Suraji, Ayah Korban Tragedi Susur Sungai Sempor: Dek, Maafin Bapak, Ya

Kompas.com - 24/02/2020, 09:48 WIB
Suraji Ayah Yasinta Bunga saat pemakaman jenazah (Tribun Jogja/Irvan) Suraji Ayah Yasinta Bunga saat pemakaman jenazah (Tribun Jogja/Irvan)

KOMPAS.com - Suraji (61) hanya bisa mengucap maaf di depan makam putri semata wayangnya, Yasinta Bunga Maharani, Minggu (23/2/2020).

Yasinta adalah satu dari 10 korban tewas dalam tragedi susur Sungai Sempor di Turi, Sleman.

"Dek, maafin Bapak, ya," kata Suraji saat jenazah putrinya dimakamkan di Pemakaman Dadapan Wetan.

Suraji menceritakan, dirinya menyesal karena belum bisa membelikan sepatu baru bagi buah hatinya tersebut.

Sebelumnya, Yasinta pernah meminta sepatu baru karena sepatu yang lama sudah berlobang.

Suraji pun meminta anaknya untuk menunggu mencari uang agar dapat membelikan Yasinta sepatu baru.

Namun, tragedi susur sungai pada hari Jumat (21/2/2020), merenggut mimpi Suraji untuk meluluskan keinginan Yasinta itu.

"Rencananya, besok mau saya ajak beli sepatu untuk hadiah ulang tahun kemarin," kata Suraji pilu.

Baca juga: Kisah Ayah Korban Tewas Susuri Sungai Sempor Cari Putrinya, Sejak Subuh hingga Kaki Kram

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Pengungsi Banjir Banjarmasin Butuh Popok, Susu Bayi, dan Obat-obatan

Pengungsi Banjir Banjarmasin Butuh Popok, Susu Bayi, dan Obat-obatan

Regional
Berkas Perkara Kasus Penembakan Mobil Alphard Dilimpahkan ke Kejari Solo

Berkas Perkara Kasus Penembakan Mobil Alphard Dilimpahkan ke Kejari Solo

Regional
Seorang Pejabat Pemkab Jombang Meninggal karena Covid-19, Diduga Punya Penyakit Penyerta

Seorang Pejabat Pemkab Jombang Meninggal karena Covid-19, Diduga Punya Penyakit Penyerta

Regional
12 Hari Buron, Pembunuh Wanita di Kamar Hotel di Palembang Tertangkap

12 Hari Buron, Pembunuh Wanita di Kamar Hotel di Palembang Tertangkap

Regional
Unik dan Menarik, Alasan Syaiful Gunakan Tanda Tangan Berlambang Konoha di KTP

Unik dan Menarik, Alasan Syaiful Gunakan Tanda Tangan Berlambang Konoha di KTP

Regional
Longsor di Km 31 Gunung Salak Aceh Utara, Akses ke Bener Meriah Putus, Kendaraan Antre Belasan Km

Longsor di Km 31 Gunung Salak Aceh Utara, Akses ke Bener Meriah Putus, Kendaraan Antre Belasan Km

Regional
Puluhan Kios Penjual Makanan di Megamas Manado Rusak Diterjang Ombak

Puluhan Kios Penjual Makanan di Megamas Manado Rusak Diterjang Ombak

Regional
Bupati Manggarai Timur Positif Covid-19, Pemkab Lakukan Tracing

Bupati Manggarai Timur Positif Covid-19, Pemkab Lakukan Tracing

Regional
Gelombang Mirip Tsunami Terjang Pantai di Manado, Ini Kesaksian Warga dan Penjelasan BMKG

Gelombang Mirip Tsunami Terjang Pantai di Manado, Ini Kesaksian Warga dan Penjelasan BMKG

Regional
 4.000 Lansia dengan Komorbid Dites Cepat Antigen, Sri: Tadinya Takut Hasilnya Negatif atau Positif

4.000 Lansia dengan Komorbid Dites Cepat Antigen, Sri: Tadinya Takut Hasilnya Negatif atau Positif

Regional
Gara-gara HP Curian Masih Aktif, Perempuan Pencuri Tas Ditangkap

Gara-gara HP Curian Masih Aktif, Perempuan Pencuri Tas Ditangkap

Regional
Rel Terendam Air, Perjalanan KA Rute Semarang-Solo Sempat Dialihkan

Rel Terendam Air, Perjalanan KA Rute Semarang-Solo Sempat Dialihkan

Regional
Hendak Salurkan Bantuan ke Desa Terpencil di Majene, Relawan Sulsel Diadang Longsor

Hendak Salurkan Bantuan ke Desa Terpencil di Majene, Relawan Sulsel Diadang Longsor

Regional
Unand Kirim Dokter dan Perawat ke Mamuju dan Majene, Bantu Korban Gempa Sulbar

Unand Kirim Dokter dan Perawat ke Mamuju dan Majene, Bantu Korban Gempa Sulbar

Regional
Takut Kena Covid-19, Warga Desa di Klaten Belum Mengungsi Meski Aktivitas Merapi Meningkat

Takut Kena Covid-19, Warga Desa di Klaten Belum Mengungsi Meski Aktivitas Merapi Meningkat

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X