Bupati Garut: Tidak Ada "Lockdown", Tidak Ada Karantina, Hanya "Social Distancing"

Kompas.com - 30/03/2020, 08:39 WIB
Bupati Garut Rudy Gunawam saat diwawqncara wartawan di Comand Centre Pemkab Garut, minggu (29/03/2020) KOMPAS.COM/ARI MAULANA KARANGBupati Garut Rudy Gunawam saat diwawqncara wartawan di Comand Centre Pemkab Garut, minggu (29/03/2020)

GARUT, KOMPAS.com – Bupati Garut Rudy Gunawan menyatakan tidak akan ada lockdown ataupun karantina wilayah terbatas untuk menanggulangi penyebaran virus Corona di Kabupaten Garut.

Sampai saat ini, Pemkab Garut masih menerapkan pola penanganan dengan cara social distancing.

“Tidak ada (lockdown), kita tidak ada karantina, yang ada itu pergerakan orang dibatasi, yang kedua, orang yang masuk ke daerah itu diawasi dari sisi kesehatannya,” jelas Rudi kepada wartawan, Minggu (29/03/2020) di Command Centre, Pemkab Garut.

Baca juga: Cerita Bupati Garut Lihat Sendiri ODP Corona Asyik Jalan-jalan Naik Motor

Rudy menegaskan, pola penanganan pencegahan yang dilakukan Pemkab Garut saat ini masih pada tahap social distancing dengan pengawasan yang lebih ketat terhadap mereka yang berstatus ODP.

“Iya, kita social distancing dan pengawasan lebih ketat terhadap ODP, jika ada masalah sosial pada ODP, kita beri bantuan,” jelas Rudy.

Pembatasan gerak terhadap warga, menurut Rudy, akan dilakukan mulai Senin (30/04/2020).

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Polanya, lanjut Rudy, pemerintah akan meniru cara pembatasan gerak di Kota Bandung dengan menutup ruas-ruas jalan tertentu. Warga dibatasi geraknya ke pusat-pusat keramaian.

“Kapolres akan melakukan penyekatan-penyekatan, itu bukan lockdown, kalau lockdown itu, orang tidak boleh masuk ke Garut, kalau kami tidak, silakan saja (masuk ke Garut),” katanya.

Namun, untuk masuk ke Garut bagi mereka pemudik yang datang dari kota-kota besar, menurut Rudy, akan ada pemeriksaan di jalan masuk ke daerah.

Bentuknya semacam screening untuk meyakinkan para pemudik itu dalam keadaan sehat sehingga tidak membuat orang lain di kampungnya terkena penyakit.

Rudy memperkirakan, akan ada 50.000 warga Garut yang akan pulang kampung ke Garut.

Saat ini, mereka yang telah pulang baru mencapai 10.000 orang.

Baca juga: Opsi Penundaan Pilkada 2020 di Tengah Wabah Virus Corona

 

Jumlah ini, menurut Rudy, akan terus bertambah seiring makin dekatnya dengan bulan Ramadhan.

“Di kita kan ada budaya munggah, jadi menjelang munggah akan makin banyak yang pulang,” katanya.



Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah uang elektronik senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Optimalisasi Penyaluran Bansos di Gorontalo, Gubernur Rusli Gunakan 2 Metode Ini

Optimalisasi Penyaluran Bansos di Gorontalo, Gubernur Rusli Gunakan 2 Metode Ini

Regional
Tekan Dampak PPKM, Pemprov Jabar Akan Salurkan Bansos ke 1,9 Juta Keluarga

Tekan Dampak PPKM, Pemprov Jabar Akan Salurkan Bansos ke 1,9 Juta Keluarga

Regional
Serapan Anggaran Covid-19 Jateng Capai 17,28 Persen, Bukan 0,15 Persen

Serapan Anggaran Covid-19 Jateng Capai 17,28 Persen, Bukan 0,15 Persen

Regional
Ridwan Kamil Janji Usulkan PPKM yang Lebih Proporsional kepada Pemerintah Pusat

Ridwan Kamil Janji Usulkan PPKM yang Lebih Proporsional kepada Pemerintah Pusat

Regional
Ikuti Rakor Virtual Kampanye 3M, Ridwan Kamil Usulkan Tiga Hal ke Pemerintah Pusat

Ikuti Rakor Virtual Kampanye 3M, Ridwan Kamil Usulkan Tiga Hal ke Pemerintah Pusat

Regional
BST Mulai Disalurkan di Semarang, Walkot Hendi Jelaskan Teknis Distribusinya

BST Mulai Disalurkan di Semarang, Walkot Hendi Jelaskan Teknis Distribusinya

Regional
Atasi Dampak Pandemi, Anggota DPRD PDIP hingga Wali Kota Hendi Serahkan Gajinya

Atasi Dampak Pandemi, Anggota DPRD PDIP hingga Wali Kota Hendi Serahkan Gajinya

Regional
Percepat Pemulihan DAS Citarum, Jabar Gandeng Monash University

Percepat Pemulihan DAS Citarum, Jabar Gandeng Monash University

Regional
Kepada Wapres, Ridwan Kamil: Berita Baik, BOR Jabar Turun Terus

Kepada Wapres, Ridwan Kamil: Berita Baik, BOR Jabar Turun Terus

Regional
Percepat Herd Immunity, Pemkot Semarang Lakukan Vaksinasi Keliling

Percepat Herd Immunity, Pemkot Semarang Lakukan Vaksinasi Keliling

Regional
Dibantu Dompet Dhuafa, Para Guru Ngaji di Lampung Bisa Berkurban

Dibantu Dompet Dhuafa, Para Guru Ngaji di Lampung Bisa Berkurban

Regional
Dinilai Efektif, Kebijakan Ridwan Kamil Atasi Covid-19 Disorot Media Australia

Dinilai Efektif, Kebijakan Ridwan Kamil Atasi Covid-19 Disorot Media Australia

Regional
Walkot Madiun Prioritaskan Pembagian Daging Kurban untuk Warga Isoman

Walkot Madiun Prioritaskan Pembagian Daging Kurban untuk Warga Isoman

Regional
Bantu Pulihkan Sektor Kesehatan dan Ekonomi, Disparbud Jabar Ajak Pelaku Ekraf Ikuti Vaksinasi

Bantu Pulihkan Sektor Kesehatan dan Ekonomi, Disparbud Jabar Ajak Pelaku Ekraf Ikuti Vaksinasi

Regional
Jika Kasus Covid-19 Turun, Pemkot Semarang Akan Longgarkan Pembatasan

Jika Kasus Covid-19 Turun, Pemkot Semarang Akan Longgarkan Pembatasan

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X