Saat PSBB Jabar Berlaku 6 Mei, Cianjur Hanya Berlakukan PSBB Parsial di 18 Kecamatan

Kompas.com - 04/05/2020, 08:36 WIB
Sejumlah petugas menyekat akses masuk ke pusat perbelanjaan di Kabupaten Cianjur, Jawa Barat. Penyekatan akan terus ditingkatkan seiring dengan pemberlakukan PSBB parsial di Cianjur yang akan mulai dilaksanakan Rabu (6/5/2020). IstimewaSejumlah petugas menyekat akses masuk ke pusat perbelanjaan di Kabupaten Cianjur, Jawa Barat. Penyekatan akan terus ditingkatkan seiring dengan pemberlakukan PSBB parsial di Cianjur yang akan mulai dilaksanakan Rabu (6/5/2020).

CIANJUR, KOMPAS.com - Pemerintah Kabupaten Cianjur akan melaksanakan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) secara parsial di 18 wilayah kecamatan.

Rencana tersebut merupakan bagian dari agenda PSBB Provinsi Jawa Barat yang akan dilaksanakan secara serentak di 17 kota/kabupaten, terhitung sejak Rabu (6/5/2020) hingga 14 hari ke depan.

Plt Bupati Cianjur Herman Suherman mengatakan, pihaknya memilih PSBB parsial mengingat masih banyak kecamatan yang zona hijau.

"Pak gubernur sudah menyetujuinya. Cianjur akan PSBB parsial. Bahkan, beberapa kota/kabupaten lain ada yang ikut seperti Cianjur (PSBB parsial)," kata Herman kepada Kompas.com di Pendopo Cianjur, Minggu (3/5/2020).

Baca juga: Lahirkan Bayi Kembar, Ibu di Cianjur Meninggal Positif Covid-19, Sang Dokter Ikut Terpapar

Disebutkan, kecamatan-kecamatan yang akan PSBB berdasarkan beberapa kriteria, yakni kecamatan yang padat penduduk, yang paling banyak kasus ODP dan PDP, serta yang berbatasan langsung dengan kota/kabupaten zona merah.

“Termasuk kecamatan-kecamatan yang paling banyak pemudiknya,” ujar dia.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Dari pemetaan tersebut, dari 32 kecamatan, sebanyak 16 kecamatan mulai dari Cibeber ke arah utara, dan 2 kecamatan di selatan akan diterapkan PSBB.

“Di wilayah selatan ada dua kecamatan, Cidaun dan Agrabinta, karena di dua wilayah itu banyak ODP seiring banyaknya yang pulang (pemudik),” ucap Herman.

Baca juga: Bayi Bernama Corona di Cianjur, Bukan Bermakna Virus, Ini Arti Namanya

Terkait mekanisme pelaksanaannya, dikatakan Herman, masih menunggu regulasi dari gubernur. Namun, lebih jauh sama persis sama denga PSBB yang telah dilaksanakan di sejumlah tempat, seperti di Bandung Raya, Bogor dan kota lainnya.

“Selama PSBB akan dilakukan penyekatan di batas-batas wilayah dan akses-akses masuk ke pusat pertokoan dan keramaian. Penyemprotan, droping sembako, dan pendirian dapur umum,” kata Herman.

Herman berharap, dengan pemberlakukan PSBB selama 14 hari grafik kasus Covid-19 di Kabupaten Cianjur bisa turun drastis.

“Namun, dibandingkan kota/kabupaten lain, grafik kita ini tipis, karena selama ini Cianjur sebenarnya sudah melaksanakan protokol Covid-19,” imbuhnya.

Halaman:
Baca tentang


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Pemkab Tanah Bambu Minta Perusahaan Tambang Berpartisipasi dalam Pembangunan Daerah

Pemkab Tanah Bambu Minta Perusahaan Tambang Berpartisipasi dalam Pembangunan Daerah

Regional
Kejar Target Vaksinasi Dosis Kedua, Pemkab Lakukan Home Visit di 25 Kecamatan

Kejar Target Vaksinasi Dosis Kedua, Pemkab Lakukan Home Visit di 25 Kecamatan

Regional
Gelar Sosialisasi Sinergi APIP dan APH, Pemkab Luwu Utara Berkomitmen Ciptakan Pemerintahan Bersih

Gelar Sosialisasi Sinergi APIP dan APH, Pemkab Luwu Utara Berkomitmen Ciptakan Pemerintahan Bersih

Regional
Antisipasi Kelangkaan Pupuk Bersubsidi, Bupati Jekek Berharap Petani Kembangkan Modifikasi dan Inovasi

Antisipasi Kelangkaan Pupuk Bersubsidi, Bupati Jekek Berharap Petani Kembangkan Modifikasi dan Inovasi

Regional
Sebanyak 300 Pesepeda Gunung Ramaikan Event Wonderful Rongkong

Sebanyak 300 Pesepeda Gunung Ramaikan Event Wonderful Rongkong

Regional
Banjir Bandang Terjang Garut, JQR Dirikan Dapur Umum untuk Pengungsi dan Relawan

Banjir Bandang Terjang Garut, JQR Dirikan Dapur Umum untuk Pengungsi dan Relawan

Regional
Peringati HMPI dan BMPN, Perguruan Islam Al Syukro Dompet Dhuafa Tanam 1.000 Bibit Pohon

Peringati HMPI dan BMPN, Perguruan Islam Al Syukro Dompet Dhuafa Tanam 1.000 Bibit Pohon

Regional
Lika-liku Perjalanan Warga Desa Wanagiri di Bali untuk Mencari Air Bersih

Lika-liku Perjalanan Warga Desa Wanagiri di Bali untuk Mencari Air Bersih

Regional
ASN Dilarang Ambil Cuti Saat Libur Nataru, Kang Emil: Taat Saja

ASN Dilarang Ambil Cuti Saat Libur Nataru, Kang Emil: Taat Saja

Regional
Terobosan Walkot Bobby Dorong UMKM Naik Kelas di Medan

Terobosan Walkot Bobby Dorong UMKM Naik Kelas di Medan

Regional
Bantu Sumut Vaksinasi Pelajar SMA, Pemkot Medan Siapkan Logistik Vaksin

Bantu Sumut Vaksinasi Pelajar SMA, Pemkot Medan Siapkan Logistik Vaksin

Regional
Pemkot Jabar Sambut Baik Vaksinasi Covid-19 Massal yang Diselenggarakan PT MUJ

Pemkot Jabar Sambut Baik Vaksinasi Covid-19 Massal yang Diselenggarakan PT MUJ

Regional
Bobby Berhasil Percepat Pemulihan Ekonomi Medan, Akademisi USU Berikan Pujian

Bobby Berhasil Percepat Pemulihan Ekonomi Medan, Akademisi USU Berikan Pujian

Regional
Komisi III DPRD Kalsel Setuju Kewenangan Pajak Pertambangan Dikendalikan Pemda

Komisi III DPRD Kalsel Setuju Kewenangan Pajak Pertambangan Dikendalikan Pemda

Regional
Lewat 'Wonderful Rongkong', Luwu Utara Perkenalkan Potensi Pariwisata kepada Investor

Lewat "Wonderful Rongkong", Luwu Utara Perkenalkan Potensi Pariwisata kepada Investor

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.