Setiap Hari, 5 Ton Sampah Diangkut Petugas Kebersihan dari Teluk Ambon

Kompas.com - 04/06/2020, 08:44 WIB
Dua petugas kebersihan dari Dinas Lingkungan Hidup dan Persampahan Kota Ambon sedang mengangkut sampah di laut Teluk Ambon atau tak jauh dari pasar ikan di Mardika, Ambon, Kamis (4/6/2020) KOMPAS.COM/RAHMAT RAHMAN PATTYDua petugas kebersihan dari Dinas Lingkungan Hidup dan Persampahan Kota Ambon sedang mengangkut sampah di laut Teluk Ambon atau tak jauh dari pasar ikan di Mardika, Ambon, Kamis (4/6/2020)

AMBON, KOMPAS.com - Di tengah pandemi Covid-19 di Kota Ambon, petugas kebersihan dari Dinas Lingkungan Hidup dan Persampahan Kota Ambon terus bekerja keras untuk membersihkan Teluk Ambon dari berbagai jenis sampah yang mengotori laut.

Dengan menggunakan armada speedboat, petugas kebersihan yang terdiri dari empat kelompok menyisir peraiaran Teluk Ambon untuk mengangkut berbagai jenis sampah yang ditemukan di perairan tersebut.

Sampah-sampah yang diangkut dari laut kemudian dikumpulkan di karung dan dibawa petugas ke tempat akhir pembuangan sampah di Kota Ambon.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Persampahan (LHP) Kota Ambon Lucia Izaak mengatakan, kegiatan pembersihan laut Teluk Ambon dari sampah telah menjadi aktivitas rutin setiap hari demi menjaga kebersihan dan keindahan Teluk Ambon.

Baca juga: Bukan PSBB, Kota Ambon Akan Terapkan Pembatasan Kegiatan Masyarakat

“Kegiatan ini sudah lama dilakukan, jadi setiap hari itu ada empat kelompok yang bertugas mengangkut sampah-sampah di laut dengan speedboat,” kata Lucia kepada Kompas.com, Kamis (4/6/2020).

Dia mengatakan, meski dalam kondisi pandemi corona saat ini, petugas kebersihan tetap bekerja seperti biasa untuk membersihkan Teluk Ambon setiap hari.

Dalam melaksanakan tugas, para petugas juga ikut menerapkan protokol kesehatan pencegahan corona.

Dalam sehari, sampah yang berhasil diangkut petugas kebersihan dari laut Teluk Ambon bisa mencapai lima ton.

“Sehari itu bisa sampai 5 ton. Biasanya keliling Teluk Ambon dan mereka kemudian ke lokasi sumber sampah seperti di muara sungai dan juga di kawasan Pasar Mardika dan Batu Merah, jadi setelah diangkut nanti ditaruh di konteiner yanga ada di situ sebelum dibawa ke lokasi akhir pembungan sampah,” ungkap dia.

Halaman:


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

BNPB: Jalur Evakuasi di Gunung Semeru Harus Segera Dibangun

BNPB: Jalur Evakuasi di Gunung Semeru Harus Segera Dibangun

Regional
Bupati Positif Covid-19, Puluhan Pejabat Pemkab Bantaeng Jalani 'Swab Test'

Bupati Positif Covid-19, Puluhan Pejabat Pemkab Bantaeng Jalani "Swab Test"

Regional
Bayi Laki-laki Ditemukan Tewas Terbungkus Plastik di Pinggir Jalan

Bayi Laki-laki Ditemukan Tewas Terbungkus Plastik di Pinggir Jalan

Regional
Strategi Paslon Majukan Daerah, Gibran Fokus Pemulihan Ekonomi, Bajo Gandeng Koalisi Rakyat

Strategi Paslon Majukan Daerah, Gibran Fokus Pemulihan Ekonomi, Bajo Gandeng Koalisi Rakyat

Regional
8 Demonstran Terlibat Ricuh di Depan KPU Sulsel Dikenakan Wajib Lapor

8 Demonstran Terlibat Ricuh di Depan KPU Sulsel Dikenakan Wajib Lapor

Regional
Satgas Sebut Pemerintah Pusat Keliru Sampaikan Data Covid-19 di Papua karena Masalah Sistem

Satgas Sebut Pemerintah Pusat Keliru Sampaikan Data Covid-19 di Papua karena Masalah Sistem

Regional
Imbas Kerumunan Penonton Sepak Bola di Serang, Seorang Kapolsek Dicopot

Imbas Kerumunan Penonton Sepak Bola di Serang, Seorang Kapolsek Dicopot

Regional
7 Kabupaten yang Gelar Pilkada di NTT Kekurangan Surat Suara

7 Kabupaten yang Gelar Pilkada di NTT Kekurangan Surat Suara

Regional
Video Viral Sebuah Bus Lawah Arah Saat Macet, Sopir Akhirnya Kabur karena Dipukuli Massa

Video Viral Sebuah Bus Lawah Arah Saat Macet, Sopir Akhirnya Kabur karena Dipukuli Massa

Regional
22 Nakes Positif Covid-19, Poli Rawat Jalan RSUD dr Moh Saleh Tutup 2 Hari

22 Nakes Positif Covid-19, Poli Rawat Jalan RSUD dr Moh Saleh Tutup 2 Hari

Regional
Menkopolhukam Perintahkan Aparat Tangkap Ali Kalora dan Pengikutnya Sebelum Natal

Menkopolhukam Perintahkan Aparat Tangkap Ali Kalora dan Pengikutnya Sebelum Natal

Regional
Ganjar Minta Warga Tak Bepergian ke Luar Kota Saat Libur Natal dan Tahun Baru

Ganjar Minta Warga Tak Bepergian ke Luar Kota Saat Libur Natal dan Tahun Baru

Regional
Penyebab Sungai di Banyumas Dipenuhi Busa karena Limbah Kimia

Penyebab Sungai di Banyumas Dipenuhi Busa karena Limbah Kimia

Regional
Komisi IV Minta 6 Ketua RT di Babel Tak Ditahan dan Kegiatan Kapal Isap Dihentikan

Komisi IV Minta 6 Ketua RT di Babel Tak Ditahan dan Kegiatan Kapal Isap Dihentikan

Regional
Terperosok di Bekas Sumur yang Tertutup Banjir, Nenek 70 Tahun Tewas

Terperosok di Bekas Sumur yang Tertutup Banjir, Nenek 70 Tahun Tewas

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X