Bahar Dipindah ke Nusakambangan, Kuasa Hukum Sebut Berlebihan

Kompas.com - 20/05/2020, 16:30 WIB
Puluhan orang melakukan aksi protes penahanan Bahar bin Smith di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Khusus Kelas llA Gunung Sindur, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, pada Selasa (19/5/2020). KOMPAS.COM/AFDHALUL IKHSANPuluhan orang melakukan aksi protes penahanan Bahar bin Smith di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Khusus Kelas llA Gunung Sindur, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, pada Selasa (19/5/2020).

KABUPATEN BOGOR, KOMPAS.com - Kuasa hukum Bahar bin Smith, Aziz Yanuar menanggapi pemindahan kliennya yang belum genap 24 jam menghuni Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Gunung Sindur, Bogor, Jawa Barat, Selasa (19/5/2020) kemarin.

Aziz mengaku bahwa pemindahan ke Lapas Kelas 1 Batu Nusakambangan, Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah, sangat berlebihan dan subjektif.

Baca juga: Bahar Dipindah ke Nusakambangan, Pendukung Rusak Pagar Lapas Gunung Sindur

Menurutnya, hal itu terkesan sarat mengandung kepentingan politik dan menjadi alat untuk mengalihkan isu.

"Seperti saya katakan kemarin treatment terhadap Bahar bin Smith ini sangat berlebihan dan subjektif. Bahkan sudah sangat menjurus ke arah memanfaatkan untuk kepentingan politik," tulis Aziz dalam keterangan tertulisnya, Rabu (20/05/2020).

Aziz juga sangat menyayangkan sikap dari pihak Lapas Gunung Sindur yang seharusnya memahami dan mendengarkan para simpatisan pendukung.

Menurutnya, tujuan datang ke Lapas hanya ingin memastikan kondisi kesehatan Bahar dan meminta penjelasan terkait penjemputan paksa di Pondok Pesantren Tajul Alawiyyin, Desa Pabuaran, Kecamatan Kemang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Selasa dini hari.

"Sebenarnya sederhana kok, mereka hanya ingin dapat perlakuan baik yang dibuktikan dengan dapat dilihat sejenak oleh keluarga dan pengacara. Sederhanakan, butuh hanya 2 menit pagi kemarin," terangnya.

Ia juga memastikan, bila saja hak kliennya dipenuhi untuk didampingi kuasa hukum maka tak akan ada massa datang melakukan aksi.

"Saya jamin tidak akan ada massa datang melakukan aksi (kemarin), andai saja saat itu Bahar didampingi kuasa hukum dan mendapat perlakuan baik selama di tahanan, bayangkan saja Rabu dini hari saat dipindahkan baru boleh dilihat," paparnya.

Ia menilai, tindakan pihak Lapas Gunung Sindur malah terkesan arogan karena menolak pihak keluarga maupun kuasa hukum untuk menjenguk walau hanya sebentar.

"Adanya mereka (aksi massa) ini adalah sebagai respon dari sikap Lapas Gunung Sindur, masa akibatnya ditanggung oleh Bahar. Ini sangat konyol, arogan dan menunjukkan mental tiran dan mental 'sultan' anti kritik bukan malah sebaliknya mental melayani dan pengayoman sebagaimana slogan nya," jelasnya.

Baca juga: Bahar bin Smith Tempati Lapas One Man One Cell di Nusakambangan

Sebelumnya diberitakan, penahanan kembali terpidana kasus penganiayaan dua remaja, Bahar bin Smith di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Khusus Kelas llA Gunung Sindur, mendapat protes dari puluhan simpatisan Bahar, pada Selasa (19/5/2020).

Dalam aksi itu, puluhan massa sempat bersitegang dengan kuasa petugas keamanan lapas hingga akhirnya pintu gerbang lapas berhasil didobrak lantaran tuntutan mereka tidak terpenuhi.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Diminta Komentar Setahun Jokowi-Ma'ruf, Edy Rahmayadi: Aduh, Ini yang Paling Berat...

Diminta Komentar Setahun Jokowi-Ma'ruf, Edy Rahmayadi: Aduh, Ini yang Paling Berat...

Regional
Viral, Acara Motor dengan 500 Peserta di Mal, Abaikan Protokol Kesehatan

Viral, Acara Motor dengan 500 Peserta di Mal, Abaikan Protokol Kesehatan

Regional
Begini Penampakan Wajah Paslon di Surat Suara Pilkada Cianjur 2020

Begini Penampakan Wajah Paslon di Surat Suara Pilkada Cianjur 2020

Regional
Sungai Meluap Akibat Hujan, Sejumlah Wilayah di Bandung Banjir, Ini Faktanya

Sungai Meluap Akibat Hujan, Sejumlah Wilayah di Bandung Banjir, Ini Faktanya

Regional
Penanganan Covid-19 Jadi Materi Debat Perdana Kandidat Pilkada Solo

Penanganan Covid-19 Jadi Materi Debat Perdana Kandidat Pilkada Solo

Regional
Cara Ridwan Kamil Bantu UMKM Saat Pandemi: Promosikan di Medsos hingga Ikut Desain Kemasan

Cara Ridwan Kamil Bantu UMKM Saat Pandemi: Promosikan di Medsos hingga Ikut Desain Kemasan

Regional
Berkas Kasus Dugaan Pemukulan Pelajar di Sinjai Tengah Dinyatakan Lengkap

Berkas Kasus Dugaan Pemukulan Pelajar di Sinjai Tengah Dinyatakan Lengkap

Regional
Macan Tutul Jawa yang Ditemukan Terluka di Saung Petani Ciwidey Akhirnya Mati

Macan Tutul Jawa yang Ditemukan Terluka di Saung Petani Ciwidey Akhirnya Mati

Regional
Menara Pengusung Mayat Setinggi 11 Meter Roboh Timpa Rumah Warga

Menara Pengusung Mayat Setinggi 11 Meter Roboh Timpa Rumah Warga

Regional
Berkas Lengkap, Penusuk Syekh Ali Jaber Dilimpahkan ke Kejaksaan

Berkas Lengkap, Penusuk Syekh Ali Jaber Dilimpahkan ke Kejaksaan

Regional
BPPTKG Sebut Erupsi Merapi Selanjutnya Makin Dekat, Tak Sebesar Letusan 2010

BPPTKG Sebut Erupsi Merapi Selanjutnya Makin Dekat, Tak Sebesar Letusan 2010

Regional
Pasca-viral Video Para Santri Bersorak Dijemput Petugas Ber-APD, Pengelola: Kalau Imunitas Bagus Pasti Sehat Lagi

Pasca-viral Video Para Santri Bersorak Dijemput Petugas Ber-APD, Pengelola: Kalau Imunitas Bagus Pasti Sehat Lagi

Regional
Mayat Perempuan Ditemukan di Pinggir Sungai, Polisi: Diperkirakan Meninggal 15 Hari Lalu

Mayat Perempuan Ditemukan di Pinggir Sungai, Polisi: Diperkirakan Meninggal 15 Hari Lalu

Regional
Pria yang Bacok Anggota DPRD Jeneponto Dijerat Pasal Berlapis

Pria yang Bacok Anggota DPRD Jeneponto Dijerat Pasal Berlapis

Regional
Tambang Batu di Ngawi Longsor, Sukimin Tewas Tertimbun

Tambang Batu di Ngawi Longsor, Sukimin Tewas Tertimbun

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X