Tenaga Medis yang Tangani Corona di Jateng Diberi Tambahan Insentif

Kompas.com - 24/03/2020, 18:20 WIB
Sekelompok perawat yang mengenakan pakaian pelindung diri, berpose bersama sebelum bekerja untuk shift malam mereka di Rumah Sakit Cremona, tenggara Milan, Lombardy, Italia, Jumat (13/3/2020). Selama diberlakukannya lockdown di Italia terkait meledaknya penyebaran virus corona di negara tersebut, sosok para tenaga medis banjir dukungan atas dedikasi mereka yang menjadi pahlawan dalam menangani serbuan pasien corona. AFP/PAOLO MIRANDASekelompok perawat yang mengenakan pakaian pelindung diri, berpose bersama sebelum bekerja untuk shift malam mereka di Rumah Sakit Cremona, tenggara Milan, Lombardy, Italia, Jumat (13/3/2020). Selama diberlakukannya lockdown di Italia terkait meledaknya penyebaran virus corona di negara tersebut, sosok para tenaga medis banjir dukungan atas dedikasi mereka yang menjadi pahlawan dalam menangani serbuan pasien corona.

SEMARANG, KOMPAS.com - Pemprov Jateng memberikan insentif kepada tenaga medis yang telah bekerja penuh menangani pasien virus corona (Covid-19).

Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Jateng Wisnu Zaroh mengungkapkan, dengan adanya kasus Covid-19 ini, semua petugas medis dari rumah sakit umum akan mendapatkan tambahan penghasilan pegawai (TPP) yang sebelumnya 80 persen menjadi 100 persen.

Menurut dia, bonus diberikan dengan mekanisme jumlah yang bervariasi berdasarkan golongan jabatan setiap petugas medis mulai Maret 2020.

"Rata-rata petugas medis yang masuk golongan IIIA bonus yang sebelumnya Rp 3 juta menjadi Rp5 juta. Sedangkan eselon III mendapat bonus dari Rp 8 juta menjadi Rp 10 juta," ujar Wisnu saat dihubungi Kompas.com, Selasa (24/3/2020).

Baca juga: Per 30 Maret, Lebih Dari 200 Kamar Isolasi Pasien Covid-19 di Kota Semarang Bisa Difungsikan

Wisnu mengatakan, pemberian bonus sebagai apresiasi bagi tim medis yang telah berjasa dalam penanganan kasus pasien corona.

Selain itu, pemberian bonus juga diberikan bagi petugas non-medis seperti administrasi, satpam rumah sakit dan yang lainnya.

Dalam menangani pasien virus Corona, kata dia, perjuangan petugas medis di setiap rumah sakit tergolong sangat berat, bahkan hingga mempertaruhkan nyawa.

"Mereka itu kerjanya full 24 jam. Beban kerja mereka memang amat berat. Maka mulai Maret mereka mendapatkan bonus. Sudah bisa diterima awal April. Nanti yang mengatur dari pihak rumah sakit. Dan ada tambahan juga dari BLUD," katanya.

Baca juga: Nekat Buka Saat Wabah Corona, Panti Pijat di Semarang Terancam Ditutup Paksa

Kendati demikian, sejauh ini bonus tersebut diberlakukan bagi petugas medis di rumah sakit milik pemerintah.

"Bonus ini diberlakukan bagi petugas medis di rumah sakit milik pemerintah," tandasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Jateng Yulianto Prabowo mengatakan, telah menyiapkan skema pemberian insentif bagi petugas medis yang menangani pasien Covid-19.

"Pemberian insentif ini nanti bentuknya bisa pemberian TPP yang belum 100 persen, sekarang menjadi full 100 persen," katanya.

Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Deteksi Gejala Awal Terinfeksi Corona, RSUD di Semarang Sediakan Link Online

Deteksi Gejala Awal Terinfeksi Corona, RSUD di Semarang Sediakan Link Online

Regional
Warga Salatiga Dikabarkan Positif Corona, Wali Kota Masih Tunggu Hasil dari Kemenkes

Warga Salatiga Dikabarkan Positif Corona, Wali Kota Masih Tunggu Hasil dari Kemenkes

Regional
Rumah Sakit Rujukan Penuh, Bantul Siap Bangun RS Darurat

Rumah Sakit Rujukan Penuh, Bantul Siap Bangun RS Darurat

Regional
Wabah Corona, 90 PPK di Kabupaten Bima Dirumahkan, Pelantikan PPS Ditunda

Wabah Corona, 90 PPK di Kabupaten Bima Dirumahkan, Pelantikan PPS Ditunda

Regional
Bupati Bogor Batasi Warga yang Datang ke Puncak

Bupati Bogor Batasi Warga yang Datang ke Puncak

Regional
Dalam Lima Hari Tercatat 70 Ribu Orang Lebih Mudik ke DIY

Dalam Lima Hari Tercatat 70 Ribu Orang Lebih Mudik ke DIY

Regional
Pemkab Kulon Progo DIY Siapkan Rp 21 M Hadapi Covid-19

Pemkab Kulon Progo DIY Siapkan Rp 21 M Hadapi Covid-19

Regional
Pasien Positif Corona di Sumsel Bertambah Jadi 3 Orang

Pasien Positif Corona di Sumsel Bertambah Jadi 3 Orang

Regional
Gubernur Surati Kemenhub Minta Akses ke Bali Lewat Pelabuhan Dibatasi

Gubernur Surati Kemenhub Minta Akses ke Bali Lewat Pelabuhan Dibatasi

Regional
Dampak Corona, Jumlah Perjalanan Kereta Api yang Dibatalkan dari Semarang Bertambah

Dampak Corona, Jumlah Perjalanan Kereta Api yang Dibatalkan dari Semarang Bertambah

Regional
Ayah Tiri Tega Aniaya Anaknya Berusia 3 Tahun hingga Tewas, Ini Fakta Lengkapnya

Ayah Tiri Tega Aniaya Anaknya Berusia 3 Tahun hingga Tewas, Ini Fakta Lengkapnya

Regional
KKB Pimpinan Joni Botak Pelaku Penembakan 3 Karyawan Freeport di Mimika

KKB Pimpinan Joni Botak Pelaku Penembakan 3 Karyawan Freeport di Mimika

Regional
Selasa, Pemkot Surabaya Gelar Rapid Test Serentak di 63 Puskesmas

Selasa, Pemkot Surabaya Gelar Rapid Test Serentak di 63 Puskesmas

Regional
Cara Warga Biasa Lawan Corona, Saling Menguatkan hingga Bagi-bagi Vitamin C untuk Satpam dan ART

Cara Warga Biasa Lawan Corona, Saling Menguatkan hingga Bagi-bagi Vitamin C untuk Satpam dan ART

Regional
Ratusan Rumah ODP Covid-19 di Kutai Kertanegara Ditempel Stiker

Ratusan Rumah ODP Covid-19 di Kutai Kertanegara Ditempel Stiker

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X