Mengungkap Khasiat Ciu dan Kayu Bajakah Jadi Bahan Hand Sanitizer Cegah Corona

Kompas.com - 24/03/2020, 06:08 WIB
Habitas jenis Kayu Bajakah di Hutan Kalimantan Tengah KOMPAS.com/KURNIA TARIGANHabitas jenis Kayu Bajakah di Hutan Kalimantan Tengah

KOMPAS.com - Di tengah langkanya hand sanitizer, sejumlah warga mencoba membuatnya dari bahan-bahan alternatif, antara lain kayu bajakah dan ciu

Salah satunya pada mahasiswa di Banjarmasin, Kalimantan Selatan, yang meramu kayu bajakah menjadi bahan pembuatan hand sanitaizer.

Menurut Ketua Jurusan Farmasi Unism Noval, berdasarkan penelitian, kayu bajakah terbukti berfungsi sebagai antimikroba.

Baca juga: Berikut Cara Membuat Hand Sanitizer Sendiri dengan Lima Bahan Sederhana

Selain itu, kayu bajakah merupakan salah satu tumbuhan liar di hutan Kalimantan yang sangat mudah didapat.

"Kayu bajakah setelah diteliti ternyata bisa berfungsi sebagai antimikroba. Maka kita coba bajakah karena selain itu juga mudah untuk didapat. Harapannya memang juga bisa berfungsi sebagai antiseptik," katanya saat ditemui, Kamis (19/3/2020).

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Noval menjelaskan, dalam proses pembuatannya, para mahasiswa mengacu pada panduan standar WHO tentang hand sanitizer.

Fungsi kayu bajakah ini adalah sebagai pengganti hidrogen peroksida yang terkandung pada hand sanitizer.

Sebelum dicampur menggunakan alkohol, lanjut Noval, kayu bajakah yang sudah dipotong-potong harus diolah terlebih dahulu.

Setelah itu, kayu bajakah dengan takaran 50 gram direbus terlebih dahulu ke dalam 500 milimeter (mm) air.

"Setelah mendidih, biarkan dingin perlahan dengan kondisi wadah tetap tertutup rapat, kemudian disaring dan ambil airnya," ujarnya. Air rebusan dari kayu bajakah tadi kemudian ditambahkan dengan 420 mm ethanol 96 persen dan juga 7 mm gliserin 98 persen.

Ciu jadi bahan hand sanitizer

Bupati Banyumas Achmad Husein akhirnya sukses membuat hand sanitizer dengan mengggunakan bahan alkohol tradisional jenis ciu.

Dirinya pun mengaku telah membagikan cara pembuatannya kepada masyarakat luas.

"Saya pakai gliserin untuk penghalus dan hidrogen peroksida itu antiseptik," kata Husein, Jumat (20/3/2020).

Bahkan, hand sanitizer racikannya tersebut kini sudah dibagikan kepada masyarakat secara gratis.

Husein menjelaskan, ide itu muncul untuk mengatasi kelangkaan hand sanitizer yang terjadi beberapa waktu terakhir akibat penyebaran virus corona (Covid-19).

Lalu, dirinya menyadari bahwa wilayahnya memiliki sumber daya alkohol berlebih, yaitu di Desa Wlahar, Kecamatan Wangon, Kabupaten Banyumas.

Cara pembuatan

Achmad menjelaskan cara pembuatannya. Pertama ciu diolah terlebih dahulu sehingga menghasilkan kadar alkohol mencapai 96 persen.
Kemudian untuk meraciknya, komposisi alkohol sebanyak 85 persen dicampur dengan hidrogen peroksida, gliserol, pewangi, dan ditambah dengan air.

Setelah itu, cairan tersebut dituang dalam kemasan dan siap dibagikan dan digunakan masyarakat.

Achmad menegaskan, hand sanitizer berbahan ciu tersebut tidak untuk diperjualbelikan.

"Ini bukan untuk dijual, tapi untuk darurat saja," ujarnya.

(Penulis: Kontributor Banyumas, Fadlan Mukhtar Zain, Kontributor Banjarmasin, Andi Muhammad Haswar | Editor: Dony Aprian, Khairina)

 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

70 Tahun Hidup Tanpa Penerangan, Kini Warga Dusun Balakala Bisa Nikmati Listrik PLN

70 Tahun Hidup Tanpa Penerangan, Kini Warga Dusun Balakala Bisa Nikmati Listrik PLN

Regional
Terkait Polemik DTH di Luwu Utara, BPBD Sebut Semua Bantuan Sudah Tersalurkan

Terkait Polemik DTH di Luwu Utara, BPBD Sebut Semua Bantuan Sudah Tersalurkan

Regional
Cegah Pernikahan Dini, Bupati Luwu Utara Tandatangani Pakta Integritas Pencegahan Perkawinan Anak

Cegah Pernikahan Dini, Bupati Luwu Utara Tandatangani Pakta Integritas Pencegahan Perkawinan Anak

Regional
Lewat Sistem Hibah, Pemkab Tanah Bumbu Ajak Perusahaan Dongkrak Penghasilan Daerah

Lewat Sistem Hibah, Pemkab Tanah Bumbu Ajak Perusahaan Dongkrak Penghasilan Daerah

Regional
Diundang ke Wamena, Ganjar: Impian Saya Sejak Lama

Diundang ke Wamena, Ganjar: Impian Saya Sejak Lama

Regional
UU Minerba Bikin Penghasilan Daerah Minim, Anggota DPD RI Minta Kewenangan Pertambangan Dikembalikan ke Daerah

UU Minerba Bikin Penghasilan Daerah Minim, Anggota DPD RI Minta Kewenangan Pertambangan Dikembalikan ke Daerah

Regional
Pakar Kebencanaan UGM: Jateng Sangat Peduli terhadap Kebencanaan Indonesia

Pakar Kebencanaan UGM: Jateng Sangat Peduli terhadap Kebencanaan Indonesia

Regional
Bupati Wonogiri Berharap Pemerintah Pusat Tak Bebankan Gaji P3K ke APBD

Bupati Wonogiri Berharap Pemerintah Pusat Tak Bebankan Gaji P3K ke APBD

Regional
Capaian Vaksinasi Wonogiri di Atas 90 Persen, Jekek Minta Masyarakat Tetap Taat Prokes

Capaian Vaksinasi Wonogiri di Atas 90 Persen, Jekek Minta Masyarakat Tetap Taat Prokes

Regional
Percepat Vaksinasi di Wonogiri, Bupati Jekek Siapkan Strategi Home Visit

Percepat Vaksinasi di Wonogiri, Bupati Jekek Siapkan Strategi Home Visit

Regional
Ada Guru Meninggal akibat Covid-19, Bupati Wonogiri Ingatkan Pandemi Belum Berakhir

Ada Guru Meninggal akibat Covid-19, Bupati Wonogiri Ingatkan Pandemi Belum Berakhir

Regional
Soal Penutupan Wisata pada Akhir Tahun, Pemkab Wonogiri Tunggu Kebijakan Pusat

Soal Penutupan Wisata pada Akhir Tahun, Pemkab Wonogiri Tunggu Kebijakan Pusat

Regional
Ganjar Kirim 50 Relawan untuk Bantu Korban Erupsi Gunung Semeru

Ganjar Kirim 50 Relawan untuk Bantu Korban Erupsi Gunung Semeru

Regional
Guru di Wonogiri Meninggal karena Covid-19, Bupati Jekek: Terpapar di Area Wisata, Bukan Sekolah

Guru di Wonogiri Meninggal karena Covid-19, Bupati Jekek: Terpapar di Area Wisata, Bukan Sekolah

Regional
Antisipasi Omicron Saat Nataru, Bupati Jekek Minta Perantau Tak Mudik

Antisipasi Omicron Saat Nataru, Bupati Jekek Minta Perantau Tak Mudik

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.