Fakta Guru MTs Sodomi Siswanya, Dilakukan Berulang Kali, Terungkap dari Percakapan WhatsApp

Kompas.com - 27/04/2020, 11:16 WIB
Ilustrasi kasus pencabulan SHUTTERSTOCKIlustrasi kasus pencabulan
Editor Setyo Puji

KOMPAS.com - YH (31), seorang pengajar di salah satu Madrasah Tsanawiyah (MTs) di Cianjur, Jawa Barat, diamankan polisi.

YH ditangkap terkait kasus pencabulan dan sodomi terhadap salah seorang muridnya.

Saat ini polisi masih melakukan pendalaman penyelidikan terhadap kasus tersebut.

Tujuannya untuk mengungkap kemungkinan korban lainnya.

Modus pelaku

Kepala Urusan Humas Polres Cianjur Ipda Ade Novi Dwiharyanto mengatakan, kasus ini bermula saat pelaku mengenal korban sebagai murid baru di sekolahnya.

Sejak saat itu, pelaku mengaku mulai tertarik dengan korban. Hingga kemudian beragam modus dilakukan untuk mendekatinya.

“Awalnya, pelaku mengajak korban dan murid lainnya untuk sesekali menginap di kantor sekolah. Dalihnya untuk latihan pramuka dan pelajaran tambahan,” sebut Ade, Senin (27/4/2020).

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Setelah itu, pelaku mulai intens melakukan pendekatan kepada korban hingga akhirnya terjadi tindak kekerasan seksual tersebut.

"Pelaku ini mengaku merasa nyaman, sehingga memberikan perhatian lebih kepada korban. Bahkan sempat mengatakan perasaannya," kata Ade.

Baca juga: Guru MTs Ketahuan Puluhan Kali Sodomi Siswanya

Terungkap dari percakapan WhatsApp

ilustrasi WhatsAppmashable.com ilustrasi WhatsApp

Ade mengatakan, kasus tersebut terungkap setelah kakak korban mengetahui percakapan WhatsApp antara pelaku dan adiknya.

Karena merasa curiga dengan percakapan yang dilakukan, akhirnya sang kakak melakukan interogasi kepada korban.

Hingga kemudian, korban atau adiknya tersebut mengaku dan menceritakan kejadian yang sebenarnya.

“Saat ditanya oleh kakaknya, korban kemudian menceritakan perbuatan pelaku, hingga akhirnya dilaporkan ke polsek setempat dan pelaku berdasarkan laporkan tersebut langsung diamankan,” ujar Ade.

Baca juga: Fakta Pasien Corona Ditolak RS Khusus Covid-19 Pulau Galang, Dianggap karena Prosedur, Dinkes Batam Kecewa

Dilakukan berulang kali

IlustrasiThinkstockphotos.com Ilustrasi

Dari pemeriksaan polisi, perbuatan bejat yang dilakukan oknum guru MTs tersebut sudah terjadi sejak 2019 lalu.

Sejak saat itu, aksi pencabulan dan sodomi yang dilakukan pelaku terhadap korban ternyata sudah berulang kali.

“Perbuatan itu terjadi sejak September 2019. Diperkirakan sebanyak 20 kali pelaku mencabuli korban. Dari mulai mencium hingga melakukan sodomi,” kata Ade.

Atas perbuatan yang dilakukan, Guru MTs tersebut dijerat Undang-Undang Nomor 23 tahun 2002 tentang Perlindungan Anak dengan ancaman pidana maksimal 15 tahun penjara.

“Kasus ini masih terus didalami untuk mengungkap adanya kemungkinan korban lain,” kata Ade.

Penulis : Kontributor Cianjur, Firman Taufiqurrahman | Editor : Abba Gabrillin



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kabupaten Wonogiri Tercepat dalam Pendataan SDGs Desa, Gus Menteri Penasaran

Kabupaten Wonogiri Tercepat dalam Pendataan SDGs Desa, Gus Menteri Penasaran

Regional
Ditinggali Lebih dari Setengah Abad, Rumah Ini Dapat Bantuan Renovasi dari Pemprov Jateng

Ditinggali Lebih dari Setengah Abad, Rumah Ini Dapat Bantuan Renovasi dari Pemprov Jateng

Regional
Soal Viral Nenek Binah yang Terlantar, Ini Klarifikasi TKSK Tulungagung

Soal Viral Nenek Binah yang Terlantar, Ini Klarifikasi TKSK Tulungagung

Regional
Terima Penghargaan Green Leadership, Walkot Maidi: Jadi Kado Ulang Tahun Kota Madiun

Terima Penghargaan Green Leadership, Walkot Maidi: Jadi Kado Ulang Tahun Kota Madiun

Regional
Tinjau Vaksinasi di Tangsel, Wapres Minta Walkot Benyamin Lakukan 3 Hal Ini

Tinjau Vaksinasi di Tangsel, Wapres Minta Walkot Benyamin Lakukan 3 Hal Ini

Regional
Lewat DD Farm, Dompet Dhuafa Berdayakan Masyarakat Korban PHK

Lewat DD Farm, Dompet Dhuafa Berdayakan Masyarakat Korban PHK

Regional
Pemkab Ponorogo Berkolaborasi dengan Kemensos untuk Atasi Masalah Disabilitas Intelektual

Pemkab Ponorogo Berkolaborasi dengan Kemensos untuk Atasi Masalah Disabilitas Intelektual

Regional
Dibantu Kejari, Pemkot Semarang Berhasil Selamatkan Aset Negara Rp 94,7 Miliar

Dibantu Kejari, Pemkot Semarang Berhasil Selamatkan Aset Negara Rp 94,7 Miliar

Regional
Kembali Perketat PKM di Semarang, Walkot Hendi Paparkan Aturan Kegiatan Sosial Baru

Kembali Perketat PKM di Semarang, Walkot Hendi Paparkan Aturan Kegiatan Sosial Baru

Regional
Jalankan Program 'Sarjana Mengajar', Bupati Luwu Utara Rekrut SDM Berkualitas

Jalankan Program "Sarjana Mengajar", Bupati Luwu Utara Rekrut SDM Berkualitas

Regional
Tinjau Ujian Sekolah di Daerah Terpencil, Bupati Luwu Utara: Alhamdulilah Berjalan dengan Baik

Tinjau Ujian Sekolah di Daerah Terpencil, Bupati Luwu Utara: Alhamdulilah Berjalan dengan Baik

Regional
Bupati IDP Resmikan 'SPBU Satu Harga' di Seko, Masyarakat Kini Bisa Beli BBM Murah

Bupati IDP Resmikan "SPBU Satu Harga" di Seko, Masyarakat Kini Bisa Beli BBM Murah

Regional
Pengusaha Langgar Aturan, Walkot Bobby Robohkan Bangunan di Atas Drainase

Pengusaha Langgar Aturan, Walkot Bobby Robohkan Bangunan di Atas Drainase

Regional
100 Hari Kerja Walkot Bobby Fokus Atasi Sampah, Walhi: Ini Langkah Tepat

100 Hari Kerja Walkot Bobby Fokus Atasi Sampah, Walhi: Ini Langkah Tepat

Regional
Kejar Medali Emas, Provinsi Papua Kirim 14 Atlet Sepak Takraw ke PON XX 2021

Kejar Medali Emas, Provinsi Papua Kirim 14 Atlet Sepak Takraw ke PON XX 2021

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X