22 Kaca KA Penataran Rusak Terkena Lemparan Batu, Diduga Ulah Suporter

Kompas.com - 20/02/2020, 17:27 WIB
Jajaran Polresta Malang Kota saat merazia gerbong kereta api di Stasiun Malang, Kota Malang untuk mencegah Aremania dan Jakmania datang ke Sidoarjo, Kamis (20/2/2020) Humas Polresta Malang KotaJajaran Polresta Malang Kota saat merazia gerbong kereta api di Stasiun Malang, Kota Malang untuk mencegah Aremania dan Jakmania datang ke Sidoarjo, Kamis (20/2/2020)
Editor Setyo Puji

KOMPAS.com - PT Kereta Api Indonesia (KAI) menyesalkan atas kejadian pelemparan batu yang diduga dilakukan oleh suporter.

Pasalnya, akibat kejadian itu menyebabkan kaca kereta api (KA) Penataran relasi Stasiun Blitar menuju Stasiun Surabaya Kota mengalami kerusakan.

"Akibat kejadian ini, KA 456 mengalami kerusakan kaca jendela sebanyak 22 buah," kata Manager Humas PT KAI Daop 8 Surabaya Suprapto kepada Kompas.com, Kamis (20/2/2020).

Menurutnya, kasus pelemparan batu yang diduga dilakukan oleh suporter tersebut terjadi pada Selasa (18/2/2020).

Akibat adanya kasus pelemparan itu, membuat para penumpang yang berada di dalam kereta api mengalami ketakutan.

Baca juga: Trauma, Korban Pelemparan Batu Mengaku Kapok Naik KRL

Meski demikian, dalam peristiwa tersebut tidak ada korban jiwa maupun luka.

"Tidak ada korban jiwa maupun penumpang yang terluka," ujar dia.

Untuk mengantisipasi kejadian serupa tidak terulang kembali, PT KAI, lanjut dia, telah melakukan koordinasi dengan aparat keamanan.

"PT KAI bekerja sama dengan pihak keamanan kepolisian mengantisipasi adanya tindakan yang tidak inginkan di sekitar stasiun dan titik-titik tertentu," kata Suprapto.

Halaman:
Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Dituding Rusak Jendela dan Kursi Pastoran, Sastrawan Felix Nesi Ditangkap Polisi

Dituding Rusak Jendela dan Kursi Pastoran, Sastrawan Felix Nesi Ditangkap Polisi

Regional
Kisah Pemuda Lereng Merapi, Ubah Tanah Desa Jadi Sport Center Berstandar International

Kisah Pemuda Lereng Merapi, Ubah Tanah Desa Jadi Sport Center Berstandar International

Regional
Main TikTok di Suramadu, Didenda Rp 500.000...

Main TikTok di Suramadu, Didenda Rp 500.000...

Regional
Viral, Video Penganiayaan Ojol di Pekanbaru, Ini Respons Polisi

Viral, Video Penganiayaan Ojol di Pekanbaru, Ini Respons Polisi

Regional
Tradisi Pacaran Orang Rimba, 2.000 Hari Mengabdi di Calon Mertua, Pegang Tangan Pacar Kena Denda

Tradisi Pacaran Orang Rimba, 2.000 Hari Mengabdi di Calon Mertua, Pegang Tangan Pacar Kena Denda

Regional
Viral, Video Pria di Lombok Nikahi Kekasihnya dengan Maskawin Sandal Jepit dan Segelas Air

Viral, Video Pria di Lombok Nikahi Kekasihnya dengan Maskawin Sandal Jepit dan Segelas Air

Regional
Perjalanan Pengusaha Warteg Kalahkan Covid-19, Naik Travel dari Depok, Sembuh Diiringi Tabuhan Rebana

Perjalanan Pengusaha Warteg Kalahkan Covid-19, Naik Travel dari Depok, Sembuh Diiringi Tabuhan Rebana

Regional
Cerita Syarif, Tersesat di Hutan Papua, Makan Buah Biji Anggrek untuk Bertahan

Cerita Syarif, Tersesat di Hutan Papua, Makan Buah Biji Anggrek untuk Bertahan

Regional
Belajar Toleransi dari Suku Wajor, Pantang Bertengkar Hanya karena Berbeda

Belajar Toleransi dari Suku Wajor, Pantang Bertengkar Hanya karena Berbeda

Regional
Tak Ingin Bebankan Suami, Model Ini Minta Mas Kawin Sandal Jepit dan Segelas Air

Tak Ingin Bebankan Suami, Model Ini Minta Mas Kawin Sandal Jepit dan Segelas Air

Regional
Seorang Kakek Ditangkap karena Jual Ganja, Polisi: Berdiri Saja Tersangka Ini Sudah Tidak Kuat

Seorang Kakek Ditangkap karena Jual Ganja, Polisi: Berdiri Saja Tersangka Ini Sudah Tidak Kuat

Regional
'Ada Ibu-ibu Bikin TikTok di Suramadu, Akhirnya Kami Spontan Langsung Meniru'

"Ada Ibu-ibu Bikin TikTok di Suramadu, Akhirnya Kami Spontan Langsung Meniru"

Regional
Melacak Sederet Nama di Dinding Rumah Tersangka Pencabulan 19 Bocah di Sukabumi...

Melacak Sederet Nama di Dinding Rumah Tersangka Pencabulan 19 Bocah di Sukabumi...

Regional
Sudah Janjian, 2 Pasien Covid-19 Kabur Hampir Bersamaan dari Lokasi yang Berbeda

Sudah Janjian, 2 Pasien Covid-19 Kabur Hampir Bersamaan dari Lokasi yang Berbeda

Regional
[POPULER NUSANTARA] Sengketa TNI dan Pemkot Magelang | Ada Apa dengan Suroto?

[POPULER NUSANTARA] Sengketa TNI dan Pemkot Magelang | Ada Apa dengan Suroto?

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X