Sekda Sabrina Sebut Sumut Defisit Daging Sapi 6.140 Ton

Kompas.com - 20/02/2020, 23:30 WIB
Sekretaris Daerah Provinsi Sumut Sabrina berharap ASN diwajibkan untuk netral, Rabu (10/4/2019) Dok: Biro Humas dan Keprotokolan Setda Provinsi SumutSekretaris Daerah Provinsi Sumut Sabrina berharap ASN diwajibkan untuk netral, Rabu (10/4/2019)

MEDAN, KOMPAS.com - Sumatera Utara ( Sumut) masih mengalami defisit daging sapi sebesar 6.140 ton per tahun sehingga butuh impor sapi dan daging kerbau dari Australia dan India.

Sekretaris Daerah Provinsi Sumut Sabrina mengatakan, untuk memenuhi defisit tersebut maka dilakukan impor sapi dan daging kerbau dari Australia dan India.

" Impor sapi sebanyak 35.000 ekor dari Australia serta daging kerbau sebanyak 1.500 ton per tahun, didatangkan dari India," ujarnya saat launching program Sapi Kerbau Komoditas Andalan Negeri (Sikomandan) di Serdang Bedagai, Kamis (20/2/2020).

Baca juga: Kadinkes Sumut: Penyebar Hoaks Ada Pasien Corona di Medan Sama Jahatnya dengan Teroris

Dia mengaku, pihaknya telah melakukan langkah-langkah strategis untuk memotivasi peternak untuk berinovasi pengembangan sektor peternakan dalam peningkatan kesejahteraan peternak.

Secara umum, kata Sabrina, untuk menggambarkan indikator kesejahteraan peternak dapat dilihat dari Nilai Tukar Petani (NTP).

"Untuk sektor peternakan tahun 2019 sebesar 114,91 persen dan tahun 2023 diharapkan sebesar 116,81 persen,'" katanya.

Baca juga: Mentan Syahrul Yasin Limpo Lepas Ekspor Komoditas Sumut Senilai Rp 79,6 Miliar

Menurutnya, untuk memenuhi kecukupan pangan asal ternak telah dilakukan upaya peningkatan populasi dan produktifitas ternak.

Hal tersebut, diwujudkan melalui program optimalisasi reproduksi ternak sapi dan kerbau dengan inseminasi buatan, membuka akses pembiayaan bagi peternak, perlindungan dan pemberdayaan bagi peternak, serta perbaikan infrastruktur peternak.

"Dalam rangka itu, tahun 2017 telah dicanangkan program upaya khusus sapi dan kerbau wajib bunting (upsus siwab) dan kini dikuatkan program Sikomandan. Dari program tersebut telah terlapor anak-anak sapi dan kerbau yang lahir sebanyak 117.594 ekor," katanya.

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X