DPRK Bener Meriah Dinilai Terburu-buru Minta Bupati Buat Pengunduran Diri Tertulis

Kompas.com - 27/05/2020, 22:07 WIB
Salinan surat dari DPRK Bener Meriah kepada bupati terkait pengunduran diri yang diterima Kompas.com, Rabu (7/5/2020). KOMPAS.com/ IWAN BAHAGIA SPSalinan surat dari DPRK Bener Meriah kepada bupati terkait pengunduran diri yang diterima Kompas.com, Rabu (7/5/2020).

BENER MERIAH, KOMPAS.com - Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Jaringan Anti Korusi Gayo (Jang-ko), mempertanyakan sikap DPRK yang terkesan buru-buru meminta Sarkawi menuliskan surat pernyataan pengunduran diri dari jabatan sebagai Bupati Bener Meriah.

Sebab, Jangko mendapati surat dari Fraksi Gabungan Gerakan Nurani Nasional (FG-GNN) tertanggal 25 Mei.

"Kami mempertanyakan, mengapa surat itu dikirim pada hari kedua libur Idul Fitri, tanpa memberikan waktu mempersiapkan diri. Padahal, Sarkawi mundur karena alasan medis," kata Koordinator Ketua LSM Jangko, Maharadi, saat ditemui Kompas.com, Rabu (27/5/2020).

Maharadi menilai, ada kejanggalan saat fraksi dewan yang bersepakat pada hari kedua Idul Fitri.

Baca juga: Dinasihati Ulama, Sarkawi Pikir-pikir untuk Mundur sebagai Bupati Bener Meriah

Apalagi, fraksi dianggap mendesak Ketua DPRK Bener Meriah untuk menyurati Sarkawi guna mempertanyakan surat pengunduran diri sebagai kepala daerah.

Sebab, Sarkawi terlebih dahulu mengucapkan kata mundur dari kursi bupati pada 24 Mei lalu.

"Ini ada indikasi apa? Padahal, dalam pemberitaan jelas Sarkawi akan menyurati Mendagri melalui Plt Gubernur pada saat masuk kerja. Kok malah disurati lebih awal. Itu kan tanggal merah. Pegawai juga libur," sebut Maharadi.

Dia menduga masalah ini dilatar belakangi oleh persoalan calon wakil bupati yang belum resmi dibahas sejak Sarkawi dilantik pada 30 April 2020.

"Kami sempat mempertanyakan kepada bupati, ternyata pada 27 Januari 2020 ada surat yang dilayangan bupati meminta nama wakil kepada partai pengusung. Tapi, belum dijawab. Kemudian, disusul 29 April 2020, tidak ada nama sampai sekarang," sebut Maharadi, sembari menambahkan penggodokan wakil bupati menjadi tanggung jawab partai pendukung.

Pihaknya meminta Sarkawi juga mempertimbangkan segala ucapannya kepada masyarakat Bener Meriah maupun media massa.

Halaman:


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Fakta Bocah 10 Tahun Dibunuh lalu Diperkosa, Pelaku Ternyata Masih Ada Hubungan Keluarga dengan Korban

Fakta Bocah 10 Tahun Dibunuh lalu Diperkosa, Pelaku Ternyata Masih Ada Hubungan Keluarga dengan Korban

Regional
Curhat Nakes Terpapar Covid-19 yang Bikin Gugus Tugas Syok: Bersihkan Tempat Tidur hingga Beli Vitamin Sendiri

Curhat Nakes Terpapar Covid-19 yang Bikin Gugus Tugas Syok: Bersihkan Tempat Tidur hingga Beli Vitamin Sendiri

Regional
Jejak Hewan Liar di Jalur Pendakian Semeru, Macan Tutul Jawa atau Anjing Hutan?

Jejak Hewan Liar di Jalur Pendakian Semeru, Macan Tutul Jawa atau Anjing Hutan?

Regional
Lunasi Utang Pilkada Rp 1 M, Mantan Calon Bupati Ngaku Kepepet Edarkan Uang Palsu

Lunasi Utang Pilkada Rp 1 M, Mantan Calon Bupati Ngaku Kepepet Edarkan Uang Palsu

Regional
Jadi Korban Order Fiktif, Pengemudi Ojol Dapat Ganti Rugi dari GrabFood

Jadi Korban Order Fiktif, Pengemudi Ojol Dapat Ganti Rugi dari GrabFood

Regional
Kronologi Seorang Perempuan di Makassar Dikeroyok Tetangga gegara Status Facebook, Pelaku Ditangkap

Kronologi Seorang Perempuan di Makassar Dikeroyok Tetangga gegara Status Facebook, Pelaku Ditangkap

Regional
Kasus Meningkat, RSUD Banten Kembali Dijadikan Pusat Rujukan

Kasus Meningkat, RSUD Banten Kembali Dijadikan Pusat Rujukan

Regional
Sekda DIY Sebut Tambang Liar Rugikan Daerah karena Tak Terkontrol

Sekda DIY Sebut Tambang Liar Rugikan Daerah karena Tak Terkontrol

Regional
Penderita Covid-19 di Salatiga Berasal dari Penularan Luar Daerah

Penderita Covid-19 di Salatiga Berasal dari Penularan Luar Daerah

Regional
38 Karyawan RSUP Soeradji Klaten Sembuh, 12 Orang Sudah Kembali Bekerja

38 Karyawan RSUP Soeradji Klaten Sembuh, 12 Orang Sudah Kembali Bekerja

Regional
Mayat Perempuan Tanpa Busana Mengambang di Kali Bugen Semarang

Mayat Perempuan Tanpa Busana Mengambang di Kali Bugen Semarang

Regional
Kota Kupang Berubah Jadi Zona Cokelat Covid-19, ASN Diwajibkan WFH

Kota Kupang Berubah Jadi Zona Cokelat Covid-19, ASN Diwajibkan WFH

Regional
Kecelakaan Beruntun Truk Elpiji, Honda Jazz, dan Motor, Satu Orang Tewas, 3 Luka

Kecelakaan Beruntun Truk Elpiji, Honda Jazz, dan Motor, Satu Orang Tewas, 3 Luka

Regional
Satu Pegawai Positif Covid-19, Kantor Disdukcapil Blora Tutup Sepekan

Satu Pegawai Positif Covid-19, Kantor Disdukcapil Blora Tutup Sepekan

Regional
Hujan Disertai Angin Kencang Landa Bogor, Rumah Rusak dan Kendaraan Terguling

Hujan Disertai Angin Kencang Landa Bogor, Rumah Rusak dan Kendaraan Terguling

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X