Kompas.com - 19/03/2020, 19:46 WIB

KOMPAS.com – Wakil Direktur Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Tugurejo Semarang Prihatin Iman Nugroho mengatakan, sejak dibuka Pos Kesehatan (Poskes) virus corona disease (Covid-19) banyak diserbu warga yang ingin memeriksakan diri tanpa dipungut biaya.

Dia menyebut, kebanyakan dari mereka mengeluh sakit flu, namun ada pula yang tak bergejala mendatangi fasilitas kesehatan tersebut.

"Poskes Covid-19 ini kami dirikan sesuai perintah dari Pak Ganjar selaku Gubernur Jawa Tengah. Sejak dibuka pada Rabu (18/3/2020) banyak yang memeriksa diri secara sukarela,” ujarnya.

Prihatin menjelaskan, sebanyak 73 orang datang saat hari pertama dibuka dan belum mengetahui angka pasti pada hari kedua karena yang datang lebih banyak.

Lebih lanjut, dia menjelaskan syarat mudah dalam mengakses layanan Poskes Covid-19, yaitu kartu identitas berupa KTP atau tanda pengenal lain.

Baca juga: Empat Pasien Positif Covid-19 di Jateng, Ganjar Ajak Masyarakat Bersatu Lawan Corona

Setelah mendaftar, petugas medis akan melakukan asesmen awal, berupa pemeriksan suhu tubuh dan tekanan darah.

"Nah setelahnya ada sesi edukasi. Di sana dijelaskan tanda seseorang terkena Covid-19 atau flu biasa,” jelasnya seperti keterangan tertulis yang diterima Kompas.com, Kamis (19/3/2020).

Setelah itu, lanjutnya, ada tahap pemeriksaan kembali sesuai asesmen awal. Lalu ditentukan apakah pasien perlu dirawat atau tidak.

"Datang saja mulai pukul 09.00 sampai 12.00 WIB," urainya.

Siagakan 4 ruang isolasi khusus

Prihatin menambahkan, RSUD Tugurejo kini memiliki empat ruang isolasi khusus pengidap Covid-19 dan menyiagakan dokter spesialis penyakit dalam, paru, dan dokter lain yang berhubungan dengan penyakit ini.

Baca juga: Ini 7 Rumah Sakit di Jateng untuk Tes Corona, Ganjar: Tak Ada Biaya

Dia menjelaskan, setiap dokter yang bertugas diharuskan memakai alat pelindung diri (APD) yang sudah tersedia, di antaranya apron, sarung tangan, kacamata, hingga sepatu boot.

“Untuk APD, saat ini terbatas namun masih mencukupi," ungkapnya.

Lebih lanjut, Prihatin menuturkan, ketika seorang warga dicurigai memiliki risiko, baik dari segi kesehatan maupun riwayat perjalanan, maka akan dimasukan ke kategori lanjut.

Untuk kategori tersebut, dia menjabarkan ada tiga kategori setelah warga melakukan assessment, yakni menjadi Orang Dalam Pemantauan (ODP), Pasien Dalam Pengawasan (PDP) atau tidak termasuk keduanya.

Jika orang tersebut termasuk kategori ODP, orang tersebut akan diberi pengarahan untuk melakukan isolasi diri di rumah.

Baca juga: Ganjar: 4 Pasien Positif Corona di Jateng Pernah Seminar di Bogor, 2 Meninggal

Akan tetapi jika dimasukkan dalam kategori PDP dengan pemberatan penyakit, orang tersebut akan dirawat pada instalasi isolasi.

"Nah jika tak termasuk keduanya (ODP dan PDP) kami berikan edukasi agar menjalani hidup sehat, Di Tugurejo, belum ada kasus positif Covid-19. Hanya ada beberapa pasien PDP," imbuhnya.

Ajakan untuk memeriksakan diri

Pemerintah Provinsi (Pemprov) terus mengajak masyarakat untuk tidak ragu memeriksakan diri terkait Covid-19 ke RS milik Pemprov Jateng.

Ajakan ini pun untuk mereka yang telah bepergian di wilayah terjangkit atau yang memiliki gejala sama dengan pasien virus corona, yaitu flu, batuk, dan sesak napas dalam 14 hari terakhir.

Baca juga: Pemprov Jateng Tambah 46 Rumah Sakit Rujukan Corona

Adapun, tujuh rumah sakit yang menyediakan fasilitas periksa Covid-19 gratis adalah, RSUD Dr Moewardi Surakarta, RSDU Kelet Jepara, RSJD Dr Amino Gondohutomo Semarang, RSJD Sudjarwadi Klaten, RSJD Surakarta, RSUD Dr Margono Soekarjo Purwokerto, dan RSUD Tugurejo Semarang.

Sementara itu, total ada 58 rumah sakit di seluruh Jawa Tengah yang siaga untuk merawat pasien terduga atau positif Covid-19.

Pemprov Jateng juga menyediakan hotline Covid-19 di (024) 3580713 dan 082313600560.

Tak hanya itu, ada pula laman khusus yang memutakhirkan sebaran dan segala informasi tentang Corona Virus Disease yang beralamat di corona.jatengprov.go.id.

Cerita cek Covid-19 seorang warga

Meski layanan cek Covid-19 secara gratis di RS milik Pemprov Jateng belum lama diumumkan, sudah banyak masyarakat yang secara sukarela datang.

Baca juga: Antisipasi Virus Corona di Jateng, Ganjar Imbau Masjid Tak Gunakan Karpet

Seorang mahasiswi dari Universitas Negeri Semarang (Unnes) Bunga Ramadhani (25), misalnya, menceritakan pengalamannya pergi ke RSUD Tugurejo Semarang, Kamis (19/3/2020).

Bersama tiga kawannya, dia menempuh jarak cukup jauh dari tempat kostnya di Gunungpati untuk menyambangi Pokses Covid-19, di depan ruang Kenanga.

Bunga, seperti halnya kebanyakan orang yang mengantre periksa, memakai masker. Sembari menunggu, dia bercerita tentang keluhan batuk pilek yang dialami.

Meski sedang tidak demam atau mengalami sesak nafas, dia mengaku ingin kepastian terhadap penyakitnya, apakah hanya flu biasa atau gejala awal Covid-19.

Apalagi, ujarnya, dia sempat bepergian ke luar Jawa, pada bulan lalu.

Baca juga: Satu Warga Boyolali Pasien dalam Pengawasan Corona, Dirawat di RS Jateng

"Saya sempat pergi ke Aceh bulan lalu. Nah, sekarang saya batuk pilek, maka saya ingin memeriksakan diri," tutur gadis berkacamata itu.

Untuk sampai ke sini, Bunga bercerita, keinginannya untuk memeriksakan diri muncul setelah mengetahui postingan di media sosial.

Karena tidak ingin tertular dan menulari orang-orang di sekitarnya, ia akhirnya secara sukarela bersama temannya periksa.

"Ya cuma ingin memastikan saja. Kalau negatif alhamdulillah. Teman saya ada yang pilek, tapi ada juga yang tidak sakit terus ikut. Ya ingin tahu saja, wong kita ini tinggal satu indekos," paparnya.

Selain Bunga, di RSUD Tugurejo saat itu juga banyak warga yang mengantre di Posko Kesehatan Covid-19.

Contohnya Abdi. Ia datang karena ingin memeriksakan kondisi tubuhnya mesti tidak menunjukkan gejala sakit.

Baca juga: Jateng Waspada Corona, Ganjar Liburkan Sekolah Selama Dua Pekan

"Kalau saya sih enggak sakit, tapi kemarin dari Tegal, naik kereta. Jadi ingin tahu apakah saya tertular atau tidak," ungkap Abdi.

Baca tentang
 
Pilihan Untukmu

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Ganjar: Korupsi Merupakan Pengkhianatan terhadap Kerja Wong Cilik

Ganjar: Korupsi Merupakan Pengkhianatan terhadap Kerja Wong Cilik

Regional
Gubernur Sugianto Akan Manfaatkan Optimal Status Kalteng Jadi Tuan Rumah Kejuaraan Dunia Balap Sepeda MTB

Gubernur Sugianto Akan Manfaatkan Optimal Status Kalteng Jadi Tuan Rumah Kejuaraan Dunia Balap Sepeda MTB

Regional
Bupati Arief Rohman Beri Sinyal Jalan Blora-Randublatung Selesai Tahun 2022

Bupati Arief Rohman Beri Sinyal Jalan Blora-Randublatung Selesai Tahun 2022

Regional
Gelar IYCC, LPI Dompet Dhuafa Wisuda 256 Penerima Manfaat Etos ID

Gelar IYCC, LPI Dompet Dhuafa Wisuda 256 Penerima Manfaat Etos ID

Regional
Dukung Sektor Ekowisata Metro, Wali Kota Mahdi Resmikan Destinasi Wisata Amor

Dukung Sektor Ekowisata Metro, Wali Kota Mahdi Resmikan Destinasi Wisata Amor

Regional
Hutan Kota di Trenggalek Mulai Dipasang QR Code Berisi Informasi Jenis-jenis Tanaman

Hutan Kota di Trenggalek Mulai Dipasang QR Code Berisi Informasi Jenis-jenis Tanaman

Regional
Bupati Jekek Harap Festival Agustus Merdeka 77 Bawa Wonogiri ke Kenormalan Baru

Bupati Jekek Harap Festival Agustus Merdeka 77 Bawa Wonogiri ke Kenormalan Baru

Regional
Di Negaroa Bahagia Wisata Rally 2022, Pereli sekaligus Wabup Jembrana Masuk 10 Besar Seeded B

Di Negaroa Bahagia Wisata Rally 2022, Pereli sekaligus Wabup Jembrana Masuk 10 Besar Seeded B

Regional
Unjuk Rasa di Pantai Marbo, Nelayan Tallo Protes Pembangunan Rel At Grade

Unjuk Rasa di Pantai Marbo, Nelayan Tallo Protes Pembangunan Rel At Grade

Regional
Bangun Mal Pelayanan Publik, Upaya Pemkab Wonogiri Ciptakan Pelayanan Lebih Bagi bagi Masyarakat

Bangun Mal Pelayanan Publik, Upaya Pemkab Wonogiri Ciptakan Pelayanan Lebih Bagi bagi Masyarakat

Regional
Rayakan HUT Ke-72, Pemprov Jateng Gelar Pertujukan Seni Spektakuler

Rayakan HUT Ke-72, Pemprov Jateng Gelar Pertujukan Seni Spektakuler

Regional
Bandar Lampung Segera Bangun 3 Hotel Baru, Wali Kota Eva: Dampak Positif dari Peningkatan Bisnis Penginapan

Bandar Lampung Segera Bangun 3 Hotel Baru, Wali Kota Eva: Dampak Positif dari Peningkatan Bisnis Penginapan

Regional
Jelang HUT Ke-77 RI, Wali Kota Madiun Bagikan 5.000 Bendera Merah Putih Gratis

Jelang HUT Ke-77 RI, Wali Kota Madiun Bagikan 5.000 Bendera Merah Putih Gratis

Regional
Jaga Keselamatan Petani, Bupati Arief Sepakat Perangi Hama Tikus Tanpa Jebakan Listrik

Jaga Keselamatan Petani, Bupati Arief Sepakat Perangi Hama Tikus Tanpa Jebakan Listrik

Regional
Awalnya Dipenuhi Sampah, Desa Pandean Kini Jadi Salah Satu Desa Wisata Terbaik Se-Indonesia

Awalnya Dipenuhi Sampah, Desa Pandean Kini Jadi Salah Satu Desa Wisata Terbaik Se-Indonesia

Regional
komentar di artikel lainnya
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.