Kompas.com - 02/03/2020, 12:30 WIB
JATIM 28200301 Belum Bisa Olah Limbah,  Pengusaha di Magetan Hentikan Proses Penyamakan Kulit. KOMPAS.COM/SUKOCOJATIM 28200301 Belum Bisa Olah Limbah, Pengusaha di Magetan Hentikan Proses Penyamakan Kulit.

MAGETAN, KOMPAS.com – Ratusan pengusaha penyamakan kulit di Kabupaten Magetan, Jawa Timur, memilih menghentikan produksi penyamakan kulit karena belum mampu menangani limbah lumpur dari IPAL. 

Ketua Dewan Pengurus Daerah Asosiasi Penyamak Kulit Indonesia DPD APKI Magetan Basuki Rahmawan mengatakan, pengusaha memilih menghentikan produksi penyamakan kulit untuk menghindari sanksi hukum terkait surat dari pemerintah daerah yang melarang pembuangan lumpur IPAL.

“Tidak boleh membuang slat di seluruh lokasi LIK, otomatis IPAL tidak produksi. Artinya proses pengolahan kulit basah dengan sendirinya berhenti,” ujarnya, Senin (3/2/2020).

Baca juga: Luapan Sungai Lematang Prabumulih Diduga Bawa Limbah Pabrik, Korban Banjir Sakit Gatal-gatal

Basuki menambahkan, dengan berhentinya operasi mesin pengolahan kulit tersebut, membuat 110 pengusaha APKI Magetan merumahkan sekitar 1.000 tenaga kerja.

Ribuan tenaga kerja tersebut selama ini menggantungkan hidup dari penyamakan kulit.

Penghentian operasi penyamakan kulit di LIK Magetan juga akan mempengaruhi ratusan pengusaha kerajinan kulit yang tersebar di ratusan kabupaten/kota di Indonesia.

“80 persen prosuk kulit di sini dikirim ke Medan, Padang, Jakarta, Bandung, Yogya hingga ke Bali. Hanya 20 persen yang diserap perajin kulit di Magetan,” imbuhnya.

Belum diketahui pasti sampai kapan penghentian proses penyamakan kulit di LIK Magetan akan berakhir.

Baca juga: Selidiki Limbah Radioaktif di Perumahan Batan Indah, Polisi Periksa 7 Saksi

 

Basuki berharap ada kebijakan dari pemerintah daerah terkait penanganan limbah pengolahan kulit di LIK. 

"Kami pengusaha bukannya tidak mau mengolah limbah, tapi tidak mampu. Kami berharap pemkab maupun pemprov mendatangkan orang yang mampu mengolah IPAL,” ucapnya.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Terapkan Prokes dan PPKM di Kesawan City Walk, Pemkot Medan Lakukan Ini

Terapkan Prokes dan PPKM di Kesawan City Walk, Pemkot Medan Lakukan Ini

Regional
Ganjar Nilai Sistem Resi Gudang Grobogan Jadi Teladan Nasional, Mengapa?

Ganjar Nilai Sistem Resi Gudang Grobogan Jadi Teladan Nasional, Mengapa?

Regional
Anggap Warga Sudah Teredukasi Covid-19, Pemkab Wonogiri Longgarkan Kegiatan Ekonomi

Anggap Warga Sudah Teredukasi Covid-19, Pemkab Wonogiri Longgarkan Kegiatan Ekonomi

Regional
Diminta Khofifah Desain Masjid di Surabaya, Kang Emil: Alhamdulillah, Jadi Ladang Ibadah

Diminta Khofifah Desain Masjid di Surabaya, Kang Emil: Alhamdulillah, Jadi Ladang Ibadah

Regional
Pulihkan Ekonomi Jabar, Wagub Uu Dorong UMKM Manfaatkan Program Pemerintah

Pulihkan Ekonomi Jabar, Wagub Uu Dorong UMKM Manfaatkan Program Pemerintah

Regional
Mukhtar, Mantan Bomber Kantor Unicef Aceh Kini Jadi Petani Pepaya dan Porang

Mukhtar, Mantan Bomber Kantor Unicef Aceh Kini Jadi Petani Pepaya dan Porang

Regional
Lewat Produk UKM, Ganjar dan Dubes Ceko Diskusikan Sejumlah Potensi Kerja Sama

Lewat Produk UKM, Ganjar dan Dubes Ceko Diskusikan Sejumlah Potensi Kerja Sama

Regional
Serahkan Sertifikasi SNI ke Masker Ateja, Emil Akui Sedang Buat Kain Antivirus

Serahkan Sertifikasi SNI ke Masker Ateja, Emil Akui Sedang Buat Kain Antivirus

Regional
Bongkar Bangunan Bermasalah di Medan, Wali Kota Bobby: Mari Tingkatkan PAD

Bongkar Bangunan Bermasalah di Medan, Wali Kota Bobby: Mari Tingkatkan PAD

Regional
Positif Covid-19, Atalia Praratya Banjir Doa dan Dukungan

Positif Covid-19, Atalia Praratya Banjir Doa dan Dukungan

Regional
Ajak Pelajar Berbagi Selama Ramadhan, Disdik Jabar Gelar Rantang Siswa

Ajak Pelajar Berbagi Selama Ramadhan, Disdik Jabar Gelar Rantang Siswa

Regional
Mudahkan Rancang Perda, Gubernur Ridwan Kamil dan Kemendagri Luncurkan Aplikasi e-Perda

Mudahkan Rancang Perda, Gubernur Ridwan Kamil dan Kemendagri Luncurkan Aplikasi e-Perda

Regional
Kembali Gelar Bubos, Jabar Targetkan 127.000 Warga Dapat Takjil Buka Puasa

Kembali Gelar Bubos, Jabar Targetkan 127.000 Warga Dapat Takjil Buka Puasa

Regional
Jayakan Kembali Kota Lama Kesawan, Walkot Bobby Gandeng BPK2L Semarang

Jayakan Kembali Kota Lama Kesawan, Walkot Bobby Gandeng BPK2L Semarang

Regional
Ketua PWI Sumut Apresiasi Inisiatif Bobby Nasution Ajak Wartawan Berdialog

Ketua PWI Sumut Apresiasi Inisiatif Bobby Nasution Ajak Wartawan Berdialog

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X