Gara-gara Uang Study Tour, Ayah Bunuh Siswi SMP yang Tewas di Drainase Sekolah

Kompas.com - 27/02/2020, 12:56 WIB
Lokasi rumah kosong di Jalan Laswi Kota Tasikmalaya sebagai tempat pembunuhan Delis Sulistina (13) siswi SMP Tasikmalaya tewas di gorong-gorong oleh ayah kandungnya sendiri, Kamis (27/2/2020). KOMPAS.COM/IRWAN NUGRAHALokasi rumah kosong di Jalan Laswi Kota Tasikmalaya sebagai tempat pembunuhan Delis Sulistina (13) siswi SMP Tasikmalaya tewas di gorong-gorong oleh ayah kandungnya sendiri, Kamis (27/2/2020).

TASIKMALAYA, KOMPAS.com - Budi Rahmat (45), pelaku pembunuhan siswi SMP di Tasikmalaya yang tewas di drainase sekolahnya, Delis Sulistina (13) tertangkap.

Delis dibunuh ayah kandungnya sendiri karena kesal dimintai uang untuk biaya studi tour.  

Sesuai informasi dari Kepolisian setempat, kejadian bermula saat korban mendatangi tempat kerja ayahnya sepulang sekolah memakai angkutan umum, Kamis (23/1/2020) sore.

Setibanya di tempat kerja pelaku yakni salah satu rumah makan di Jalan Laswi Kota Tasikmalaya, korban bertemu dengan ayahnya dan meminta uang untuk studi tour sekolahnya ke Bandung sebesar Rp 400 ribu.

Pelaku sempat berupaya memberikan uang kepada korban Rp 200 ribu dan meminjam kepada bosnya Rp 100 ribu.

"Karena korban merasa pemberian uang ayahnya kurang, korban dibawa ke rumah kosong dan sempat cek cok dengan pelaku. Lokasi rumah kosong itu dekat dengan tempat kerja pelaku sekaligus TKP pembunuhan terjadi," jelas Kapolres Tasikmalaya Kota AKBP Anom Karibianto saat Konferensi Pers, Kamis (27/2/2020).

Baca juga: Ibu Delis Sempat Benci Dengar Omongan Anaknya Tewas karena Kecelakaan Tak Sengaja

Anom menambahkan, pelaku yang masih keadaan emosi seketika mencekik korban sampai meninggal dunia.

Setelah diketahui meninggal, pelaku sempat membiarkan mayat anaknya di rumah kosong tersebut untuk kembali bekerja sekitar pukul 16.00 WIB, Kamis (23/1/2020) sore.

Seusai bekerja sekitar pukul 21.00 WIB, pelaku kembali ke TKP untuk menyembunyikan mayat anaknya di gorong-gorong sekolahnya SMPN 6 Tasikmalaya.

"Tujuan pelaku menyembunyikan mayat anaknya di gorong-gorong sekolahnya supaya dikira bahwa kematian anaknya karena kecelakaan," tutur Anom.

Baca juga: Jawab Siswi yang Tewas di Gorong-gorong Ada Bersama Dirinya, Ayah Delis: Saya Hilang Ingatan

Halaman:


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Guru Honorer yang Jalan Kaki Susuri Hutan demi Mengajar Dapat Sepeda dari Walkot Samarinda

Guru Honorer yang Jalan Kaki Susuri Hutan demi Mengajar Dapat Sepeda dari Walkot Samarinda

Regional
Bandar Arisan Online Kabur, Anggota Merugi hingga Rp 134 Juta

Bandar Arisan Online Kabur, Anggota Merugi hingga Rp 134 Juta

Regional
PGRI Lamongan Luncurkan Mobil Sekolah Keliling, Siap Bantu Sekolah dan Siswa Belajar Daring

PGRI Lamongan Luncurkan Mobil Sekolah Keliling, Siap Bantu Sekolah dan Siswa Belajar Daring

Regional
Kapolda Banten: Sudahlah, Tunggu Hasil Pilkada dari Rumah Saja

Kapolda Banten: Sudahlah, Tunggu Hasil Pilkada dari Rumah Saja

Regional
Wujudkan Tanah Bumbu Maju, Paslon Zairullah Azhar-Muhammad Rusli Siapkan 4 Program Pokok

Wujudkan Tanah Bumbu Maju, Paslon Zairullah Azhar-Muhammad Rusli Siapkan 4 Program Pokok

Regional
Sah, Siswa SMA/SMK di Jabar Dapat Bantuan Rp 700.000 hingga Rp 1,2 Juta

Sah, Siswa SMA/SMK di Jabar Dapat Bantuan Rp 700.000 hingga Rp 1,2 Juta

Regional
Kelola Bank Sampah, DLH Kabupaten Semarang Perkenalkan Silopah

Kelola Bank Sampah, DLH Kabupaten Semarang Perkenalkan Silopah

Regional
Kirim Berkas Pemakzulan Bupati Faida ke MA, DPRD Jember Sertakan 33 Alat Bukti

Kirim Berkas Pemakzulan Bupati Faida ke MA, DPRD Jember Sertakan 33 Alat Bukti

Regional
Cerita Aprilia, Guru Inspiratif yang Dapat Penghargaan dari Ganjar

Cerita Aprilia, Guru Inspiratif yang Dapat Penghargaan dari Ganjar

Regional
Ketua DPRD Aceh Utara: di Kampung Saya Ada Guru 'Lillahitaala', 13 Tahun Tak Digaji

Ketua DPRD Aceh Utara: di Kampung Saya Ada Guru "Lillahitaala", 13 Tahun Tak Digaji

Regional
Kisah Pilu Sri, Meninggal Saat Ditandu Menuju Puskesmas, Jalanan Rusak dan Tak Bisa Dilewati Kendaraan

Kisah Pilu Sri, Meninggal Saat Ditandu Menuju Puskesmas, Jalanan Rusak dan Tak Bisa Dilewati Kendaraan

Regional
Semua Guru Honorer di Riau Diusulkan Jadi PPPK

Semua Guru Honorer di Riau Diusulkan Jadi PPPK

Regional
Bukan Kleptomania, Bocah 8 Tahun Berkali-kali Tertangkap Mencuri Alami Juvenile Delinquency

Bukan Kleptomania, Bocah 8 Tahun Berkali-kali Tertangkap Mencuri Alami Juvenile Delinquency

Regional
Kesal Emasnya Dicuri Anak untuk Belikan Pacar Hape, Ibu Ini Lapor Polisi

Kesal Emasnya Dicuri Anak untuk Belikan Pacar Hape, Ibu Ini Lapor Polisi

Regional
Dua Pengedar Tertangkap Jual Pil Ekstasi, Ternyata Didapat dari Oknum Polisi

Dua Pengedar Tertangkap Jual Pil Ekstasi, Ternyata Didapat dari Oknum Polisi

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X