Kehidupan Warga Ranai di Natuna, Lokasi Karantina WNI, Masker Tak Diminati hingga Posko Kesehatan Sepi

Kompas.com - 10/02/2020, 07:17 WIB
Meski disejumkah tanah air masker N95 mulai kosong, bahkan harga jualnya meroket tinggi. Hal itu tidak berlaku di Ranai, Kabupaten Natuna, Kepulauan Riau (Kepri). Padahal Ranai merupakan wilayah observasinya dan karantina 285 orang yang baru saja tiba dari Wuhan, China, yang terdiri dari 238 WNI, lima orang tim Kemenlu, 18 orang Kru Batik Air dan 24 orang tim penjemput, Jumat (7/2/2020). KOMPAS.COM/HADI MAULANAMeski disejumkah tanah air masker N95 mulai kosong, bahkan harga jualnya meroket tinggi. Hal itu tidak berlaku di Ranai, Kabupaten Natuna, Kepulauan Riau (Kepri). Padahal Ranai merupakan wilayah observasinya dan karantina 285 orang yang baru saja tiba dari Wuhan, China, yang terdiri dari 238 WNI, lima orang tim Kemenlu, 18 orang Kru Batik Air dan 24 orang tim penjemput, Jumat (7/2/2020).

KOMPAS.com- Ranai, Kabupaten Natuna menjadi tempat karantina ratusan WNI yang baru tiba dari Wuhan, China.

Masyarakat setempat sempat menyuarakan penolakan lokasinya dijadikan lokasi karantina.

Namun kini kondisi Kabupaten Natuna, Kepulauan Riau (Kepri) semakin kondusif.

Kekhawatiran masyarakat tertular virus corona 2019-nCoV terlihat mereda.

Hal itu terlihat dari posko kesehatan yang dibangun di pusat Kota Ranai, di Pantai Piwang, Kabupaten Natuna, Kepri sepi pengunjung.

Selain itu, masker N95 justru tak banyak diminati di Natuna.

Pemerintah pun gencar melakukan kegiatan sosialisasi agar masyarakat tidak panik ketika daerahnya menjadi tempat karantina.

Berikut fakta-fakta kondisi kehidupan di Ranai, Natuna usai lokasi tersebut dijadikan tempat karantina:

Baca juga: Mahfud MD Jamin Karantina WNI dari Wuhan Ditangani dengan Cermat

Posko kesehatan sepi

Posko Kesehatan yang dibangun di pusat Kota Ranai atau tepatnya di Pantai Piwang, Kabupaten Natuna, Kepulauan Riau (Kepri) sampai saat ini sepi pengunjung. Dari hasil data yang didapat Kompas.com sampai saat ini, Minggu (9/2/2020) baru 40 warga Ranai, Natuna yang mengunjungi posko kesehatan yang berada di pusat kota ini.KOMPAS.COM/HADI MAULANA Posko Kesehatan yang dibangun di pusat Kota Ranai atau tepatnya di Pantai Piwang, Kabupaten Natuna, Kepulauan Riau (Kepri) sampai saat ini sepi pengunjung. Dari hasil data yang didapat Kompas.com sampai saat ini, Minggu (9/2/2020) baru 40 warga Ranai, Natuna yang mengunjungi posko kesehatan yang berada di pusat kota ini.
Selama Natuna menjadi tempat karantina WNI dari China, baru ada 40 orang pengunjung pos kesehatan di Kota Ranai.

Sekitar 35 persennya datang hanya untuk berkonsultasi, menanyakan hal-hal terkait virus corona hingga meminta vitamin.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Jadi Percontohan Nasional, Seleksi Anggota Paskibraka Jateng Gandeng BPIP

Jadi Percontohan Nasional, Seleksi Anggota Paskibraka Jateng Gandeng BPIP

Regional
Gerakan Perekonomian Jabar, Disparbud Setempat Gelar Gekraf 2021

Gerakan Perekonomian Jabar, Disparbud Setempat Gelar Gekraf 2021

Regional
Khawatir Krisis Pangan, Wagub Jabar Minta Petani Tidak Alih Fungsikan Sawah

Khawatir Krisis Pangan, Wagub Jabar Minta Petani Tidak Alih Fungsikan Sawah

Regional
Teken MoU dengan Tourism Malaysia, Jaswita Jabar: Kerja Sama Ini Menguntungkan

Teken MoU dengan Tourism Malaysia, Jaswita Jabar: Kerja Sama Ini Menguntungkan

Regional
Tinjau Penataan Kawasan Candi Borobudur, Ganjar: Progresnya Bagus

Tinjau Penataan Kawasan Candi Borobudur, Ganjar: Progresnya Bagus

Regional
Bebas Penyakit Frambusia, Kota Madiun Raih Penghargaan dari Kemenkes

Bebas Penyakit Frambusia, Kota Madiun Raih Penghargaan dari Kemenkes

Regional
Begini Respons Wali Kota Maidi Usai Dapat Penghargaan Pembina K3 Terbaik

Begini Respons Wali Kota Maidi Usai Dapat Penghargaan Pembina K3 Terbaik

Regional
Program Pemberdayan Hidroponik di Sulsel Diapresiasi Dompet Dhuafa, Mengapa?

Program Pemberdayan Hidroponik di Sulsel Diapresiasi Dompet Dhuafa, Mengapa?

Regional
Dukung Pemerintah, Shopee Hadirkan Pusat Vaksinasi Covid-19 di Bandung

Dukung Pemerintah, Shopee Hadirkan Pusat Vaksinasi Covid-19 di Bandung

Regional
Lewat EDJ, Pemrov Jabar Berkomitmen Implementasikan Keterbukaan Informasi Publik

Lewat EDJ, Pemrov Jabar Berkomitmen Implementasikan Keterbukaan Informasi Publik

Regional
Pemkot Tangsel Sampaikan LPPD 2020, Berikut Beberapa Poinnya

Pemkot Tangsel Sampaikan LPPD 2020, Berikut Beberapa Poinnya

Regional
Kang Emil Paparkan Aspirasi Terkait RUU EBT, Berikut 2 Poin Pentingnya

Kang Emil Paparkan Aspirasi Terkait RUU EBT, Berikut 2 Poin Pentingnya

Regional
Diluncurkan, Program SMK Membangun Desa di Jabar Gandeng 27 Desa

Diluncurkan, Program SMK Membangun Desa di Jabar Gandeng 27 Desa

Regional
Ganjar Ingatkan Para Guru Berikan Contoh Disiplin Terapkan Prokes

Ganjar Ingatkan Para Guru Berikan Contoh Disiplin Terapkan Prokes

Regional
Pembunuh Berantai di Kulon Progo Ternyata Residivis Kasus Pencurian

Pembunuh Berantai di Kulon Progo Ternyata Residivis Kasus Pencurian

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X