Hari Pertama PSBB di Gresik, Ini Aturan buat Moda Transportasi

Kompas.com - 28/04/2020, 10:53 WIB
Anggota kepolisian dan petugas kesehatan, saat memeriksa salah satu kendaraan di pos cek poin yang berada di exit tol Kebomas. KOMPAS.COM/HAMZAH ARFAHAnggota kepolisian dan petugas kesehatan, saat memeriksa salah satu kendaraan di pos cek poin yang berada di exit tol Kebomas.

GRESIK, KOMPAS.com - Pembatasan sosial berskala besar (PSBB) resmi diterapkan di Kabupaten Gresik, Jawa Timur, mulai Selasa (28/4/2020).

Mengacu dari Peraturan Bupati (Perbup) Nomor 12 Tahun 2020, ada beberapa aturan yang ditetapkan.

Salah satunya yang mengatur soal moda transportasi, yang diperbolehkan selama pelaksanaan PSBB berlangsung, baik transportasi menggunakan roda empat maupun roda dua.

"Ada beberapa poin yang diatur dalam PSBB. Mulai pembatasan belajar-mengajar, aktivitas di tempat kerja, kegiatan di tempat umum, kegiatan di tempat ibadah, sarana dan prasarana, sanksi yang mengatur, serta moda transportasi," ujar Kapolres Gresik AKBP Kusworo Wibowo di hadapan para petugas pos check point dalam apel di halaman Gedung Pemkab Gresik, Selasa.

Baca juga: Dokter yang Menangani Pasien Covid-19 di Surabaya Meninggal

Untuk moda transportasi yang diatur sesuai Perbup PSBB, ada beberapa hal yang diatur dalam rangka mencegah penyebaran virus corona (Covid-19) di wilayah Gresik.

Tidak hanya sekadar menyiapkan titik check point, tetapi aturan penumpang untuk kendaraan bermotor.

"Untuk roda empat boleh diisi tiga penumpang. Sementara untuk motor, bila satu keluarga boleh berboncengan. Tapi kalau ojek online, yang diperbolehkan hanya barang saja (tidak boleh muat penumpang)," jelasnya.

Adapun pembagian personel yang berjaga di masing-masing pos check point, disesuaikan dengan lokasi.

Sebab, antara pos check point yang berdekatan dengan Surabaya dan Lamongan atau Mojokerto berbeda.

Baca juga: Catat, Ini 14 Titik Pemeriksaan Warga Selama Penerapan PSBB Gresik

 

Setiap pos check point bakal ditempati personel gabungan dari kepolisian, TNI, tenaga medis, Satpol PP, dan Dinas Perhubungan.

"Pos check point di dekat Surabaya bisa dihuni 20 personel, dan perbatasan Lamongan serta Mojokerto bisa 15 sampai 16 personel. Semua kendaraan akan diperiksa, tapi usahakan yang berpelat nomor di luar W, S, dan L dapat perhatian lebih," kata dia.

Sebelum menggelar apel gabungan di Gedung Pemkab Gresik, aparat gabungan juga sudah melakukan patroli malam pukul 00.00 WIB (Selasa dini hari WIB) untuk menandakan pelaksanaan dimulainya PSBB di Kabupaten Gresik.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Nelayan Temukan Hiu Berwajah Mirip Manusia, Sempat Dibuang karena Takut

Nelayan Temukan Hiu Berwajah Mirip Manusia, Sempat Dibuang karena Takut

Regional
Wali Kota Tegal Laporkan Wakilnya ke Polisi, Dugaan Rekayasa Kasus dan Pencemaran Nama Baik

Wali Kota Tegal Laporkan Wakilnya ke Polisi, Dugaan Rekayasa Kasus dan Pencemaran Nama Baik

Regional
Pilu, Bocah 10 Tahun Meninggal Setelah Diduga Diperkosa, Sempat Demam dan Muntah Darah

Pilu, Bocah 10 Tahun Meninggal Setelah Diduga Diperkosa, Sempat Demam dan Muntah Darah

Regional
Usai Tikam Warga, Seorang Pencuri Tewas Dihajar Massa, Ini Kronologinya

Usai Tikam Warga, Seorang Pencuri Tewas Dihajar Massa, Ini Kronologinya

Regional
Penjelasan Lengkap 4 Petugas Forensik Tersangka Penistaan Agama hingga Dibebaskan

Penjelasan Lengkap 4 Petugas Forensik Tersangka Penistaan Agama hingga Dibebaskan

Regional
Ganjar soal Rencana Sekolah Tatap Muka pada Juli 2021: Uji Coba Dulu

Ganjar soal Rencana Sekolah Tatap Muka pada Juli 2021: Uji Coba Dulu

Regional
Was-was Longsor Susulan, 50 Santriwati Ponpes di Pamekasan Dipulangkan

Was-was Longsor Susulan, 50 Santriwati Ponpes di Pamekasan Dipulangkan

Regional
Heboh Hiu Berwajah Mirip Manusia, BKKPN Kupang: Itu Normal, Fisiknya Belum Sempurna

Heboh Hiu Berwajah Mirip Manusia, BKKPN Kupang: Itu Normal, Fisiknya Belum Sempurna

Regional
Tenaga Ahli Menkes Temui Sultan HB X, Bicara soal PPKM hingga Vaksinasi Pedagang

Tenaga Ahli Menkes Temui Sultan HB X, Bicara soal PPKM hingga Vaksinasi Pedagang

Regional
Kisah Risalianus, Ayah Ibunya Lumpuh, Sepulang Sekolah Dia Berkebun untuk Hidupi Keluarga

Kisah Risalianus, Ayah Ibunya Lumpuh, Sepulang Sekolah Dia Berkebun untuk Hidupi Keluarga

Regional
Cerita Mantan Kades di Cianjur, Gelapkan Dana Desa 332 Juta untuk Bayar Utang Pribadi

Cerita Mantan Kades di Cianjur, Gelapkan Dana Desa 332 Juta untuk Bayar Utang Pribadi

Regional
Diduga Cemburu, Seorang Mahasiswa Gantung Diri Pakai Jilbab di Kos, Ini Ceritanya

Diduga Cemburu, Seorang Mahasiswa Gantung Diri Pakai Jilbab di Kos, Ini Ceritanya

Regional
Jumat Ini, Cellica dan Aep Dilantik Langsung oleh Ridwan Kamil

Jumat Ini, Cellica dan Aep Dilantik Langsung oleh Ridwan Kamil

Regional
Bupati dan Wakil Bupati Semarang Terpilih Dilantik Besok, Undangan Terbatas

Bupati dan Wakil Bupati Semarang Terpilih Dilantik Besok, Undangan Terbatas

Regional
Prokes Super Ketat Pelantikan Kepala Daerah di Jatim, Wajib Tinggal di Surabaya

Prokes Super Ketat Pelantikan Kepala Daerah di Jatim, Wajib Tinggal di Surabaya

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X