Laporan Fiktif Dana Desa Rp 260,7 Juta, Seorang Bendahara Ditahan Polisi

Kompas.com - 20/02/2020, 06:51 WIB
Tersangka korupsi dana desa (baju orange) di Mapolres Pangkal Pinang, Rabu (19/2/2020). KOMPAS.com/HERU DAHNURTersangka korupsi dana desa (baju orange) di Mapolres Pangkal Pinang, Rabu (19/2/2020).

PANGKAL PINANG, KOMPAS.com - Seorang bendahara berinisial YLT (44) di Desa Kebintik, Bangka Tengah, Kepulauan Bangka Belitung, ditahan polisi terkait kegiatan fiktif dana desa.

Polisi menghitung kerugian negara senilai Rp 260,7 juta dari anggaran Rp 1 miliar lebih dana desa 2018 di Desa Kebintik.

"Kegiatan fiktif seperti dalam pembelian ATK dan perjalanan dinas," kata Wakapolres Pangkal Pinang, Kompol Erlichson Pasaribu di Mapolres, Rabu (19/2/2020).

Baca juga: Mendagri Ajak Pemda Ikut Awasi Penggunaan Dana Desa

Erlichson menuturkan, sejumlah saksi termasuk saksi ahli telah dimintai keterangan.

Selain itu juga diamankan dokumen penggunaan anggaran Desa Kebintik.

Hasilnya, kasus dinyatakan lengkap atau P21 dan siap untuk diusung ke pengadilan tindak pidana korupsi.

Pembongkaran kasus ini bermula dari hasil audit terhadap laporan kegiatan yang dinilai janggal.

Di hadapan polisi, YLT mengaku menggunakan dana desa untuk menutupi biaya hidup.

YLT mengklaim bertindak seorang diri atau tidak melibatkan perangkat desa lainnya.

Atas perbuatannya itu YLT terancam hukuman minimal 4 tahun dan maksimal 20 tahun penjara sesuai Pasal 2 dan 8 UU Tipikor.

Baca juga: Takut Diaudit Dana Desa, Kades Neglasari Tasikmalaya Bakar Kantornya Sendiri

Kasus korupsi tersebut jaga dinyatakan mengganggu proses pembangunan desa.



Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X