Kompas.com - 05/03/2020, 14:57 WIB
Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini di Solo, Jawa Tengah, Rabu (4/3/2020). KOMPAS.com/LABIB ZAMANIWali Kota Surabaya Tri Rismaharini di Solo, Jawa Tengah, Rabu (4/3/2020).

SURABAYA, KOMPAS.com - Pemerintah Kota Surabaya, Jawa Timur, menstok masker untuk persediaan selama enam bulan.

Masker itu disiapkan bagi masyarakat maupun tenaga medis untuk mengurangi risiko penularan virus corona atau covid-19.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Surabaya Febria Rachmanita mengatakan, sejak awal Januari lalu pihaknya sudah mengumpulkan sebanyak 9.892 boks masker.

Masker itu didistribusikan ke 63 puskesmas serta 154 kelurahan di Surabaya.

"Masing-masing kelurahan mendapatkan masker 10 boks," kata Febria saat dikonfirmasi, Kamis (5/3/2020).

Baca juga: Klarifikasi Risma Soal Timbun Masker, Pengalaman Meletusnya Kelud hingga Simpan di Kelurahan

Menurut Febria, langkah tersebut sudah sesuai dengan Permenkes 74 tahun 2017 tentang standar pelayanan kefarmasian.

Ia menjelaskan, dalam permenkes itu, disebutkan bahwa proses perencanaan kebutuhan obat per tahun dilakukan berjenjang.

Puskesmas diminta menyediakan data pemakaian obat dengan menggunakan Laporan Pemakaian dan Lembar Permintaan Obat (LPLPO).

Selain itu, dalam aturan tersebut disebutkan bahwa pemerintah kabupaten/kota melakukan kompilasi, analisa, termasuk memperhitungkan waktu kekosongan obat, buffer stok serta menghindari stok berlebih.

"Makanya dinkes melakukan pengadaan untuk persediaan selama 18 bulan dengan perhitungan buffer enam bulan. Persediaan masker itu kemudian didistribusikan ke puskesmas untuk dibagikan ke kelurahan-kelurahan," ujar Febria.

Baca juga: Banyak yang Timbun Masker, Aming: Hati-hati Kena Pidana 5 Tahun Penjara

Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini memastikan bahwa stok masker yang disiapkan itu kini berada di kelurahan-kelurahan se-Surabaya.

Alasan utama masker itu didistribusikan ke kelurahan, menurut Risma, agar ketika ada kejadian yang tidak diduga, bisa langsung gerak cepat dengan membagi-bagikan masker kepada warganya.

"Jadi, sekarang masker itu ada di kelurahan-kelurahan. Itu sudah saya bagikan sejak Januari. Kalau ada kejadian, masker bisa lebih cepat dibagikan ke warga, tidak perlu nunggu aku," kata Risma.

Risma menegaskan dirinya tidak menimbun masker untuk kepentingan pribadi.

Masker itu awalnya dikumpulkan Risma setelah ia mendengar ramalan gunung meletus yang disebut sesuai dengan prediksi BMKG.

Risma kemudian memerintahkan Dinas Kesehatan untuk menyimpan persediaan masker.

Namun, masker tersebut sudah didistribusikan ke 154 kelurahan di Surabaya dan akan dibagikan ke masyarakat.

"Jadi, sekali lagi sekarang di kelurahan nyimpennya. Jadi bukan aku terus menimbun, itu juga gratis tidak aku jual," ujar Risma.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Hadiri Rakerda Jabar Bergerak, Kang Emil: Terus Jalankan Regenerasi

Hadiri Rakerda Jabar Bergerak, Kang Emil: Terus Jalankan Regenerasi

Regional
Ceramah Ramadhan Tak Boleh Lama-lama, Materi Ceramah Akan Diatur Pemda

Ceramah Ramadhan Tak Boleh Lama-lama, Materi Ceramah Akan Diatur Pemda

Regional
Dedi Mulyadi Menangis Dapati Seorang Ibu Tua Melamun Tak Punya Beras

Dedi Mulyadi Menangis Dapati Seorang Ibu Tua Melamun Tak Punya Beras

Regional
Cegah Kerumunan, Prosesi Dugderan di Kota Semarang Berjalan Sederhana

Cegah Kerumunan, Prosesi Dugderan di Kota Semarang Berjalan Sederhana

Regional
Ajak Masyarakat Hormati Orang Tua, Ridwan Kamil: Jangan Sampai Ada Lansia Terlantar

Ajak Masyarakat Hormati Orang Tua, Ridwan Kamil: Jangan Sampai Ada Lansia Terlantar

Regional
Jadi Percontohan Nasional, Seleksi Anggota Paskibraka Jateng Gandeng BPIP

Jadi Percontohan Nasional, Seleksi Anggota Paskibraka Jateng Gandeng BPIP

Regional
Gerakan Perekonomian Jabar, Disparbud Setempat Gelar Gekraf 2021

Gerakan Perekonomian Jabar, Disparbud Setempat Gelar Gekraf 2021

Regional
Khawatir Krisis Pangan, Wagub Jabar Minta Petani Tidak Alih Fungsikan Sawah

Khawatir Krisis Pangan, Wagub Jabar Minta Petani Tidak Alih Fungsikan Sawah

Regional
Teken MoU dengan Tourism Malaysia, Jaswita Jabar: Kerja Sama Ini Menguntungkan

Teken MoU dengan Tourism Malaysia, Jaswita Jabar: Kerja Sama Ini Menguntungkan

Regional
Tinjau Penataan Kawasan Candi Borobudur, Ganjar: Progresnya Bagus

Tinjau Penataan Kawasan Candi Borobudur, Ganjar: Progresnya Bagus

Regional
Bebas Penyakit Frambusia, Kota Madiun Raih Penghargaan dari Kemenkes

Bebas Penyakit Frambusia, Kota Madiun Raih Penghargaan dari Kemenkes

Regional
Begini Respons Wali Kota Maidi Usai Dapat Penghargaan Pembina K3 Terbaik

Begini Respons Wali Kota Maidi Usai Dapat Penghargaan Pembina K3 Terbaik

Regional
Program Pemberdayan Hidroponik di Sulsel Diapresiasi Dompet Dhuafa, Mengapa?

Program Pemberdayan Hidroponik di Sulsel Diapresiasi Dompet Dhuafa, Mengapa?

Regional
Dukung Pemerintah, Shopee Hadirkan Pusat Vaksinasi Covid-19 di Bandung

Dukung Pemerintah, Shopee Hadirkan Pusat Vaksinasi Covid-19 di Bandung

Regional
Lewat EDJ, Pemrov Jabar Berkomitmen Implementasikan Keterbukaan Informasi Publik

Lewat EDJ, Pemrov Jabar Berkomitmen Implementasikan Keterbukaan Informasi Publik

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X