Hari Ketiga PKM Semarang, Kendaraan dari Arah Timur Disetop

Kompas.com - 29/04/2020, 14:49 WIB
Petugas gabungan PKM Semarang melakukan pengecekan suhu tubuh pengendara di depan pos perbatasan Plamongan, Semarang, Rabu (29/4/2020) KOMPAS.com/dishub semarangPetugas gabungan PKM Semarang melakukan pengecekan suhu tubuh pengendara di depan pos perbatasan Plamongan, Semarang, Rabu (29/4/2020)

SEMARANG, KOMPAS.com - Kepala Dinas Perhubungan Kota Semarang Endro Martanto mengatakan, ada ribuan kendaraan yang bergerak menuju Semarang dari arah timur.

Kendaraan tersebut didominasi oleh pengendara roda dua yang hendak bekerja.

"Hari ini kami cek satu per satu kendaraan yang masuk Kota Semarang dari arah timur. Pengendara roda dua maupun roda empat dihentikan oleh petugas gabungan pos pantau Plamongan dekat Transmart. Kami lakukan pemeriksaan sesuai SOP PKM Covid 19," jelas Endro saat dihubungi Kompas.com, Rabu (29/4/2020).

Petugas gabungan yang diterjunkan di pos pantau perbatasan antara lain TNI/Polri, Dishub, Satpol PP, BPBD, Dinas Kesehatan dan Damkar.

Baca juga: Wali Kota Semarang Puji Warga yang Kelola Lumbung Kelurahan Jadi Dapur Umum

Endro menjelaskan, kemacetan terjadi hampir sejauh satu kilometer karena jumlah kendaraan yang melintas cukup banyak.

Bahkan, beberapa pengendara ditolak masuk Semarang dan diminta putar balik lantaran saat pengecekan suhu tubuh mencapai 38-40 derajat.

"Kami jumpai pengendara yang suhu tubuhnya mencapai 38 sampai 40 derajat. Jumlahnya belasan. Kami tolak masuk dan diminta putar balik," katanya.

Endro menyebut beberapa pengendara didapati tak mengenakan masker saat dilakukan pemeriksaan di posko perbatasan.

Petugas memberikan kelonggaran dengan dibagikan masker kepada pengendara tersebut.

Baca juga: Sembuh dari Covid-19, 26 Tenaga Medis RSUP Kariadi Semarang Boleh Pulang

Selain itu, juga memberikan imbauan terkait protokol kesehatan dalam penerapan PKM kepada para pengendara.

Halaman Selanjutnya
Halaman:


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Diduga Terlibat Pencurian yang Dilakukan 2 Anaknya, Pria Ini Tewas Dikeroyok Warga

Diduga Terlibat Pencurian yang Dilakukan 2 Anaknya, Pria Ini Tewas Dikeroyok Warga

Regional
Termakan Hoaks, Sejumlah Warga Serang Mapolres Yalimo, Seorang Polisi Luka Parah

Termakan Hoaks, Sejumlah Warga Serang Mapolres Yalimo, Seorang Polisi Luka Parah

Regional
Pasangan 'Banteng Terluka' Dapat Nomor Urut 1 di Pilkada Blora 2020

Pasangan "Banteng Terluka" Dapat Nomor Urut 1 di Pilkada Blora 2020

Regional
Pembunuh Penghuni Rusun di Makassar Ditangkap, Motifnya Cemburu

Pembunuh Penghuni Rusun di Makassar Ditangkap, Motifnya Cemburu

Regional
Bertambah 12 Orang, Prajurit TNI Terpapar Corona Jadi 23

Bertambah 12 Orang, Prajurit TNI Terpapar Corona Jadi 23

Regional
Dituduh Jadi Pelakor, Wajah Gadis 17 Tahun Ini Nyaris Disilet

Dituduh Jadi Pelakor, Wajah Gadis 17 Tahun Ini Nyaris Disilet

Regional
Sakit Hati Sering Dimaki, Pria Ini Bunuh Istri Siri, Jasadnya Dibuang ke Semak

Sakit Hati Sering Dimaki, Pria Ini Bunuh Istri Siri, Jasadnya Dibuang ke Semak

Regional
Dua Anggota Geng Motor Perusak Madrasah di Tasikmalaya Ditangkap

Dua Anggota Geng Motor Perusak Madrasah di Tasikmalaya Ditangkap

Regional
Polisi Tangkap 4 Pelaku Pemukulan Sopir Ambulans di Minahasa Utara

Polisi Tangkap 4 Pelaku Pemukulan Sopir Ambulans di Minahasa Utara

Regional
Berjalan Dua Pekan, Simulasi Belajar Tatap Muka di Jateng Masih Dievaluasi

Berjalan Dua Pekan, Simulasi Belajar Tatap Muka di Jateng Masih Dievaluasi

Regional
Korban Ketiga Banjir Bandang Sukabumi Ditemukan di Sungai Cicatih

Korban Ketiga Banjir Bandang Sukabumi Ditemukan di Sungai Cicatih

Regional
Machfud Arifin: Pak Jokowi Saat Pilpres 2014 Juga Nomor 2, Ini Seperti Pertanda

Machfud Arifin: Pak Jokowi Saat Pilpres 2014 Juga Nomor 2, Ini Seperti Pertanda

Regional
Bantu Siswa Belajar Online, Pemkot Padang Buat Program Gabunet dan Wifi Gratis

Bantu Siswa Belajar Online, Pemkot Padang Buat Program Gabunet dan Wifi Gratis

Regional
Ibu Dibunuh dan Jasadnya Dibuang ke Semak, Anak Menangis Ceritakan Perjuangan Korban Cari Nafkah

Ibu Dibunuh dan Jasadnya Dibuang ke Semak, Anak Menangis Ceritakan Perjuangan Korban Cari Nafkah

Regional
Kenal di Medsos, Helfa Dibunuh Teman Kencan karena Menolak Berhubungan Badan, Ini Kronologinya

Kenal di Medsos, Helfa Dibunuh Teman Kencan karena Menolak Berhubungan Badan, Ini Kronologinya

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X