Kompas.com - 04/06/2020, 13:41 WIB
5 Warga asal Banyuwangi saat didata oleh Satpol PP Jembrana, Rabu (3/6/2020). Istimewa5 Warga asal Banyuwangi saat didata oleh Satpol PP Jembrana, Rabu (3/6/2020).

KOMPAS.com - Polisi menangkap lima warga Banyuwangi, Jawa Timur, yang menggunakan sampan nelayan untuk masuk lewat jalur tikus atau pelabuhan tradisional di Provinsi Bali.

Langkah itu diambil untuk menghindari pemeriksaan ketat di Pelabuhan Ketapang dan Pelabuhan Gilimanuk.

Mereka ditangkap saat berlabuh di Dermaga Tradisional Pengambengan pada Rabu (3/6/2020) sekitar pukul 10.30 WITA. Dermaga itu biasa digunakan para nelayan setempat.

Lima warga Banyuwangi itu adalah Suwondo (45), Rubai (54), Abdul Holik (32), Rohimin (28), dan Ali Imron (27).

Kapolsek Negara AKP Sugriwo mengatakan, mereka menghindari Pelabuhan Gilimanuk karena tak memiliki surat keterangan hasil rapid test Covid-19.

Surat keterangan itu merupakan salah satu syarat masuk ke Provinsi Bali

Baca juga: Berulang Kali Cabuli Anaknya, Seorang Ayah Babak Belur Dihajar Warga.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Menurut Sugriwo, mereka mengaku tak punya uang karena biaya rapid test virus corona baru di Banyuwangi mencapai Rp 500.000.

Sehingga, mereka terpaksa menaiki sampan nelayan dan berlabuh di pelabuhan tradisional atau jalur tikus.

"Mereka tak mampu bayar karena kan rapid test (Covid-19) Rp 350.000 sampai Rp 500.000, jadi mereka yang masih berkeluarga ini naik sampan nelayan ini," kata Sugriwo saat dihubungi, Kamis (4/6/2020).

Sugriwo menjelaskan, masyarakat yang ingin memasuki Provinsi Bali harus menyiapkan sejumlah dokumen. Masyarakat akan ditolak dan disuruh kembali ke daerah asal jika tak melengkapinya.

 

Dokumen itu di antaranya, surat keterangan nonreaktif berdasarkan rapid test Covid-19 dan surat keterangan bekerja di Bali.

Selain itu, masyarakat juga wajib memiliki surat pengantar dari desa asal, surat pernyataan, dan surat penjamin dari seseorang yang berada di Bali.

Surat pernyataan dan surat penjamin bisa diunduh di situs ini.

Ingin bekerja

Kapolres Jembrana AKBP Ketut Gede Adi Wibawa mengatakan, terdapat satu sepeda motor yang juga diangkut sampan nelayan itu.

"Mereka masuk Bali melalui perairan Pengambengan dengan menaiki sampan yang dikemudikan Suwondo," kata Adi Wibawa.

Baca juga: Lewat Jalur Tikus, 5 Warga Banyuwangi Naik Kapal Nelayan untuk Menyeberang ke Bali

Adi Wibawa mengatakan, lima orang itu memiliki kepentingan berbeda. Suwondo, kata dia, merupakan pemilik sampan.

Sementara Rubai, Abdul Holik, dan Ali Imron, datang ke Bali karena ingin bekerja sebagai pembuat perahu di Desa Pengambengan.

Sedangkan Rohimin ingin mengambil sepeda motornya yang dititipkan kepada salah satu teman di Bali.

Aksi lima warga Banyuwangi itu terungkap saat anggota Bhabinkamtibmas Desa Pengambengan melakukan patroli di sekitar pantai Pelabuhan Tradisional Pengambengan sekitar pukul 11.30 WITA.

 

Petugas patroli melihat sebuah sampan yang bersandar di pelabuhan. Empat orang turun dari kapal itu.

Lalu, para penumpang juga menurunkan satu sepeda motor dari sampan tersebut.

Petugas patroli pun menghampiri mereka dan bertanya asal mereka. Mereka mengaku dari Banyuwangi.

Baca juga: Tak Masuk Wilayah Prioritas Penerapan New Normal, Ini Penjelasan Gubernur Bali

Petugas membawa mereka ke kantor desa dan dilaporkan ke polisi. Setelah didata, mereka diserahkan ke Dinas Sosial dan Satpol PP Jembrana.

Mereka pun akhirnya dipulangkan ke Banyuwangi lewat Pelabuhan Gilimanuk.

Sementara sampan dan sepeda motor mereka diamankan Sat Pol Air Pengambengan. Lima warga itu diminta melengkapi surat-surat agar bisa mengambil barang tersebut di Bali.

(Penulis: Kontributor Bali, Imam Rosidin)



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Tangsel Raih Anugerah Parahita Ekapraya, Walkot Benyamin: Ini Bentuk Komitmen Wujudkan Kesetaraan Gender

Tangsel Raih Anugerah Parahita Ekapraya, Walkot Benyamin: Ini Bentuk Komitmen Wujudkan Kesetaraan Gender

Regional
Lewat '1000 Baju Baru', Dompet Dhuafa Penuhi Kebutuhan Pakaian Muslim Yatim Piatu

Lewat "1000 Baju Baru", Dompet Dhuafa Penuhi Kebutuhan Pakaian Muslim Yatim Piatu

Regional
Dukung Penanggulangan Covid-19, YPMAK Serahkan Bantuan kepada PMI Pusat

Dukung Penanggulangan Covid-19, YPMAK Serahkan Bantuan kepada PMI Pusat

Regional
Bertemu Ganjar, Dubes Denmark: Kami Tertarik Investasi di Jateng

Bertemu Ganjar, Dubes Denmark: Kami Tertarik Investasi di Jateng

Regional
Bersihkan Pesisir Mattiro Sompe, Sulsel, Dompet Dhuafa Kumpulkan 1,2 Ton Sampah

Bersihkan Pesisir Mattiro Sompe, Sulsel, Dompet Dhuafa Kumpulkan 1,2 Ton Sampah

Regional
Kiat Bupati Dharmasraya Turunkan PPKM ke Level 2, dari Vaksinasi Door-to-Door hingga Gerakan 3T

Kiat Bupati Dharmasraya Turunkan PPKM ke Level 2, dari Vaksinasi Door-to-Door hingga Gerakan 3T

Regional
Pemkot Madiun Gelar Vaksinasi untuk 750 Narapidana

Pemkot Madiun Gelar Vaksinasi untuk 750 Narapidana

Regional
Rumah Jagal Anjing di Bantul Digerebek Polisi, 18 Ekor Dievakuasi, Ini Kronologinya

Rumah Jagal Anjing di Bantul Digerebek Polisi, 18 Ekor Dievakuasi, Ini Kronologinya

Regional
Orasi di STIM Budi Bakti, Ketua Dompet Dhuafa Minta Mahasiswa Punya 4 Karakter Profetik

Orasi di STIM Budi Bakti, Ketua Dompet Dhuafa Minta Mahasiswa Punya 4 Karakter Profetik

Regional
Dijadikan Syarat PTM, Vaksinasi Pelajar di Kota Madiun Sudah Capai 90 Persen

Dijadikan Syarat PTM, Vaksinasi Pelajar di Kota Madiun Sudah Capai 90 Persen

Regional
Kisah Kuli Bangunan di Lampung Utara yang Wakafkan Upahnya untuk Bangun Masjid

Kisah Kuli Bangunan di Lampung Utara yang Wakafkan Upahnya untuk Bangun Masjid

Regional
Vaksinasi di Madiun Capai 77 Persen, Wali Kota Maidi: Akhir September Bisa 80 Persen

Vaksinasi di Madiun Capai 77 Persen, Wali Kota Maidi: Akhir September Bisa 80 Persen

Regional
Soal APBD Rp 1,6 Triliun di Bank, Bobby: Segera Dimaksimalkan untuk Gerakkan Ekonomi Medan

Soal APBD Rp 1,6 Triliun di Bank, Bobby: Segera Dimaksimalkan untuk Gerakkan Ekonomi Medan

Regional
Masjid Az Zahra di Lampung Utara Resmi Dibangun, Dompet Dhuafa Gelar Peletakan Batu Pertama

Masjid Az Zahra di Lampung Utara Resmi Dibangun, Dompet Dhuafa Gelar Peletakan Batu Pertama

Regional
Kejar Herd Immunity, Bupati IDP Optimistis Vaksinasi di Luwu Utara Capai 90 Persen

Kejar Herd Immunity, Bupati IDP Optimistis Vaksinasi di Luwu Utara Capai 90 Persen

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.