Kompas.com - 02/06/2020, 12:07 WIB
Jenazah salah seorang penambang emas di Desa Buluh Kuning, Kotabaru, Kalsel berhasil dievakuasi tim gabungan, Senin (1/2020) kemarin. BPBD KotabaruJenazah salah seorang penambang emas di Desa Buluh Kuning, Kotabaru, Kalsel berhasil dievakuasi tim gabungan, Senin (1/2020) kemarin.

KOMPAS.com - Bencana tanah longsor terjadi di area penambangan emas tradisonal di Desa Buluh Kuning, Kecamatan Sungai Durian, Kabupaten Kotabaru, Kalimantan Selatan, Senin (1/6/2020) pagi.

Akibat longsor tersebut, lima dari enam petambang ditemukan tewas tertimbun dan satu masih dalam pencarian.

Dikutip dari Antara, korban meninggal dunia yakni Pudin (25) warga Hulu Sungai Tengah, Purwadi/Dullah (30) Tanah laut, Didik wiyoni (36) Kotabaru, Prayitno (30) Kediri, Jatim, Iqbal (29) Tapin, dan Nardi (belum ditemukan).

"Total korban setelah pencarian dan penggalian selama seharian kemarin sudah lima orang yang ditemukan tewas, satu orang lainnya masih dalam pencarian," ujar Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kotabaru, Rusian Ahmadi Jaya saat dihubungi, Selasa (2/6/2020).

Baca juga: Ini Alasan Pemilik Buang Peti Mati di Sungai

Kata Rusian, saat proses evakuasi terhadap para korban yang tertimbun longsor sangat sulit dilakukan. Karena lokasi tambang yang jauh dan membutuhkan waktu lima jam perjalanan dengan berjalan kaki.

Selain medan yang cukup sulit, sambung Rusian, tim evakuasi juga kesulitan berkomuniksi dengan tim di lokasi tambang.

"Tidak ada komunikasi sama sekali, untuk mengevakuasi satu jenazah saja butuh waktu enam jam. Pagi kejadian, siang baru masuk mayat satu orang," ucapnya.

Baca juga: Longsor Tambang Emas di Kalsel, 5 Petambang Tewas Tertimbun

 

Kata Rusian, lokasi tambang emas tersebut merupakan tambang ilegal. Ia pun berharap kepada dinas terkait untuk menutup tambang itu karena sudah banyak menelan korban jiwa.

"Makanya kita minta ditutup agar tidak ada kejadian seperti ini lagi," tegasnya.

Sementara itu, Kepala Desa Buluh Kuning, M Ilmi Darlan mengatakan, satu dari lima korban longsor tersebut merupakan warganya, sementara empat lainnya merupakan warga pendatang.

"Satu warga Desa Buluh Kuning, empat orang pendatang," katanya dikutip dari Banjarmasinpost.co.id.

Baca juga: Seorang Ayah Setubuhi 2 Anak Tirinya hingga Hamil, Terbongkar Saat Ditanya Nenek

 

(Penulis Kontributor Banjarmasin, Andi Muhammad Haswar | Editor Teuku Muhammad Valdy Arief)/AntaraBanjarmasinpost



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Salurkan Bantuan untuk Korban Banjir Bandang NTT, Ganjar: Ini Bagian dari Spirit Kebersamaan Kita

Salurkan Bantuan untuk Korban Banjir Bandang NTT, Ganjar: Ini Bagian dari Spirit Kebersamaan Kita

Regional
Ingin Kompetensi Masyarakat Berkembang, Pemprov Jabar Dukung Program Kartu Prakerja

Ingin Kompetensi Masyarakat Berkembang, Pemprov Jabar Dukung Program Kartu Prakerja

Regional
Hadiri Rakerda Jabar Bergerak, Kang Emil: Terus Jalankan Regenerasi

Hadiri Rakerda Jabar Bergerak, Kang Emil: Terus Jalankan Regenerasi

Regional
Ceramah Ramadhan Tak Boleh Lama-lama, Materi Ceramah Akan Diatur Pemda

Ceramah Ramadhan Tak Boleh Lama-lama, Materi Ceramah Akan Diatur Pemda

Regional
Dedi Mulyadi Menangis Dapati Seorang Ibu Tua Melamun Tak Punya Beras

Dedi Mulyadi Menangis Dapati Seorang Ibu Tua Melamun Tak Punya Beras

Regional
Cegah Kerumunan, Prosesi Dugderan di Kota Semarang Berjalan Sederhana

Cegah Kerumunan, Prosesi Dugderan di Kota Semarang Berjalan Sederhana

Regional
Ajak Masyarakat Hormati Orang Tua, Ridwan Kamil: Jangan Sampai Ada Lansia Terlantar

Ajak Masyarakat Hormati Orang Tua, Ridwan Kamil: Jangan Sampai Ada Lansia Terlantar

Regional
Jadi Percontohan Nasional, Seleksi Anggota Paskibraka Jateng Gandeng BPIP

Jadi Percontohan Nasional, Seleksi Anggota Paskibraka Jateng Gandeng BPIP

Regional
Gerakan Perekonomian Jabar, Disparbud Setempat Gelar Gekraf 2021

Gerakan Perekonomian Jabar, Disparbud Setempat Gelar Gekraf 2021

Regional
Khawatir Krisis Pangan, Wagub Jabar Minta Petani Tidak Alih Fungsikan Sawah

Khawatir Krisis Pangan, Wagub Jabar Minta Petani Tidak Alih Fungsikan Sawah

Regional
Teken MoU dengan Tourism Malaysia, Jaswita Jabar: Kerja Sama Ini Menguntungkan

Teken MoU dengan Tourism Malaysia, Jaswita Jabar: Kerja Sama Ini Menguntungkan

Regional
Tinjau Penataan Kawasan Candi Borobudur, Ganjar: Progresnya Bagus

Tinjau Penataan Kawasan Candi Borobudur, Ganjar: Progresnya Bagus

Regional
Bebas Penyakit Frambusia, Kota Madiun Raih Penghargaan dari Kemenkes

Bebas Penyakit Frambusia, Kota Madiun Raih Penghargaan dari Kemenkes

Regional
Begini Respons Wali Kota Maidi Usai Dapat Penghargaan Pembina K3 Terbaik

Begini Respons Wali Kota Maidi Usai Dapat Penghargaan Pembina K3 Terbaik

Regional
Program Pemberdayan Hidroponik di Sulsel Diapresiasi Dompet Dhuafa, Mengapa?

Program Pemberdayan Hidroponik di Sulsel Diapresiasi Dompet Dhuafa, Mengapa?

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X