Kompas.com - 18/05/2020, 19:41 WIB
Wali Kota Tasikmalaya Budi Budiman. KOMPAS.COM/IRWAN NUGRAHAWali Kota Tasikmalaya Budi Budiman.

TASIKMALAYA, KOMPAS.com - Pemerintah Kota Tasikmalaya memutuskan akan memperpanjang masa pembatasan sosial berskala besar (PSBB) sampai 10 hari ke depan tepatnya mulai tanggal 20 sampai 29 Mei 2020 mendatang.

PSBB tahap pertama sendiri akan berakhir besok Selasa (19/5/2020), yang sebelumnya dilaksanakan sejak tanggal 6 Mei lalu. 

"Setelah hasil rapat koordinasi hari ini, PSBB Jabar di Kota Tasikmalaya telah ditetapkan akan diperpanjang selama 10 hari ke depan sampai tanggal 29 Mei mendatang. Alasannya, status Kota Tasikmalaya saat ini berada di level 4 atau zona merah masa PSBB pun akan menyesuaikan dengan berakhirnya tanggap darurat BNPB pusat," jelas Wali Kota Tasikmalaya, Budi Budiman, kepada wartawan, Senin (18/5/2020).

Baca juga: Puskesmas Tamansari Jadi Klaster Lokal Baru Corona di Tasikmalaya

Budi menambahkan, hasil evaluasi PSBB kabupaten/kota di seluruh Jabar diputuskan Kota Tasikmalaya masuk ke dalam zona merah atau level 4. Rekomendasi untuk daerah zona merah adalah melanjutkan PSBB secara penuh.

Pihaknya pun akan melaksanakan masa PSBB tahap kedua ini waktunya lewat sampai hari H Lebaran.

"Pada akhir masa PSBB tahap pertama sekarang, Kota Tasikmalaya menemukan 4 kasus reaktif dan penambahan 2 orang positif corona. Termasuk 4 reaktif hasil RDT pegawai Puskesmas Tamansari sampai operasionalnya ditutup selama 14 hari ke depan," tambah Budi.

Meski demikian, tambah Budi, secara garis besar pihaknya telah mampu mengurangi penyebaran corona dengan sudah tidak adanya pasien dalam pengawasan (PDP).

Namun, penilaian status Kota Tasikmalaya setelah PSBB tahap pertama masuk zona merah bersama 13 kabupaten/kota lainnya di Jawa Barat.

"Karena itu kita perpanjang. Saya sudah berkirim surat dengan Gubernur agar langsung diperpanjang," tambah Budi.

Baca juga: Pemudik yang Nekat ke Tasikmalaya Akan Dipulangkan ke Daerah Asal

Budi meminta kepada masyarakat Kota Tasikmalaya untuk tetap waspada akan bahaya wabah corona.

Soalnya, status Kota Tasikmalaya masih belum posisi aman tapi diharapkan warga beraktifitas dengan selalu menjalankan sesuai protokol kesehatan dan anjuran pemerintah.

"Kita sekarang masih dalam posisi tidak aman. Karena di Jawa Barat ada 14 daerah yang zona merah. Kita masih masuk di zona merah," ujar dia.

Sebelumnya, Menjelang berakhirnya masa pembatasan sosial berskala besar (PSBB) Jawa Barat di Kota Tasikmalaya, terdapat penambahan kasus reaktif hasil rapid test corona sebanyak 4 orang.

Halaman Selanjutnya
Halaman:
Baca tentang


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Hari Pertama Lebaran, Bobby dan Kahiyang Datangi Lokasi Banjir Luapan Sungai Deli

Hari Pertama Lebaran, Bobby dan Kahiyang Datangi Lokasi Banjir Luapan Sungai Deli

Regional
Gelar Open House Virtual, Ganjar Sapa Warga Jateng di Banten hingga Sudan

Gelar Open House Virtual, Ganjar Sapa Warga Jateng di Banten hingga Sudan

Regional
Penyakit Syaraf Kambuh, Bupati Bener Meriah Dilarikan ke Medan

Penyakit Syaraf Kambuh, Bupati Bener Meriah Dilarikan ke Medan

Regional
H-1 Lebaran, Mensos Berikan Santunan Rp 285 Juta Kepada Korban Longsor di Solok

H-1 Lebaran, Mensos Berikan Santunan Rp 285 Juta Kepada Korban Longsor di Solok

Regional
12 Korban Tewas Longsor di Tapanuli Selatan Dapat Santunan Rp 180 Juta dari Kemensos

12 Korban Tewas Longsor di Tapanuli Selatan Dapat Santunan Rp 180 Juta dari Kemensos

Regional
Batasi Akses Keluar Masuk Medan, Walkot Bobby Tinjau Lokasi Penyekatan

Batasi Akses Keluar Masuk Medan, Walkot Bobby Tinjau Lokasi Penyekatan

Regional
Kabel Optik Telkom Sarmi-Biak Terputus, Pemprov Papua Tetap Upayakan Layanan E-Government

Kabel Optik Telkom Sarmi-Biak Terputus, Pemprov Papua Tetap Upayakan Layanan E-Government

Regional
Warga Kampung Nelayan Keluhkan Banjir, Walkot Bobby Instruksikan Bangun Tanggul

Warga Kampung Nelayan Keluhkan Banjir, Walkot Bobby Instruksikan Bangun Tanggul

Regional
Ridwan Kamil Lelang 4 Paket Premium Produk Kolaborasi Bersama Merek Lokal

Ridwan Kamil Lelang 4 Paket Premium Produk Kolaborasi Bersama Merek Lokal

Regional
Jelang PON XX 2021, Pemprov Papua Buat Tim Kecil untuk Koordinasi

Jelang PON XX 2021, Pemprov Papua Buat Tim Kecil untuk Koordinasi

Regional
Polemik Karantina WNI, Bobby Sesalkan Informasi Tidak Benar dari Pemprov Sumut

Polemik Karantina WNI, Bobby Sesalkan Informasi Tidak Benar dari Pemprov Sumut

Regional
Jelang Lebaran, Dompet Dhuafa Fasilitasi Pernikahan Santri Muallaf di Tangsel

Jelang Lebaran, Dompet Dhuafa Fasilitasi Pernikahan Santri Muallaf di Tangsel

Regional
Ganjar Yakin Masjid Agung Purwokerto Bakal Jadi 'Landscape' Menarik

Ganjar Yakin Masjid Agung Purwokerto Bakal Jadi "Landscape" Menarik

Regional
Soal Kisruh Lokasi Karantina dengan Gubernur Sumut, Bobby: Pemkot Medan Ingin Kejelasan

Soal Kisruh Lokasi Karantina dengan Gubernur Sumut, Bobby: Pemkot Medan Ingin Kejelasan

Regional
Bangun SDM Wonogiri, Bupati Jekek Tuangkan Program Besarnya pada RPJMD 2021-2026

Bangun SDM Wonogiri, Bupati Jekek Tuangkan Program Besarnya pada RPJMD 2021-2026

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X