Bukan Lockdown, Sultan HB X Tetapkan Yogya Slow Down dan Calm Down Atasi Corona

Kompas.com - 23/03/2020, 14:06 WIB
Raja Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat, Sri Sultan HB X saat membacakan pesan untuk warga mengenai wabah pandemik Covid-19 yang sedang terjadi di Daerah Istimewa Yogyakarta. KOMPAS.COM/YUSTINUS WIJAYA KUSUMARaja Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat, Sri Sultan HB X saat membacakan pesan untuk warga mengenai wabah pandemik Covid-19 yang sedang terjadi di Daerah Istimewa Yogyakarta.
Editor Khairina


Kompas.com- Raja Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat Sri Sultan HB X menyampaikan, dalam menghadapi wabah corona, Daerah Istimewa Yogyakarta belum menerapkan lockdown, melainkan calm down dan slow down.

Calm down untuk menenangkan batin dan menguatkan kepercayaan diri, agar eling lan waspada. Eling atas Sang Maha Pencipta dengan laku spiritual: “lampah” ratri, zikir malam, mohon pengampunan dan pengayoman-Nya,” ucap Sultan saat Sapa Aruh "Cobaan Gusti Allah" di Bangsal Kepatihan, Yogyakarta, Senin (23/3/2020).

Sementara, melalui kebijakan slow down, kata Sultan, sedapat mungkin memperlambat merebaknya pandemi penyakit corona, dengan cara reresik diri dan lingkungannya sendiri-sendiri.

“Kalau merasa kurang sehat harus memiliki kesadaran dan menerima kalau wajib “mengisolasi diri” pribadi selama 14 hari sama dengan masa inkubasi penyakitnya,” pesannya.

Baca juga: Sapa Aruh Sultan HB X untuk Warga soal Corona: Yogya Slow Down Tidak Lockdown
Dia menambahkan, masyarakat harus jaga diri, jaga keluarga, jaga persaudaraan, dan jaga masyarakat, dengan memberi jarak aman, dan sedapat mungkin menghindari keramaian jika memang tidak mendesak betul.

“Bisa jadi kita merasa sehat, tapi sesungguhnya tidak ada seorang pun yang bisa memastikan bahwa kita benar-benar sehat. Malah bisa jadi kita yang membawa bibit penyakit,” imbau Sultan HB X.

Dia pun mengingatkan pepatah Jawa “Datan serik lamun ketaman, datan susah lamun kelangan”.

“Pesan saya singkat: ”Waspadalah dan berhati-hatilah Saudara-saudaraku!” Doaku buat seluruh warga: “Sehat, sehat, sehat!”. Semoga Gusti Allah berkenan meridhai-Nya. Aamiin,” kata Sultan lagi.

Baca juga: Balita Positif Corona yang Dirawat di RSUP Dr Sardjito Yogya Sembuh

Sri Sultan HB X menyampaikan pesan dan imbauan didampingi oleh Wakil Gubernur DIY Sri Paduka Paku Alam X dan Sekda DIY Kadarmanta Baskara Aji.

Raja Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat Sri Sultan HB X menyapa warga dengan menggunakan dua bahasa yakni Bahasa Indonesia dan Bahasa Jawa.

Sri Sultan HB X meminta maaf karena tidak menyampaikan di Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat.

"Sebetulnya saya akan menyampaikan statement saya kepada masyarakat Yogya, karena pribadi mestinya di Keraton Jogja. Tetapi karena saya bekerja di sini, ngontrol dari sini masalah tanggap darurat, Saya mohon maaf saya lakukan di sini," ujar Sri Sultan HB X di Bangsal Kepatihan.

(Kontributor Yogyakarta, Wijaya Kusuma)

 

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Alasan Bawaslu Jember Belum Periksa 26 Penyelenggara yang Diduga Dukung Paslon Independen

Alasan Bawaslu Jember Belum Periksa 26 Penyelenggara yang Diduga Dukung Paslon Independen

Regional
Keluarga Guru SD yang Tewas dalam Ember: Kalau Bisa, Nyawa Dibayar Nyawa...

Keluarga Guru SD yang Tewas dalam Ember: Kalau Bisa, Nyawa Dibayar Nyawa...

Regional
Balita 2 Tahun, Anak Bidan di Sinjai, Terinfeksi Covid-19

Balita 2 Tahun, Anak Bidan di Sinjai, Terinfeksi Covid-19

Regional
BNPB Nilai Warga Lereng Merapi di Sleman Sudah Tangguh Bencana

BNPB Nilai Warga Lereng Merapi di Sleman Sudah Tangguh Bencana

Regional
Kesaksian Tetangga Temukan Guru SD Tewas dalam Ember: Saya Tidak Kuat Melihat Jenazahnya..

Kesaksian Tetangga Temukan Guru SD Tewas dalam Ember: Saya Tidak Kuat Melihat Jenazahnya..

Regional
Kasus Positif Corona Jabar Pecah Rekor, Bertambah 962 Orang dalam Sehari

Kasus Positif Corona Jabar Pecah Rekor, Bertambah 962 Orang dalam Sehari

Regional
Lima Burung Langka Serindit Melayu Gagal Diselundupkan ke Jakarta

Lima Burung Langka Serindit Melayu Gagal Diselundupkan ke Jakarta

Regional
Wali Kota Magelang Bertemu Ganjar Pranowo Bahas Aset Eks Mako Akabri

Wali Kota Magelang Bertemu Ganjar Pranowo Bahas Aset Eks Mako Akabri

Regional
Kisah Pilu Elisa, Ditandu untuk Berobat, Tewas Saat Jembatan yang Dilalui Putus

Kisah Pilu Elisa, Ditandu untuk Berobat, Tewas Saat Jembatan yang Dilalui Putus

Regional
Gara-gara Mandi di Depan Rumah, Gadis 16 Tahun Hampir Diperkosa Tetangga

Gara-gara Mandi di Depan Rumah, Gadis 16 Tahun Hampir Diperkosa Tetangga

Regional
Tak Punya Riwayat Penyakit Lain, Mantan Wakil Wali Kota Padang Panjang Sembuh dari Covid-19

Tak Punya Riwayat Penyakit Lain, Mantan Wakil Wali Kota Padang Panjang Sembuh dari Covid-19

Regional
Ayah Cabuli Anak Tiri Selama 6 Tahun, Pelaku Ancam Bunuh Ibu dan Adik

Ayah Cabuli Anak Tiri Selama 6 Tahun, Pelaku Ancam Bunuh Ibu dan Adik

Regional
Rampas Senpi Polisi Saat Diringkus, Maling Ini 7 Jam Dicari, Ternyata Sembunyi di Plafon Rumah

Rampas Senpi Polisi Saat Diringkus, Maling Ini 7 Jam Dicari, Ternyata Sembunyi di Plafon Rumah

Regional
Batal Maju Pilkada Batam Via Jalur Independen, Eks Staf Ahli Ahok Rian Ernest Dilirik Golkar

Batal Maju Pilkada Batam Via Jalur Independen, Eks Staf Ahli Ahok Rian Ernest Dilirik Golkar

Regional
Gara-gara Tak Tahu Jam Acara Nikah Anaknya, Ibu Ini Mengamuk, Ijab Kabul Tertunda

Gara-gara Tak Tahu Jam Acara Nikah Anaknya, Ibu Ini Mengamuk, Ijab Kabul Tertunda

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X