Dianggap Sebar Hoaks Corona, 2 Warga Disanksi Tempel Permintaan Maaf di 3 Kecamatan

Kompas.com - 02/06/2020, 19:23 WIB
Dua warga menempel pernyataan tertulis berisi permintaan maaf di tempat-tempat ramai pasca dinilai telah menyebarkan kabar tidak benar tentang kondisi kesehatan tetangganya pada masa pandemi Coronavirus Diseases 2019 (Covid-19). Dua warga itu dari Kalurahan Hargorejo, Kapanewon (kecamatan) Kokap, Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta. KOMPAS.COM/DANI JULIUSDua warga menempel pernyataan tertulis berisi permintaan maaf di tempat-tempat ramai pasca dinilai telah menyebarkan kabar tidak benar tentang kondisi kesehatan tetangganya pada masa pandemi Coronavirus Diseases 2019 (Covid-19). Dua warga itu dari Kalurahan Hargorejo, Kapanewon (kecamatan) Kokap, Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta.

KULON PROGO, KOMPAS.com - Sebagian pedagang masih belum pulang dari Pasar Kokap di Kapanewon Kokap, Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta, lantaran hari masih siang. 

Selagi masih banyak orang itu, tampak dua pria setengah baya menempel beberapa lembar kertas di beberapa sisi bagian pasar. 

Kedua warga itu, Tukijo, seorang petani usia 58 tahun asal Pedukuhan Gunungrego. Ia hari-hari memelihara kambing dan mencari pakan untuk ternaknya.

Baca juga: Empat Warga Kalbar Tersangka Hoaks Corona, Terancam 10 Tahun Penjara

 

Satu lagi Suwarjiyo (43), seorang Ketua RT 89 di  Pedukuhan Anjir. Mereka berasal dari kalurahan (desa) yang sama, Hargorejo, di Kokap. 

Ada saja pedagang di pasar yang mengenal mereka sempat bertanya aksi menempel itu. Keduanya pun menjelaskan maksud dan tujuannya.

“Intinya meminta maaf dari Pak Tukijo dan Warjiyo bahwa berita yang disampaikannya itu tidak benar,” kata Lurah Hargorejo, Adi Purnomo pada kesempatan berbeda, Selasa (2/6/2020).

Dua warga Hargorejo menjalani sanksi sosial akibat dinilai telah menyebar kabar bohong terkait tetangganya yang menunjukkan indikasi tertular Coronavirus Diseases 2019 (Covid-19). 

Kedua orang ini dianggap sudah mencemarkan nama tetangga yang kebetulan berbeda pedukuhan.

Suwarjiyo dan Tukijo pun lantas mesti menempel  permohonan maaf pada pihak yang merasa dicemarkan itu. 

Permintaan maaf itu diketik rapi, ditandatangani berdua, diperbanyak, dibikin seperti poster dan ditempel pada berbagai titik di tiga kapanewon, yakni Wates, Kokap dan Pengasih. Mereka memilih lokasi-lokasi ramai, seperti pasar. 

Halaman:


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Warga Kirimkan Susu untuk Balita Korban Penganiayaan Sadis di Medan

Warga Kirimkan Susu untuk Balita Korban Penganiayaan Sadis di Medan

Regional
Perempuan Pekerja Kafe Dibunuh dan Mayatnya Dibuang di Kolam Buaya, Ini Motif Pelaku

Perempuan Pekerja Kafe Dibunuh dan Mayatnya Dibuang di Kolam Buaya, Ini Motif Pelaku

Regional
Pengakuan Siswi SMP yang Menikah dengan Remaja 17 Tahun: Saya Bingung Mau Ngapain Lagi...

Pengakuan Siswi SMP yang Menikah dengan Remaja 17 Tahun: Saya Bingung Mau Ngapain Lagi...

Regional
Ibu Hamil Nyaris Melahirkan Saat Antre Pencairan BPUM di Bank

Ibu Hamil Nyaris Melahirkan Saat Antre Pencairan BPUM di Bank

Regional
5 Demonstran Jadi Tersangka Perusakan DPRD Jember, AMJ: Kami Minta Maaf, Mereka Bukan Bagian Kami

5 Demonstran Jadi Tersangka Perusakan DPRD Jember, AMJ: Kami Minta Maaf, Mereka Bukan Bagian Kami

Regional
Hubungan Asmara Tak Direstui, Gadis Penjual Kopi Nekat Gantung Diri

Hubungan Asmara Tak Direstui, Gadis Penjual Kopi Nekat Gantung Diri

Regional
Angin Kencang Terjang Kabupaten Timor Tengah Utara, 7 Rumah Warga Rusak Berat

Angin Kencang Terjang Kabupaten Timor Tengah Utara, 7 Rumah Warga Rusak Berat

Regional
Dianiaya Paman dan Bibi gara-gara Kencing, Balita 4 Tahun Ini Trauma, Menangis Jika Ketemu Orang Asing

Dianiaya Paman dan Bibi gara-gara Kencing, Balita 4 Tahun Ini Trauma, Menangis Jika Ketemu Orang Asing

Regional
Nasib Sial Pemandu Karaoke, Menolak Diantar Pulang Tamu, Malah Dipukuli Sampai Pingsan

Nasib Sial Pemandu Karaoke, Menolak Diantar Pulang Tamu, Malah Dipukuli Sampai Pingsan

Regional
Longsor Terjang Caringin Sukabumi, Mushala Hancur, 2 Rumah Rusak, Ada Retakan Tanah di Areal Persawahan

Longsor Terjang Caringin Sukabumi, Mushala Hancur, 2 Rumah Rusak, Ada Retakan Tanah di Areal Persawahan

Regional
Belajar dari Erupsi 2010, Warga Lereng Merapi Dirikan Komunitas Siaga

Belajar dari Erupsi 2010, Warga Lereng Merapi Dirikan Komunitas Siaga

Regional
'Saya Kaget Waktu Dengar Ada yang Jatuh, Ketika Dilihat Ternyata Orang'

"Saya Kaget Waktu Dengar Ada yang Jatuh, Ketika Dilihat Ternyata Orang"

Regional
Kakek 60 Tahun dengan Keterbelakangan Mental Tewas Dipukuli Pakai Bambu oleh Tetangganya

Kakek 60 Tahun dengan Keterbelakangan Mental Tewas Dipukuli Pakai Bambu oleh Tetangganya

Regional
Tersangka Perusakan Kantor Nasdem Makasar Bertambah, Jadi 13 Orang

Tersangka Perusakan Kantor Nasdem Makasar Bertambah, Jadi 13 Orang

Regional
KASN: Aparatur Sipil Negara yang Suami atau Istrinya Maju Pilkada Serentak Wajib Cuti

KASN: Aparatur Sipil Negara yang Suami atau Istrinya Maju Pilkada Serentak Wajib Cuti

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X