Pelantikan Pejabat Lembaga Pendidikan di Kupang Dibubarkan karena Digelar Saat Pandemi Corona

Kompas.com - 02/04/2020, 16:42 WIB
Aparat Kepolisian Resor Kelapa Lima, Kota Kupang, NTT, meminta pihak Politani Negeri Kupang, agar membatalkan acara pelantikan sejumlah pejabat di kampus tersebut. IstimewaAparat Kepolisian Resor Kelapa Lima, Kota Kupang, NTT, meminta pihak Politani Negeri Kupang, agar membatalkan acara pelantikan sejumlah pejabat di kampus tersebut.

KUPANG, KOMPAS.com - Aparat Polsek Kelapa Lima, Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT), membubarkan pelantikan pejabat dan pengambilan sumpah janji jabatan di Lingkungan Politeknik Pertanian (Politani) Negeri Kupang, NTT, Kamis (2/4/2020).

Langkah tegas ini diambil polisi untuk mengantisipasi penyebaran virus corona dan menghindari berkumpulnya orang dalam jumlah banyak.

Pelantikan dan pengambilan sumpah pejabat dipimpin Direktur Politani Negeri Kupang Thomas Lapenangga, dihadiri sejumlah pejabat Politani Kupang di aula Study Centre, Kampus Politani Kupang.

Pembubaran acara dipimpin langsung Kapolsek Kelapa Lima AKP Andri Setiawan, sekitar pukul 10.15 WITA saat pengukuhan oleh rohaniawan pendamping terhadap pejabat yang baru dilantik.

Awalnya, polisi mengimbau kepada panitia agar menghentikan kegiatan tersebut terkait dengan pencegahan virus corona.

Baca juga: Kronologi ODP di Kupang Meninggal Saat Hendak Melahirkan, Pulang Perjalanan dari Bali

Terkait imbauan itu, Wakil Direktur II Bagian Umum dan Keuangan Politani Kupang Yohanis Yeremias mengatakan, kegiatan sudah melalui prosedur.

Menurut Yohamis, gedung atau aula yang akan digunakan untuk pelantikan sudah disemprot menggunakan cairan disinfektan.

"Peserta yang dilantik berjumlah delapan orang dan sudah disiapkan tempat cuci tangan dengan sabun sebelum masuk ruangan. Serta tetap sesuai SOP dengan menjaga jarak para peserta pelantikan," ujar Yohanis saat dihubungi.

Pelantikan dan pengambilan sumpah tetap dilaksanakan berdasarkan SK Direktur Politani Negeri Kupang Nomor 73 tahun 2020 tanggal 1 April 2020 tentang pengangkatan pejabat Politani Negeri Kupang.

Dari 10 mata acara yang ada, hanya digelar tiga acara, yakni pembukaan dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya diikuti pembacaan.

Pada saat pembacaan SK ini, lagi-lagi polisi meminta acara dihentikan.

Panitia hanya membacakan satu nama pejabat yang dilantik.

Saat pengambilan sumpah dan janji oleh direktur dan pengukuhan oleh rohaniawan, polisi pun secara tegas meminta acara dihentikan.

Permintaan itu akhirnya diikuti pihak penyelenggara. Rangkaian acara selanjutnya ditiadakan.

Kegiatan itu turut mengundang suami atau Istri pendamping, dan tamu undangan.

Baca juga: Seorang Pria di Kupang Cabuli Calon Anak Tirinya, Kepergok Ibu Korban

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Keterisian Tempat Tidur Pasien Covid-19 di Banyumas Capai 76 Persen

Keterisian Tempat Tidur Pasien Covid-19 di Banyumas Capai 76 Persen

Regional
Sukacita Orangtua Bayi Kembar Siam Setelah Setahun dan 10 Jam yang Berat

Sukacita Orangtua Bayi Kembar Siam Setelah Setahun dan 10 Jam yang Berat

Regional
Kisah Ibu Digugat Anak Kandung, Punya Fortuner tapi Dianggap Sewa

Kisah Ibu Digugat Anak Kandung, Punya Fortuner tapi Dianggap Sewa

Regional
Fakta Pasien Mesum di Ruang Isolasi Covid-19 RSUD Dompu, Viral di Medsos hingga Polisi Lakukan Penyelidikan

Fakta Pasien Mesum di Ruang Isolasi Covid-19 RSUD Dompu, Viral di Medsos hingga Polisi Lakukan Penyelidikan

Regional
Dedi Mulyadi Siapkan Advokat untuk Ibu yang Digugat Anaknya karena Fortuner

Dedi Mulyadi Siapkan Advokat untuk Ibu yang Digugat Anaknya karena Fortuner

Regional
[POPULER NUSANTARA] Ibu Digugat Anak Kandung Soal Mobil Fortuner | Temuan Bagian Tubuh Diduga Milik Penumpang Sriwijaya Air

[POPULER NUSANTARA] Ibu Digugat Anak Kandung Soal Mobil Fortuner | Temuan Bagian Tubuh Diduga Milik Penumpang Sriwijaya Air

Regional
Kisah Bule Asal Belanda Jualan Mi Ayam di Yogya, Harganya Rp 7000 Semangkuk

Kisah Bule Asal Belanda Jualan Mi Ayam di Yogya, Harganya Rp 7000 Semangkuk

Regional
Video Viral Mobil Patroli Kejar Truk di Tol, Sopir Tetap Melaju Kencang Saat Dihentikan Polisi

Video Viral Mobil Patroli Kejar Truk di Tol, Sopir Tetap Melaju Kencang Saat Dihentikan Polisi

Regional
Mengungkap Fakta Mayat Perempuan Setengah Telanjang yang Ditemukan Tewas di Tengah Sawah, Diduga Dibunuh

Mengungkap Fakta Mayat Perempuan Setengah Telanjang yang Ditemukan Tewas di Tengah Sawah, Diduga Dibunuh

Regional
Terjangkit Covid-19 Setelah Divaksinasi, Ini Kata Bupati Sleman

Terjangkit Covid-19 Setelah Divaksinasi, Ini Kata Bupati Sleman

Regional
Sederet Kisah Anak Laporkan Ibu Kandung, Gegara Harta hingga Luka Terkena Kuku

Sederet Kisah Anak Laporkan Ibu Kandung, Gegara Harta hingga Luka Terkena Kuku

Regional
Cerita Pria Cianjur Hidup Lagi Setelah 2 Kali Dikira Mati, Dede: Saya Ingat Betul Bawa jasadnya

Cerita Pria Cianjur Hidup Lagi Setelah 2 Kali Dikira Mati, Dede: Saya Ingat Betul Bawa jasadnya

Regional
Protes Sikap Ketua DPRD, Anggota Dewan Segel Ruangan: Jangan Anggap Kami Seperti Anak Buah

Protes Sikap Ketua DPRD, Anggota Dewan Segel Ruangan: Jangan Anggap Kami Seperti Anak Buah

Regional
Tak Ada Gugatan Hasil Pilkada, Eistianah Ditetapkan sebagai Bupati Demak Terpilih

Tak Ada Gugatan Hasil Pilkada, Eistianah Ditetapkan sebagai Bupati Demak Terpilih

Regional
KPU Tetapkan Wabup Petahana sebagai Bupati Blora Terpilih

KPU Tetapkan Wabup Petahana sebagai Bupati Blora Terpilih

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X