Kompas.com - 08/05/2020, 16:32 WIB
Suyadi (49) seorang tukang cukur rambut keliling saat melayani pelanggan menggunakan Alat Pelindung Diri (APD) lengkap layaknya tenaga medis di Surabaya, Jumat (8/5/2020). SURYA.CO.ID/Ahmad Zaimul HaqSuyadi (49) seorang tukang cukur rambut keliling saat melayani pelanggan menggunakan Alat Pelindung Diri (APD) lengkap layaknya tenaga medis di Surabaya, Jumat (8/5/2020).

KOMPAS.com - Wabah Covid-19 berdampak bagi banyak orang, tak terkecuali Suyadi, warga asal Surabaya, Jawa Timur.

Suyadi mencoba bertahan di tengah pandemi dengan beralih profesi menjadi tukang cukur rambut kelililing di Surabaya.

Dengan mengenakan baju hazmat layaknya tenaga medis, Suyadi berkeliling menawarkan jasanya.

“Sebelumnya saya bekerja di salah satu perusahaan di Surabaya yang sekarang harus di rumahkan karena wabah virus corona. Terus kepikiran untuk membuka jasa potong rambut menggunakan APD untuk sama-sama menjaga agar tidak menularkan virus,” ujar Suyadi dikutip dari Surya.co.id, Jumat (8/5/2020).

Baca juga: Gara-gara Corona, Pemkab Mimika Usul ke Jokowi Tutup Sementara Operasional Freeport

Tampil mengenakan hazmat, face shield, dan masker saat berkeliling rupanya menjadi daya tarik masyarakat untuk memanfaatkan jasa cukur rambut Suyadi.

Dalam sehari, Suyadi bisa mendapat pelanggan 10 hingga 15 orang.

Sebelum pakai APD lengkap seperti saat ini, dalam sehari Suyadi hanya bisa mendapatkan 1 sampai 2 satu pelanggan saja.

Untuk potong rambut pria Suyadi mematok harga Rp 10.000 dan anak-anak Rp 8.000.

Sedangkan wanita dipatok Rp 10.000 hingga Rp 12.000.

Baca juga: Viral, Video Kakek PDP Covid-19 Ngamuk, Tarik Pintu Coba Kabur dari Ruang Isolasi

Meski di tengah wabah, Suyadi tak mematok harga mahal untuk jasanya.

 

Hal ini sebagai bentuk membantu sesama lewat kemampuan yang dia miliki.

Memberikan kenyamanan pelanggan dengan mengenakan APD lengkap untuk menghindari penularan Covid 19, rupanya diapresiasi oleh salah seorang pelanggannya, Putra.

Putra mengatakan, meski mengenakan busana yang tak lazim, tapi Suyadi tetap melakukan pekerjaannya dengan baik.

"Kreatif, walaupun pakai APD tapi cukurannya tetap rapi," kata Putra.

Artikel ini telah tayang di surya.co.id dengan judul: Bertahan di Tengah Pandemi Covid-19, Tukang Cukur di Surabaya Pakai APD Lengkap Layani Pelanggan



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Pembangunan Kereta Cepat Sudah 70 Persen, Kang Emil: Perlu Dibangun Flyover

Pembangunan Kereta Cepat Sudah 70 Persen, Kang Emil: Perlu Dibangun Flyover

Regional
Salurkan Bantuan untuk Korban Banjir Bandang NTT, Ganjar: Ini Bagian dari Spirit Kebersamaan Kita

Salurkan Bantuan untuk Korban Banjir Bandang NTT, Ganjar: Ini Bagian dari Spirit Kebersamaan Kita

Regional
Ingin Kompetensi Masyarakat Berkembang, Pemprov Jabar Dukung Program Kartu Prakerja

Ingin Kompetensi Masyarakat Berkembang, Pemprov Jabar Dukung Program Kartu Prakerja

Regional
Hadiri Rakerda Jabar Bergerak, Kang Emil: Terus Jalankan Regenerasi

Hadiri Rakerda Jabar Bergerak, Kang Emil: Terus Jalankan Regenerasi

Regional
Ceramah Ramadhan Tak Boleh Lama-lama, Materi Ceramah Akan Diatur Pemda

Ceramah Ramadhan Tak Boleh Lama-lama, Materi Ceramah Akan Diatur Pemda

Regional
Dedi Mulyadi Menangis Dapati Seorang Ibu Tua Melamun Tak Punya Beras

Dedi Mulyadi Menangis Dapati Seorang Ibu Tua Melamun Tak Punya Beras

Regional
Cegah Kerumunan, Prosesi Dugderan di Kota Semarang Berjalan Sederhana

Cegah Kerumunan, Prosesi Dugderan di Kota Semarang Berjalan Sederhana

Regional
Ajak Masyarakat Hormati Orang Tua, Ridwan Kamil: Jangan Sampai Ada Lansia Terlantar

Ajak Masyarakat Hormati Orang Tua, Ridwan Kamil: Jangan Sampai Ada Lansia Terlantar

Regional
Jadi Percontohan Nasional, Seleksi Anggota Paskibraka Jateng Gandeng BPIP

Jadi Percontohan Nasional, Seleksi Anggota Paskibraka Jateng Gandeng BPIP

Regional
Gerakan Perekonomian Jabar, Disparbud Setempat Gelar Gekraf 2021

Gerakan Perekonomian Jabar, Disparbud Setempat Gelar Gekraf 2021

Regional
Khawatir Krisis Pangan, Wagub Jabar Minta Petani Tidak Alih Fungsikan Sawah

Khawatir Krisis Pangan, Wagub Jabar Minta Petani Tidak Alih Fungsikan Sawah

Regional
Teken MoU dengan Tourism Malaysia, Jaswita Jabar: Kerja Sama Ini Menguntungkan

Teken MoU dengan Tourism Malaysia, Jaswita Jabar: Kerja Sama Ini Menguntungkan

Regional
Tinjau Penataan Kawasan Candi Borobudur, Ganjar: Progresnya Bagus

Tinjau Penataan Kawasan Candi Borobudur, Ganjar: Progresnya Bagus

Regional
Bebas Penyakit Frambusia, Kota Madiun Raih Penghargaan dari Kemenkes

Bebas Penyakit Frambusia, Kota Madiun Raih Penghargaan dari Kemenkes

Regional
Begini Respons Wali Kota Maidi Usai Dapat Penghargaan Pembina K3 Terbaik

Begini Respons Wali Kota Maidi Usai Dapat Penghargaan Pembina K3 Terbaik

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X