya, Jawa Timur, Senin (01/06).ANTARA FOTO/Moch Asim Warga mengantre untuk mengikuti tes diagnostik cepat (rapid test) COVID-19 secara massal di Surabaya, Jawa Timur, Senin (01/06).
Juru bicara pemerintah untuk pengendalian Covid-19, Achmad Yurianto dalam laporan harian kasus pada Rabu (3/6/2020), mengungkap bahwa sumber penambahan kasus baru terbanyak berasal dari Jawa Timur.

"Dari pemeriksaan ini, kita mendapatkan kasus konfirmasi positif sebanyak 684, sehingga jumlah totalnya menjadi 28.233. Kalau kemudian kita breakdown lebih lanjut, maka sekarang ini jumlah tertinggi kita dapatkan dari hasil pemeriksaan di Jawa Timur, sebanyak 183, meskipun dibanding dengan kemarin, ini ada penurunan," kata Yurianto dalam konferensi pers (3/6/2020).

Data pada Rabu (3/6), Jatim mencatat 5.318 total kasus dan 429 kematian.

Lebih dari setengah kasus di seluruh provinsi Jatim terpusat di Surabaya. Kota yang berpenduduk sekitar tiga juta jiwa itu mencatat 2.748 total kasus kumulatif dan 253 kematian.

Baca juga: Polemik Label Zona Hitam Surabaya, Pemprov Dianggap Sesuka Hati, Ini Akhir Ceritanya

Perlu edukasi pakai bahasa lokal

Petugas melakukan penyekatan di pos pemeriksaan Bundaran Waru, Surabaya, Jawa Timur, Senin (25/5). ANTARA FOTO/Didik Suhartono Petugas melakukan penyekatan di pos pemeriksaan Bundaran Waru, Surabaya, Jawa Timur, Senin (25/5).
Aditya C Janottama, salah seorang dokter di RS Rujukan di Surabaya, Jawa Timur menyayangkan masih banyak anggota masyarakat yang masih meremehkan bahaya pandemi Covid-19.

"Tidak ada edukasi yang "ngena" ke masyarakat. Mungkin perlu dipikirkan edukasi dengan bahasa lokal, misalnya logat Jawa Surabayan," katanya kepada BBC News Indonesia.

Ia berharap adanya kerja sama dari seluruh pihak untuk menangani wabah virus corona.

"Akui kalau kita butuh bantuan semua pihak, dan berkolaborasi. Kita nakes (tenaga kesehatan) akan selalu mengusahakan yang terbaik untuk pasien, itu pasti. Tapi tanpa dukungan semua, kami takut usaha kami jadi sia-sia...," kata Aditya.

Baca juga: Pemprov Jatim: Surabaya Masuk Zona Merah Tua, Bukan Hitam

Halaman:


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

38 Orang di DPRD Jabar Positif Covid-19, Termasuk Anggota Dewan dan PNS

38 Orang di DPRD Jabar Positif Covid-19, Termasuk Anggota Dewan dan PNS

Regional
Lagi, Bangkai Penyu Ditemukan di Perairan Cilacap

Lagi, Bangkai Penyu Ditemukan di Perairan Cilacap

Regional
Detik-detik Mantan Pacar Disekap Sepekan, Dijemput Usai Kerja, Korban Kirim Petunjuk Lokasi

Detik-detik Mantan Pacar Disekap Sepekan, Dijemput Usai Kerja, Korban Kirim Petunjuk Lokasi

Regional
Derita Mbah Khotimah, Uang Hasil Jualan Dibawa Kabur, Korban Diturunkan di Jalan

Derita Mbah Khotimah, Uang Hasil Jualan Dibawa Kabur, Korban Diturunkan di Jalan

Regional
Baru 2 RS Rujukan Covid-19 di Maluku yang Terima Insentif Tenaga Medis

Baru 2 RS Rujukan Covid-19 di Maluku yang Terima Insentif Tenaga Medis

Regional
Klaster Sekolah Muncul di Rembang, Berawal dari Guru yang Jadi Petugas Pemilu

Klaster Sekolah Muncul di Rembang, Berawal dari Guru yang Jadi Petugas Pemilu

Regional
Tolak Omnibus Law, Aliansi Rakyat Bergerak Kembali Gelar Aksi di Simpang Tiga Gejayan

Tolak Omnibus Law, Aliansi Rakyat Bergerak Kembali Gelar Aksi di Simpang Tiga Gejayan

Regional
Muncul Klaster Sekolah, Pemprov Jateng Diminta Setop KBM Tatap Muka

Muncul Klaster Sekolah, Pemprov Jateng Diminta Setop KBM Tatap Muka

Regional
Polisi Tangkap 5 Terduga Teroris di Kampar, Riau

Polisi Tangkap 5 Terduga Teroris di Kampar, Riau

Regional
Pacaran 5 Tahun dan Tak Direstui, Mantan Kekasih Disekap Sepekan, Korban Sempat Kirim Petunjuk Lokasi

Pacaran 5 Tahun dan Tak Direstui, Mantan Kekasih Disekap Sepekan, Korban Sempat Kirim Petunjuk Lokasi

Regional
Dedi Mulyadi Selamatkan 2 Bocah Usia SD yang Kerap Isap Lem

Dedi Mulyadi Selamatkan 2 Bocah Usia SD yang Kerap Isap Lem

Regional
'Jangankan Corona, Polisi Pun Saya Makan'

"Jangankan Corona, Polisi Pun Saya Makan"

Regional
Satu Nelayan di Makassar Ditangkap Terkait Kasus Dugaan Perobekan Uang

Satu Nelayan di Makassar Ditangkap Terkait Kasus Dugaan Perobekan Uang

Regional
Pria yang Ngamuk di Kantor Polisi Sambil Bawa Senjata Tajam Diduga Stres

Pria yang Ngamuk di Kantor Polisi Sambil Bawa Senjata Tajam Diduga Stres

Regional
PAN Resmi Usung Ananda-Mushaffa Zakir di Pilkada Banjarmasin 2020

PAN Resmi Usung Ananda-Mushaffa Zakir di Pilkada Banjarmasin 2020

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X