Kompas.com - 03/03/2020, 13:21 WIB
Empat dari enam orang pelaku pencurian uang Rp 1,6 miliar di parkiran kantor Gubernur Sumut pada Senin (9/9/2019) berhasil ditangkap Polrestabes Medan. Dua orang pelaku masih buronan. KOMPAS.COM/DEWANTOROEmpat dari enam orang pelaku pencurian uang Rp 1,6 miliar di parkiran kantor Gubernur Sumut pada Senin (9/9/2019) berhasil ditangkap Polrestabes Medan. Dua orang pelaku masih buronan.

MEDAN, KOMPAS.com - Empat terdakwa pencuri uang tunai untuk pembayaran honor sebesar Rp 1,6 miliar lebih milik Pemerintah Provinsi Sumatera Utara terus menunduk.

Bahkan saat Ketua Majelis Hakim Erintuah Damanik menanyakan apakah mereka sehat atau tidak, hanya dijawab seadanya, suara mereka nyaris tak terdengar.

Sidang lanjutan yang digelar di ruang Cakra VI Pengadilan Negeri (PN) Medan beragenda pembacaan putusan.

Erintuah sempat terlihat kesal dan menskors persidangan gara-gara Panitera Muda Pidana Yusman Harefa yang menjadi Panitera Pengganti melenggang datang ke persidangan tanpa membawa berkas perkara para terdakwa. 

Baca juga: Uang Rp 1,6 Miliar Milik Pemprov Sumut Hilang di Parkiran, Ini Kronologinya

Keempat terdakwa pada 17 Februari 2020 dituntut Jaksa Penuntut Umum Rambo Sinurat melanggar Pasal 363 ayat (1) ke 4 dan 5 KUHP namun hukumannya berbeda-beda.

Terdakwa Niksar Sitorus (36), Musa Hardianto Sihombing alias Musa (22), dan Indra Haposan Nababan alias Irvan (39) dituntut enam tahun enam bulan penjara.

Sedangkan Niko Demos Sihombing alias Nika (41) dituntut tujuh tahun penjara.

Sebelum menjatuhkan vonis, Erintuah menyebut hal-hal yang memberatkan yaitu perbuatan para terdakwa dilakukan saat jam shalat dan mereka menikmati hasil kejahatannya.

Sementara hal yang meringankan, para terdakwa mengakui perbuatannya, menyesalinya dan berjanji tidak akan mengulangi. 

Baca juga: Fakta Uang Rp 1,6 Miliar Pemprov Sumut Hilang di Parkiran, untuk Pembayaran Honor TPAD

Pikir-pikir

"Para terdakwa belum pernah dipidana dan para terdakwa mempunyai tanggungan keluarga. Menyatakan terdakwa Niksar Sitorus, Musa Hardianto Sihombing, Indra Haposan Nababan dan Niko Demos Sihombing terbukti bersalah melakukan tindak pidana pencurian dalam keadaan memberatkan. Menjatuhkan pidana penjara kepada para terdakwa masing-masing lima tahun," kata Erintuah, Senin (2/3/2020).

"Sudah dengar? Perbuatan kalian sama, walaupun dituntut jaksa beda-beda tapi hakim berpendapat perbuatan kalian saling melengkapi. Atas putusan itu, saudara punya hak, boleh menerima, boleh pikir-pikir, boleh banding. Kami menilai, masih ada hal-hal yang meringankan dari kalian, kalau tidak, bisa saja kami naikkan hukuman kalian sampai sembilan tahun. Bagaimana? Penuntut umum juga punya hak yang sama..." sambungnya.

Setelah saling lirik, para terdakwa yang tidak didampingi penasihat hukum ini kompak menjawab pikir-pikir. Begitu juga dengan jawaban Jaksa Rambo, pikir-pikir. 

"Pikir-pikir tujuh hari, jika dalam tujuh hari saudara tidak menyatakan sikap maka dianggap menerima putusan. Perkara selesai, sidang ditutup..." kata Erintuah sambil mengetuk palu.

Baca juga: Kekecewaan Wagub Sumut soal Uang Rp 1,6 Miliar yang Hilang di Parkiran

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Polisi Amankan 3 Pengibar Bendera RMS di Saparua

Polisi Amankan 3 Pengibar Bendera RMS di Saparua

Regional
Wisatawan Membludak, Pantai Selatan Garut Ditutup, Polisi Lakukan Penyekatan

Wisatawan Membludak, Pantai Selatan Garut Ditutup, Polisi Lakukan Penyekatan

Regional
Beberapa Titik di Medan Dilanda Banjir, Bobby Pastikan Warga Terdampak Tak Kekurangan Pangan

Beberapa Titik di Medan Dilanda Banjir, Bobby Pastikan Warga Terdampak Tak Kekurangan Pangan

Regional
Bupati Bener Meriah Alami Pecah Pembuluh Darah, Dibawa ke Medan

Bupati Bener Meriah Alami Pecah Pembuluh Darah, Dibawa ke Medan

Regional
Hari Pertama Lebaran, Bobby dan Kahiyang Datangi Lokasi Banjir Luapan Sungai Deli

Hari Pertama Lebaran, Bobby dan Kahiyang Datangi Lokasi Banjir Luapan Sungai Deli

Regional
Gelar Open House Virtual, Ganjar Sapa Warga Jateng di Banten hingga Sudan

Gelar Open House Virtual, Ganjar Sapa Warga Jateng di Banten hingga Sudan

Regional
Penyakit Syaraf Kambuh, Bupati Bener Meriah Dilarikan ke Medan

Penyakit Syaraf Kambuh, Bupati Bener Meriah Dilarikan ke Medan

Regional
H-1 Lebaran, Mensos Berikan Santunan Rp 285 Juta Kepada Korban Longsor di Solok

H-1 Lebaran, Mensos Berikan Santunan Rp 285 Juta Kepada Korban Longsor di Solok

Regional
12 Korban Tewas Longsor di Tapanuli Selatan Dapat Santunan Rp 180 Juta dari Kemensos

12 Korban Tewas Longsor di Tapanuli Selatan Dapat Santunan Rp 180 Juta dari Kemensos

Regional
Batasi Akses Keluar Masuk Medan, Walkot Bobby Tinjau Lokasi Penyekatan

Batasi Akses Keluar Masuk Medan, Walkot Bobby Tinjau Lokasi Penyekatan

Regional
Kabel Optik Telkom Sarmi-Biak Terputus, Pemprov Papua Tetap Upayakan Layanan E-Government

Kabel Optik Telkom Sarmi-Biak Terputus, Pemprov Papua Tetap Upayakan Layanan E-Government

Regional
Warga Kampung Nelayan Keluhkan Banjir, Walkot Bobby Instruksikan Bangun Tanggul

Warga Kampung Nelayan Keluhkan Banjir, Walkot Bobby Instruksikan Bangun Tanggul

Regional
Ridwan Kamil Lelang 4 Paket Premium Produk Kolaborasi Bersama Merek Lokal

Ridwan Kamil Lelang 4 Paket Premium Produk Kolaborasi Bersama Merek Lokal

Regional
Jelang PON XX 2021, Pemprov Papua Buat Tim Kecil untuk Koordinasi

Jelang PON XX 2021, Pemprov Papua Buat Tim Kecil untuk Koordinasi

Regional
Polemik Karantina WNI, Bobby Sesalkan Informasi Tidak Benar dari Pemprov Sumut

Polemik Karantina WNI, Bobby Sesalkan Informasi Tidak Benar dari Pemprov Sumut

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X