Cegah Penyebaran Covid-19, Pemkab Banyuwangi Pesan 1 Juta Masker Kain dan Dibagikan Gratis ke Warga

Kompas.com - 14/04/2020, 14:15 WIB
Masker yang telah jadi langsung dibagikan secara gratis ke masyarakat tanpa harus menunggu semua pengerjaan masker rampung. dok Humas Pemkab BanyuwangiMasker yang telah jadi langsung dibagikan secara gratis ke masyarakat tanpa harus menunggu semua pengerjaan masker rampung.
Editor Rachmawati

KOMPAS.com - Pemerintah Kabupaten Banyuwang memesan satu juta masker kain yang akan dibagikan secara gratis ke masyarakat.

Satu juta masker kain tersebut dipesan oleh Pemkab Banyuwangike ratusan UMKM dan penjahit lokal yang ada di Banyuwangi.

”Sesuai rekomendasi WHO, semua orang baik sakit maupun sehat disarankan memakai masker, terutama ketika berkegiatan di luar rumah. Maka Gugus Tugas Covid-19 Banyuwangi terus membagikan masker kain kepada masyarakat. Masker-masker itu dipesan dari UMKM-UMKM konveksi lokal,” ujar Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas dikutip dari rilis yang diterima Kompas.com, Selasa (14/4/2020).

Baca juga: ODP dan PDP Bertambah, Pemkab Banyuwangi Ajukan 5 Rumah Sakit Rujukan Covid-19

Anas mengatakan pembuatan masker dipandu oleh Dinas Kesehatan agar memenuhi standar untuk mengurangi potensi penularan virus.

”Dengan melibatkan UMKM, ini sekaligus memberdayakan konveksi-konveksi lokal yang saat ini ordernya menurun karena wabah Covid-19,” jelas Anas.

Sementara itu Plt Kepala Dinas Koperasi dan UKM Nanin Oktaviantie menjelaskan untuk tahap awal, Pemkab Banyuwangi memesan 500.000 masker.

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Ditargetkan pemesanan 500.000 masker akan selesai selama 10 hari.

Baca juga: Di Banyuwangi, 1 PDP Meninggal dan Hasil Tes Swab Positif Covid-19

Masker yang telah jadi langsung dibagikan secara gratis ke masyarakat tanpa harus menunggu semua pengerjaan masker rampung.

Hingga Senin (14/4/2020), sebanyak 27.000 masker kain dibagikan gratis ke masyarakat termasuk pedagang pasar.

”Kita harap 500.000 masker tahap pertama selesai dalam 10 hari ke depan. Tapi untuk distribusinya tidak menunggu semua selesai. Pesanan di UMKM mana yang sudah jadi, langsung didistribusikan ke masyarakat. Distribusi ke depan akan dilakukan melalui kecamatan dan desa/kelurahan,” ujarnya.

Baca juga: Di Banyuwangi, Dompet Dhuafa Hadirkan Bilik Disinfektan “Drive Thru” Bagi Ojek Online

Hady, pemilik konveksi yang menerima pesanan Pemkab Banyuwangi, bersyukur usaha miliknya tetap eksis dengan order masker yang masuk.

Menurut Hady, selama ini konveksinya memproduksi kaos untuk berbagai toko oleh-oleh di Banyuwangi.

Namun, karena pariwisata berhenti total, order dari toko oleh-oleh pun berhenti.

“Kami bersyukur ada order masker, sehingga bisa terus menjaga usaha konveksi ini. Setiap hari kami ditargetkan bisa memproduksi 300 masker kain,” ujarnya.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Belajar dari Pemkot Medan, Wali Kota Pariaman Akan Aplikasikan Strategi Pengelolaan Wisata Sejarah

Belajar dari Pemkot Medan, Wali Kota Pariaman Akan Aplikasikan Strategi Pengelolaan Wisata Sejarah

Regional
Banyak Warga Gelar Hajatan, Bupati IDP Minta Camat Berlakukan Syarat Khusus

Banyak Warga Gelar Hajatan, Bupati IDP Minta Camat Berlakukan Syarat Khusus

Regional
Lewat “Gebyar PON”, Panitia Buktikan Kesiapan Papua sebagai Tuan Rumah PON XX 2021

Lewat “Gebyar PON”, Panitia Buktikan Kesiapan Papua sebagai Tuan Rumah PON XX 2021

Regional
Walkot Hendi Prioritaskan Vaksin untuk Guru PAUD

Walkot Hendi Prioritaskan Vaksin untuk Guru PAUD

Regional
Kabupaten Wonogiri Dapat Penghargaan Tercepat Pendataan SDGs Desa, Gus Menteri: Ini Pertama Kali di Indonesia

Kabupaten Wonogiri Dapat Penghargaan Tercepat Pendataan SDGs Desa, Gus Menteri: Ini Pertama Kali di Indonesia

Regional
Mendes PDTT Dorong Program SDGs Desa, Bupati Wonogiri Berikan Apresiasi

Mendes PDTT Dorong Program SDGs Desa, Bupati Wonogiri Berikan Apresiasi

Regional
Kabupaten Wonogiri Tercepat dalam Pendataan SDGs Desa, Gus Menteri Penasaran

Kabupaten Wonogiri Tercepat dalam Pendataan SDGs Desa, Gus Menteri Penasaran

Regional
Ditinggali Lebih dari Setengah Abad, Rumah Ini Dapat Bantuan Renovasi dari Pemprov Jateng

Ditinggali Lebih dari Setengah Abad, Rumah Ini Dapat Bantuan Renovasi dari Pemprov Jateng

Regional
Soal Viral Nenek Binah yang Terlantar, Ini Klarifikasi TKSK Tulungagung

Soal Viral Nenek Binah yang Terlantar, Ini Klarifikasi TKSK Tulungagung

Regional
Terima Penghargaan Green Leadership, Walkot Maidi: Jadi Kado Ulang Tahun Kota Madiun

Terima Penghargaan Green Leadership, Walkot Maidi: Jadi Kado Ulang Tahun Kota Madiun

Regional
Tinjau Vaksinasi di Tangsel, Wapres Minta Walkot Benyamin Lakukan 3 Hal Ini

Tinjau Vaksinasi di Tangsel, Wapres Minta Walkot Benyamin Lakukan 3 Hal Ini

Regional
Lewat DD Farm, Dompet Dhuafa Berdayakan Masyarakat Korban PHK

Lewat DD Farm, Dompet Dhuafa Berdayakan Masyarakat Korban PHK

Regional
Pemkab Ponorogo Berkolaborasi dengan Kemensos untuk Atasi Masalah Disabilitas Intelektual

Pemkab Ponorogo Berkolaborasi dengan Kemensos untuk Atasi Masalah Disabilitas Intelektual

Regional
Dibantu Kejari, Pemkot Semarang Berhasil Selamatkan Aset Negara Rp 94,7 Miliar

Dibantu Kejari, Pemkot Semarang Berhasil Selamatkan Aset Negara Rp 94,7 Miliar

Regional
Kembali Perketat PKM di Semarang, Walkot Hendi Paparkan Aturan Kegiatan Sosial Baru

Kembali Perketat PKM di Semarang, Walkot Hendi Paparkan Aturan Kegiatan Sosial Baru

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X