Mau Tikam Polisi, Pengedar Sabu-sabu Tewas Ditembak

Kompas.com - 25/02/2020, 15:39 WIB
Ilustrasi sabu ShutterstockIlustrasi sabu

ACEH UTARA, KOMPAS.com – Seorang pengedar narkoba jenis sabu-sabu berinisial S (22), warga Desa Banten, Kecamatan Cot Girek, Kabupaten Aceh Utara, dilaporkan tewas ditembak polisi, Senin (24/2/2020) malam.

Polisi mengklaim, penembakan terpaksa dilakukan karena pelaku ingin menikam petugas dengan belati yang dimilikinya.

Kasat Narkoba Polres Aceh Utara, AKP M Daud dalam keterengan tertulisnya, Selasa (25/2/2020), menyebutkan, awalnya petugas menggerebek sebuah gubuk di Desa Banten, Kecamatan Cot Girek, Kabupaten Aceh Utara.

Baca juga: Berupaya Kabur, Bandar Sabu di Timika Ditembak Polisi

Saat penggerebekan, sambung AKP M Daud, tersangka S menyerang petugas dengan belati. Akhirnya, polisi menembak paha kiri tersangka.

“Kami sudah beri tembakan peringatan. Namun pelaku berusaha menikam petugas, sehingga terpaksa ditembak karena mengancam keselamatan petugas,” katanya.

Tersangka S, sambung AKP M Daud, sempat dilarikan ke Rumah Sakit Umum Cut Meutia di Lhokseumawe.

Namun dalam perjalanan, tersangka menghembuskan nafas terakhirnya.

“Jenazahnya sudah kita serahkan ke keluarga untuk dimakamkan,” sebutnya.

Baca juga: Sabu 8,5 Kg dari Malaysia Dikirim Melalui Lion Parcel ke Batam, Dicegat di Babel

Dalam penggerebekan di lokasi yang sama, polisi menangkap tersangka lainnya I (39), warga Desa Tanjong Awe, Kecamatan Samudera, Aceh Utara.

Barang bukti yang disita yaitu dua paket sabu seberat 31,94 gram dan dua paket ganja seberat 11,46 gram.

“Tersangka I sudah ditahan untuk penyidikan lebih lanjut,” pungkasnya.



Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Fakta Pembantu Cabuli Bayi 8 Bulan saat Video Call Suami, Berusia 19 Tahun dan Residivis Narkoba

Fakta Pembantu Cabuli Bayi 8 Bulan saat Video Call Suami, Berusia 19 Tahun dan Residivis Narkoba

Regional
Cerita Dosen Unpad Jadi Relawan Uji Klinis Vaksin Covid-19

Cerita Dosen Unpad Jadi Relawan Uji Klinis Vaksin Covid-19

Regional
Staf KPU Yahukimo Dibunuh, Ketua KPU Minta Seluruh Jajaran Hati-hati Saat Jalankan Tugas

Staf KPU Yahukimo Dibunuh, Ketua KPU Minta Seluruh Jajaran Hati-hati Saat Jalankan Tugas

Regional
Jumlah Relawan Uji Klinis Vaksin Covid-19 Capai 1.451 Orang, Pendaftaran Masih Dibuka

Jumlah Relawan Uji Klinis Vaksin Covid-19 Capai 1.451 Orang, Pendaftaran Masih Dibuka

Regional
Social Engineering, Kejahatan yang Membuat Uang Rp 44 Juta Milik Nasabah Raib dalam 11 Menit

Social Engineering, Kejahatan yang Membuat Uang Rp 44 Juta Milik Nasabah Raib dalam 11 Menit

Regional
Sepi Pembeli akibat Covid-19, Pedagang Pasar Wage Purwokerto Ramai-ramai Klotekan

Sepi Pembeli akibat Covid-19, Pedagang Pasar Wage Purwokerto Ramai-ramai Klotekan

Regional
Bebas Murni, Nazaruddin Ingin Bangun Masjid dan Pesantren

Bebas Murni, Nazaruddin Ingin Bangun Masjid dan Pesantren

Regional
Penumpang Kapal Pelni Dapat Diskon Perayaan Kemerdekaan

Penumpang Kapal Pelni Dapat Diskon Perayaan Kemerdekaan

Regional
18 Agustus 2020, Uji Coba Belajar Tatap Muka SMK dan SMA di Jatim

18 Agustus 2020, Uji Coba Belajar Tatap Muka SMK dan SMA di Jatim

Regional
Pasca-jaringan Lumpuh, Telkomsel Jual Paket Data 5 GB Hanya Rp 1, Begini Caranya

Pasca-jaringan Lumpuh, Telkomsel Jual Paket Data 5 GB Hanya Rp 1, Begini Caranya

Regional
Pembantu Ternyata Residivis Kasus Narkoba, Bayi Majikan Malah Dicabuli dengan Botol Parfum dan Disaksikan Suaminya

Pembantu Ternyata Residivis Kasus Narkoba, Bayi Majikan Malah Dicabuli dengan Botol Parfum dan Disaksikan Suaminya

Regional
Pelanggar Protokol Covid–19 di Gorontalo Bakal Didenda Rp 500.000

Pelanggar Protokol Covid–19 di Gorontalo Bakal Didenda Rp 500.000

Regional
Cuma Satu Lomba 17 Agustus yang Diizinkan Pemkot Padang

Cuma Satu Lomba 17 Agustus yang Diizinkan Pemkot Padang

Regional
Delapan Guru di Kabupaten Melawi Positif Covid–19

Delapan Guru di Kabupaten Melawi Positif Covid–19

Regional
Di Balik Fakta Kasus Bupati Agam Jadi Tersangka Kasus Ujaran Kebencian...

Di Balik Fakta Kasus Bupati Agam Jadi Tersangka Kasus Ujaran Kebencian...

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X