Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Kompas.com - 20/02/2020, 23:30 WIB
Dewantoro,
Dony Aprian

Tim Redaksi

MEDAN, KOMPAS.com - Sumatera Utara (Sumut) masih mengalami defisit daging sapi sebesar 6.140 ton per tahun sehingga butuh impor sapi dan daging kerbau dari Australia dan India.

Sekretaris Daerah Provinsi Sumut Sabrina mengatakan, untuk memenuhi defisit tersebut maka dilakukan impor sapi dan daging kerbau dari Australia dan India.

"Impor sapi sebanyak 35.000 ekor dari Australia serta daging kerbau sebanyak 1.500 ton per tahun, didatangkan dari India," ujarnya saat launching program Sapi Kerbau Komoditas Andalan Negeri (Sikomandan) di Serdang Bedagai, Kamis (20/2/2020).

Baca juga: Kadinkes Sumut: Penyebar Hoaks Ada Pasien Corona di Medan Sama Jahatnya dengan Teroris

Dia mengaku, pihaknya telah melakukan langkah-langkah strategis untuk memotivasi peternak untuk berinovasi pengembangan sektor peternakan dalam peningkatan kesejahteraan peternak.

Secara umum, kata Sabrina, untuk menggambarkan indikator kesejahteraan peternak dapat dilihat dari Nilai Tukar Petani (NTP).

"Untuk sektor peternakan tahun 2019 sebesar 114,91 persen dan tahun 2023 diharapkan sebesar 116,81 persen,'" katanya.

Baca juga: Mentan Syahrul Yasin Limpo Lepas Ekspor Komoditas Sumut Senilai Rp 79,6 Miliar

Menurutnya, untuk memenuhi kecukupan pangan asal ternak telah dilakukan upaya peningkatan populasi dan produktifitas ternak.

Hal tersebut, diwujudkan melalui program optimalisasi reproduksi ternak sapi dan kerbau dengan inseminasi buatan, membuka akses pembiayaan bagi peternak, perlindungan dan pemberdayaan bagi peternak, serta perbaikan infrastruktur peternak.

"Dalam rangka itu, tahun 2017 telah dicanangkan program upaya khusus sapi dan kerbau wajib bunting (upsus siwab) dan kini dikuatkan program Sikomandan. Dari program tersebut telah terlapor anak-anak sapi dan kerbau yang lahir sebanyak 117.594 ekor," katanya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Video rekomendasi
Video lainnya


Terkini Lainnya

Fakta dan Kronologi Bentrokan Warga 2 Desa di Lombok Tengah, 1 Orang Tewas

Fakta dan Kronologi Bentrokan Warga 2 Desa di Lombok Tengah, 1 Orang Tewas

Regional
Komunikasi Politik 'Anti-Mainstream' Komeng yang Uhuyy!

Komunikasi Politik "Anti-Mainstream" Komeng yang Uhuyy!

Regional
Membedah Strategi Komunikasi Multimodal ala Komeng

Membedah Strategi Komunikasi Multimodal ala Komeng

Regional
Kisah Ibu dan Bayinya Terjebak Banjir Bandang Berjam-jam di Demak

Kisah Ibu dan Bayinya Terjebak Banjir Bandang Berjam-jam di Demak

Regional
Warga Kendal Tewas Tertimbun Longsor Saat di Kamar Mandi, Keluarga Sempat Teriaki Korban

Warga Kendal Tewas Tertimbun Longsor Saat di Kamar Mandi, Keluarga Sempat Teriaki Korban

Regional
Balikpapan Catat 317 Kasus HIV Sepanjang 2023

Balikpapan Catat 317 Kasus HIV Sepanjang 2023

Regional
Kasus Kematian akibat DBD di Balikpapan Turun, Vaksinasi Tembus 60 Persen

Kasus Kematian akibat DBD di Balikpapan Turun, Vaksinasi Tembus 60 Persen

Regional
Puan: Seperti Bung Karno, PDI-P Selalu Berjuang Sejahterakan Wong Cilik

Puan: Seperti Bung Karno, PDI-P Selalu Berjuang Sejahterakan Wong Cilik

Regional
Setelah 25 Tahun Konflik Maluku

Setelah 25 Tahun Konflik Maluku

Regional
BMKG: Sumber Gempa Sumedang Belum Teridentifikasi, Warga di Lereng Bukit Diimbau Waspada Longsor

BMKG: Sumber Gempa Sumedang Belum Teridentifikasi, Warga di Lereng Bukit Diimbau Waspada Longsor

Regional
Gempa Sumedang, 53 Rumah Rusak dan 3 Korban Luka Ringan

Gempa Sumedang, 53 Rumah Rusak dan 3 Korban Luka Ringan

Regional
Malam Tahun Baru 2024, Jokowi Jajan Telur Gulung di 'Night Market Ngarsopuro'

Malam Tahun Baru 2024, Jokowi Jajan Telur Gulung di "Night Market Ngarsopuro"

Regional
Sekolah di Malaysia, Pelajar di Perbatasan Indonesia Berangkat Sebelum Matahari Terbit Tiap Hari

Sekolah di Malaysia, Pelajar di Perbatasan Indonesia Berangkat Sebelum Matahari Terbit Tiap Hari

Regional
Kisah Pengojek Indonesia dan Malaysia di Tapal Batas, Berbagi Rezeki di 'Rumah' yang Sama...

Kisah Pengojek Indonesia dan Malaysia di Tapal Batas, Berbagi Rezeki di "Rumah" yang Sama...

Regional
Menara Pengintai Khas Dayak Bidayuh Jadi Daya Tarik PLBN Jagoi Babang

Menara Pengintai Khas Dayak Bidayuh Jadi Daya Tarik PLBN Jagoi Babang

Regional
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com