Bangunan SMP di Tasikmalaya Jebol, Kegiatan Belajar Siswa Tak Terganggu

Kompas.com - 17/02/2020, 22:27 WIB
Anggota BPBD dan TNI Koramil Salopa sedang membersihkan material longsoran tanah yang menimbun bangunan kelas SMPN 3 Jatiawaras Kabupaten Tasikmalaya, Minggu (16/2/2020). KOMPAS.COM/IRWAN NUGRAHAAnggota BPBD dan TNI Koramil Salopa sedang membersihkan material longsoran tanah yang menimbun bangunan kelas SMPN 3 Jatiawaras Kabupaten Tasikmalaya, Minggu (16/2/2020).

TASIKMALAYA, KOMPAS.com - Para siswa SMPN 3 Jatiwaras Kabupaten Tasikmalaya masih bisa belajar normal meski salah satu bangunan sekolahnya jebol tertimpa material longsor.

Kepala Seksi Kedaruratan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tasikmalaya Dede Sudrajat mengatakan, ruangan yang rusak tertimpa longsor bukan merupakan ruang kelas belajar siswa.

Namun, ruangan itu merupakan bangunan ruang keterampilan siswa sekaligus ruang untuk rapat sekolah.

"Proses belajar siswa tadi pagi sama sekali tak terganggu. Namun, bangunan SMPN 3 Jatiwaras itu sampai sekarang masih rawan longsor karena dikelilingi tebing tinggi," jelas Dede kepada wartawan, Senin (17/2/2020).

Baca juga: Diterjang Longsor, Dinding Bangunan SMPN 3 Tasikmalaya Jebol

Sampai sekarang ruangan itu sudah bisa digunakan meski dalam kondisi darurat.

Saat ini ruangan rusak itu dipasangi terpal supaya saat hujan tak masuk air ke ruangan.

BPBD pun telah berkoordinasi dengan instansi terkait untuk perbaikan permanen bangunan sekolah tersebut.

"Kita juga sudah berkoordinasi dengan dinas pendidikan agar bisa diperbaiki secara permanen dengan TPT (tembok penahan tebing). Sebab dikawatirkan akan kembali longsor karena banyak mata air di tebing itu," kata dia.

Baca juga: Sekolah Ambruk Saat Hujan dan Angin, Siswa Madrasah Terancam Tak Belajar

Diberitakan sebelumnya, bangunan SMPN 3 Jatiwaras Kabupaten Tasikmalaya rusak akibat bencana longsor usai diguyur hujan deras disertai angin kencang sejak Sabtu (15/2/2020) sore kemarin.

Akibatnya, dinding kelas jebol serta atapnya rusak parah karena hantaman material longsor dari sebuah bukit setinggi sekitar 10 meter.

"Kalau korban jiwa tidak ada karena sekolah kondisinya sedang libur, namun dinding kelas di depan bangunan itu jebol dan atapnya rusak para karena longsoran tanah," jelas Plt Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Tasikmalaya Nuraedin, kepada wartawan, Minggu (16/2/2020).

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Alasan Siswa SMA Curi Mobil Mantan Kapolda Jabar, untuk Pamer ke Teman Sekolah

Alasan Siswa SMA Curi Mobil Mantan Kapolda Jabar, untuk Pamer ke Teman Sekolah

Regional
2 Lansia Positif Corona di Cilacap, Punya Riwayat Perjalanan ke Lembang

2 Lansia Positif Corona di Cilacap, Punya Riwayat Perjalanan ke Lembang

Regional
Viral Foto Nelayan Kubur 2 Ton Tuna Hasil Tangkapan, Ini Penjelasannya

Viral Foto Nelayan Kubur 2 Ton Tuna Hasil Tangkapan, Ini Penjelasannya

Regional
Upaya Jawa Barat Cegah dan Tangani Penyebaran Covid-19 di Desa-desa

Upaya Jawa Barat Cegah dan Tangani Penyebaran Covid-19 di Desa-desa

Regional
Bekas Penampungan Rohingya Jadi Tempat Karantina ODP Corona

Bekas Penampungan Rohingya Jadi Tempat Karantina ODP Corona

Regional
Harga Ayam Anjlok Diduga Ulah Mafia, Peternak: Tolong Kami Satgas Pangan

Harga Ayam Anjlok Diduga Ulah Mafia, Peternak: Tolong Kami Satgas Pangan

Regional
Kronologi 2 Kelompok Pelajar Tawuran di Karawang, 1 Luka Berat

Kronologi 2 Kelompok Pelajar Tawuran di Karawang, 1 Luka Berat

Regional
Dampak Corona di Bali, 17.000 Ribu Pekerja Dirumahkan dan 400 Kena PHK

Dampak Corona di Bali, 17.000 Ribu Pekerja Dirumahkan dan 400 Kena PHK

Regional
Pemkot Salatiga Wacanakan Denda untuk Warga yang Tak Tertib Kenakan Masker

Pemkot Salatiga Wacanakan Denda untuk Warga yang Tak Tertib Kenakan Masker

Regional
Pesan Pengemudi Ojol untuk Penumpang yang Menipunya Setelah Diantar dari Purwokerto ke Solo

Pesan Pengemudi Ojol untuk Penumpang yang Menipunya Setelah Diantar dari Purwokerto ke Solo

Regional
Selama Pandemi Corona, Angka Kriminalitas di Makassar Menurun

Selama Pandemi Corona, Angka Kriminalitas di Makassar Menurun

Regional
Mengenal Astuti, Pos Polisi Digital untuk Mencegah Pertemuan Tatap Muka Saat Pandemi Corona

Mengenal Astuti, Pos Polisi Digital untuk Mencegah Pertemuan Tatap Muka Saat Pandemi Corona

Regional
Hasil 'Rapid Test' 6 Karyawan Kahatex Reaktif, Wabup Sumedang Minta Buruh Dirumahkan

Hasil "Rapid Test" 6 Karyawan Kahatex Reaktif, Wabup Sumedang Minta Buruh Dirumahkan

Regional
Tak Pakai Masker Saat Keluar Rumah, Warga Padang Didenda Sediakan 2 Masker

Tak Pakai Masker Saat Keluar Rumah, Warga Padang Didenda Sediakan 2 Masker

Regional
Pemprov Kaltara Minta Bantuan Pemerintah Pusat untuk Karantina TKI yang Pulang dari Malaysia

Pemprov Kaltara Minta Bantuan Pemerintah Pusat untuk Karantina TKI yang Pulang dari Malaysia

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X