Bupati Bogor Akan Perbaiki Data PDP Corona yang Beda dengan Data Ridwan Kamil

Kompas.com - 18/03/2020, 16:38 WIB
Bupati Bogor Ade Yasin saat menghadiri acara penanaman pohon jenis Tabebuya di halaman AEON Mall Sentul City, Kecamatan Babakan Madang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Selasa (17/3/2020). KOMPAS.COM/AFDHALUL IKHSANBupati Bogor Ade Yasin saat menghadiri acara penanaman pohon jenis Tabebuya di halaman AEON Mall Sentul City, Kecamatan Babakan Madang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Selasa (17/3/2020).

 

Tidak ada 5 PDP corona, termasuk di Bojonggede

Pemerintah Kabupaten Bogor melalui Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Bogor juga sudah membentuk jejaring tim dengan pemerintah pusat untuk dilakukan tracking ke sejumlah lokasi yang disebutkan itu.

Namun, faktanya tidak ditemukan lima orang PDP termasuk di Bojonggede.

"Justru datanya salah jadi tidak sama dengan Dinkes Kabupaten Bogor dan Dinkes Pemprov Jabar serta data di pusat juga enggak ada (5 PDP)," tukasnya.

Ditemui terpisah, Kasi Surveilans Dinas Kesehatan Kabupaten Bogor, Adang Mulyana menyebutkan, sejak bulan Januari hingga awal Maret 2020 terhitung secara keseluruhan ada 18 orang PDP corona dan 46 ODP virus corona.

Namun, dari jumlah itu ada 17 PDP dan 39 ODP dinyatakan sembuh atau negatif.

"PDP itu jumlahnya 18 dan tinggal 1 di RS Persahabatan lalu yang 17 sudah selesai, kemudian untuk ODP itu ada 46 sisanya tinggal 7 orang artinya yang 39 sudah selesai juga," ungkapnya.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Adang juga menjelaskan bahwa hasil tracking oleh timnya tidak ditemukan informasi terkait pasien PDP di lima kecamatan salah satunya di wilayah Bojonggede.

Baca juga: Cerita Warga Periksa ke RS Rujukan Corona: Demam Pulang dari Jakarta, Sampai RS hanya Dicek Suhu Tubuh...

1 PDP corona dirujuk ke RS Persahabatan

Ia juga enggan menyebutkan alamat kecamatan dari satu pasien PDP corona tersebut, yang saat ini telah mengikuti masa inkubasi selama 14 hari.

Menurutnya, pasien yang terduga terpapar virus corona itu langsung dievakuasi ke RS Persahabatan.

Langkah cepat mengevakuasi pasien kata dia, merupakan hal penting untuk mengantisipasi penyebaran virus corona agar tidak meluas dengan cepat.

Saat ini pihaknya masih menunggu perkembangan informasi dari hasil laboratorium dari Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan (Litbangkes) Kemenkes RI.

"PDP yang 1 itu kalau masa inkubasi dia sudah lewat cuman hasil lab dari Litbangkesnya yang kita tunggu karena belum keluar. Kalau ODP yang 7 itu sehat semua cumankan belum sampai masa inkubasi 14 hari jadi tinggal nunggu 14 hari saja," bebernya.

Yang jelas lanjut Adang, pria tersebut yang berstatus pasien PDP corona diduga terjangkit virus corona usai pulang dari luar negeri.

"(Iya punya) riwayat bepergian keluar negeri tapi kondisi bagus sehat saja," ujar dia.

Baca juga: Bupati Bogor Komplain Ridwan Kamil Soal Beda Data Jumlah PDP Corona di Kabupaten Bogor

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Putus Mata Rantai Penularan Covid-19, Bupati Jekek: Harus Ada Kebijakan Terintegrasi

Putus Mata Rantai Penularan Covid-19, Bupati Jekek: Harus Ada Kebijakan Terintegrasi

Regional
Antisipasi Penyebaran Hoaks, Pemprov Papua Perkuat Peran Bakohumas

Antisipasi Penyebaran Hoaks, Pemprov Papua Perkuat Peran Bakohumas

Regional
Persentase BOR di Semarang Tinggi, Wali Kota Hendi Tambah 390 Tempat Tidur Pasien Covid-19

Persentase BOR di Semarang Tinggi, Wali Kota Hendi Tambah 390 Tempat Tidur Pasien Covid-19

Regional
Mobilitas Jadi Penyebab Kerumunan, Ganjar Ajak Masyarakat Tetap di Rumah

Mobilitas Jadi Penyebab Kerumunan, Ganjar Ajak Masyarakat Tetap di Rumah

Regional
BERITA FOTO: Tenaga Pikul Beristirahat di Atas Makam Usai Kuburkan Jenazah Pasien Covid-19

BERITA FOTO: Tenaga Pikul Beristirahat di Atas Makam Usai Kuburkan Jenazah Pasien Covid-19

Berita Foto
Kasus Covid-19 di Semarang Naik 700 Persen, Walkot Hendi Berlakukan PKM

Kasus Covid-19 di Semarang Naik 700 Persen, Walkot Hendi Berlakukan PKM

Regional
Kasus Covid-19 di Semarang Naik, Walkot Hendi Resmikan RS Darurat

Kasus Covid-19 di Semarang Naik, Walkot Hendi Resmikan RS Darurat

Regional
Akses ke Faskes Sulit, Dompet Dhuafa Sumbangkan Ambulans untuk Warga Desa Tanjung Raya

Akses ke Faskes Sulit, Dompet Dhuafa Sumbangkan Ambulans untuk Warga Desa Tanjung Raya

Regional
Peringati HUT Ke-103 Kota Madiun, Wali Kota Maidi Fokus Stop Covid-19 dan Genjot Ekonomi

Peringati HUT Ke-103 Kota Madiun, Wali Kota Maidi Fokus Stop Covid-19 dan Genjot Ekonomi

Regional
Hendi Terus Bergerak Cepat Sediakan Tempat Tidur untuk Pasien Covid-19 di Semarang

Hendi Terus Bergerak Cepat Sediakan Tempat Tidur untuk Pasien Covid-19 di Semarang

Regional
Hadiri Deklarasi Pilkades Damai, Bupati Luwu Utara Minta Cakades Tegakkan Protokol Kesehatan

Hadiri Deklarasi Pilkades Damai, Bupati Luwu Utara Minta Cakades Tegakkan Protokol Kesehatan

Regional
Bupati IDP Resmikan Program Pamsimas, Kini Warga Desa Dodolo Nikmati Air Bersih

Bupati IDP Resmikan Program Pamsimas, Kini Warga Desa Dodolo Nikmati Air Bersih

Regional
Gandeng KPK, Hendi Tegaskan Komitmen Cegah dan Berantas Korupsi

Gandeng KPK, Hendi Tegaskan Komitmen Cegah dan Berantas Korupsi

Regional
25 Persen Warga Sudah Divaksin, Menkes Tambah Jatah Vaksin Kota Madiun

25 Persen Warga Sudah Divaksin, Menkes Tambah Jatah Vaksin Kota Madiun

Regional
Kasus Covid-19 di Semarang Semakin Tinggi, Walkot Hendi Tutup 8 Ruas Jalan

Kasus Covid-19 di Semarang Semakin Tinggi, Walkot Hendi Tutup 8 Ruas Jalan

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X