Ridwan Kamil Sebut Jabar Krisis Daging Sapi

Kompas.com - 19/02/2020, 22:59 WIB
Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil memimpin operasi pasar bawang putih di Pasar Astana Anyar, Kota Bandung, Selasa (18/2/2020). Operasi pasar itu dilakukan untuk menekan harga bawang putih yang masih melambung. Humas Pemprov JabarGubernur Jawa Barat Ridwan Kamil memimpin operasi pasar bawang putih di Pasar Astana Anyar, Kota Bandung, Selasa (18/2/2020). Operasi pasar itu dilakukan untuk menekan harga bawang putih yang masih melambung.

BANDUNG, KOMPAS.com – Gubernur Jawa Barat ( Jabar) Ridwan Kamil mengakui wilayahnya krisis daging sapi.

Pasalnya, dari 100 persen kebutuhan daging sapi hanya 30 persen yang bisa dicukupi peternakan sapi lokal Jabar.

Sisanya dipenuhi melalui impor regional dan asing.

“Jabar krisis daging sapi,” ujar pria yang akrab disapa Emil di Bandung, Rabu (19/2/2020).

Baca juga: Ridwan Kamil Kirim 10.600 Masker ke Hong Kong dan China, Dana dari Operasional Pribadi

Berdasarkan data Pemerintah Provinsi Jabar, kebutuhan daging sapi mencapai 193.255 ton setara 1.017.138 ekor sapi.

Dari 27 kabupaten/kota terdapat sembilan kabupaten/kota dengan jumlah produksi daging impor lebih tinggi dibanding daging lokal yaitu Kabupaten Bogor, Sukabumi, Purwakarta, Karawang, Kota Bogor, Sukabumi, Bandung, Depok dan Tasikmalaya.

Hal ini memperlihatkan besarnya potensi daging sapi yang bisa digarap oleh BUMD di Jabar.

Terlebih, Jabar masih banyak tanah kosong yang bisa dimanfaatkan.

“Saya paling sedih kalau lihat tanah nganggur,” ungkapnya.

Untuk itu, ia meminta BUMD di Jabar mengawinkan database.

Halaman Selanjutnya
Halaman:
Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Dampak Corona di Bali, 17.000 Ribu Pekerja Dirumahkan dan 400 Kena PHK

Dampak Corona di Bali, 17.000 Ribu Pekerja Dirumahkan dan 400 Kena PHK

Regional
Pemkot Salatiga Wacanakan Denda untuk Warga yang Tak Tertib Kenakan Masker

Pemkot Salatiga Wacanakan Denda untuk Warga yang Tak Tertib Kenakan Masker

Regional
Pesan Pengemudi Ojol untuk Penumpang yang Menipunya Setelah Diantar dari Purwokerto ke Solo

Pesan Pengemudi Ojol untuk Penumpang yang Menipunya Setelah Diantar dari Purwokerto ke Solo

Regional
Selama Pandemi Corona, Angka Kriminalitas di Makassar Menurun

Selama Pandemi Corona, Angka Kriminalitas di Makassar Menurun

Regional
Mengenal Astuti, Pos Polisi Digital untuk Mencegah Pertemuan Tatap Muka Saat Pandemi Corona

Mengenal Astuti, Pos Polisi Digital untuk Mencegah Pertemuan Tatap Muka Saat Pandemi Corona

Regional
Hasil 'Rapid Test' 6 Karyawan Kahatex Reaktif, Wabup Sumedang Minta Buruh Dirumahkan

Hasil "Rapid Test" 6 Karyawan Kahatex Reaktif, Wabup Sumedang Minta Buruh Dirumahkan

Regional
Tak Pakai Masker Saat Keluar Rumah, Warga Padang Didenda Sediakan 2 Masker

Tak Pakai Masker Saat Keluar Rumah, Warga Padang Didenda Sediakan 2 Masker

Regional
Pemprov Kaltara Minta Bantuan Pemerintah Pusat untuk Karantina TKI yang Pulang dari Malaysia

Pemprov Kaltara Minta Bantuan Pemerintah Pusat untuk Karantina TKI yang Pulang dari Malaysia

Regional
Seorang Siswa SMA Tasikmalaya Nekat Curi Mobil Mantan Kapolda Jabar

Seorang Siswa SMA Tasikmalaya Nekat Curi Mobil Mantan Kapolda Jabar

Regional
Lagi, PDP Corona yang Dirawat di RSUD Grobogan Meninggal Dunia

Lagi, PDP Corona yang Dirawat di RSUD Grobogan Meninggal Dunia

Regional
Antisipasi Dampak Sosial Ekonomi Corona, Pemprov NTB Kucurkan Rp 80 M

Antisipasi Dampak Sosial Ekonomi Corona, Pemprov NTB Kucurkan Rp 80 M

Regional
Buntut Ribuan Warga Alor Sambut Hamid Haan, Kapolda NTT Panggil Kapolres

Buntut Ribuan Warga Alor Sambut Hamid Haan, Kapolda NTT Panggil Kapolres

Regional
Terjadi Kerumunan Massa Saat Eva Yolanda LIDA Pulang Kampung, Berikut Ini Penjelasan Polisi

Terjadi Kerumunan Massa Saat Eva Yolanda LIDA Pulang Kampung, Berikut Ini Penjelasan Polisi

Regional
Kala Pasien Positif Covid-19 Semangati Pasien Lansia di Ruang Isolasi

Kala Pasien Positif Covid-19 Semangati Pasien Lansia di Ruang Isolasi

Regional
Kesal Tak Mau Makan, Ibu di Muaraenim Aniaya Anak hingga Tewas, Begini Kronologinya

Kesal Tak Mau Makan, Ibu di Muaraenim Aniaya Anak hingga Tewas, Begini Kronologinya

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X