Detik-detik Air Bah Bercampur Lumpur dan Kayu Memasuki Perkampungan Warga di Mojokerto

Kompas.com - 08/02/2020, 12:57 WIB
Potongan kayu yang terbawa air bah, saat banjir bandang melanda Desa Sumberjati, Kecamatan Jatirejo, Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur, Jumat (7/2/2020). KOMPAS.COM/MOH. SYAFIÍPotongan kayu yang terbawa air bah, saat banjir bandang melanda Desa Sumberjati, Kecamatan Jatirejo, Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur, Jumat (7/2/2020).

MOJOKERTO, KOMPAS.com - Banjir menerjang melanda sejumlah wilayah di Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur, Jumat (7/2/2020) petang.

Banjir akibat hujan deras yang turun serta meluapnya sungai, salah satunya terjadi di Desa Sumberjati, Kecamatan Jatirejo, Kabupaten Mojokerto. 

Desa Sumberjati merupakan desa yang terletak di lereng pegunungan di bagian barat sisi selatan wilayah Kabupaten Mojokerto.

Kaspo (53), warga Sumberjati menuturkan, banjir yang membawa material lumpur dan kayu terjadi di kampung tempat tinggalnya pada Jumat petang.

Baca juga: Material Longsor Setinggi 5 Meter Dibersihkan, Jalur Pacet-Trawas Mojokerto Bisa Dilalui

Dia mengungkapkan, sebelum air bah datang, hujan deras mengguyur wilayah Desa Sumberjati yang berada di lereng pegunungan.

Menurut Kaspo, banjir bandang di Desa Sumberjati terjadi sekitar pukul 16.30 WIB dan baru berhenti pada pukul 18.00 WIB.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Kalau banjirnya jam setengah 5. Kira-kira satu setengah jam banjirnya," kata bapak dua anak ini saat membersihkan sisa bekas banjir di rumahnya, Sabtu (8/2/2020) pagi.

Baca juga: Banjir dan Longsor Terjang Mojokerto, Jalur Pacet-Trawas Putus

 

Tanaman durian saya hanyut semua...

Kaspo, warga Desa Sumberjati, Kecamatan Jatirejo, Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur, saat membersihkan sisa banjir bandang di rumahnya, Sabtu (8/2/2020).KOMPAS.COM/MOH. SYAFIÍ Kaspo, warga Desa Sumberjati, Kecamatan Jatirejo, Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur, saat membersihkan sisa banjir bandang di rumahnya, Sabtu (8/2/2020).
Kaspo menuturkan, saat banjir bandang datang, dia sedang sendirian di rumah. Anak dan istrinya diungsikan ke rumah mertuanya saat hujan deras mulai mengguyur.

Rumah Kaspo berada paling ujung dari permukiman penduduk di Desa Sumberjati.  

Di depan rumahnya, nampak jelas bekas aliran air bah yang berbelok ke sebelah rumahnya.

Dikatakan Kaspo, selain membawa potongan kayu dan lumpur, air bah juga merobohkan berbagai jenis tanaman kecil dan menghanyutkan puluhan bibit pohon durian siap jual miliknya.

Baca juga: Korban Banjir Villa Nusa Indah Terperangkap Selama 18 Jam bersama Air Bah, Ular dan Kegelapan

"Sangat deras (arus air bah). Tanaman durian saya hanyut semua, ada 80 biji di polibak gak tersisa," kata Kaspo.

Dia mengaku beruntung karena banjir air bah yang menerjang desanya tidak menghanyutkan rumahnya.

Rumah Kaspo, sebagian besar menggunakan kayu mulai dari dinding, tiang penyangga. Adapun atapnya menggunakan asbes.

"Untung di situ ada rumah (tetangga). Kalau tidak ada bisa-bisa rumah ini katut (hanyut)," tuturnya.

Baca juga: Detik-detik Air Bah Hancurkan Puluhan Keramba Jaring Apung di Cianjur

 

Viral 

IlustrasiShutterstock Ilustrasi
Banjir bandang yang menerjang Desa Sumberjati, videonya viral dan tersebar melalui WhatsApp, sejak Jumat malam.

Dalam video berdurasi 2,52 menit itu, nampak sejumlah warga dievakuasi ke tempat yang lebih aman dengan menggunakan tali tambang melintasi air bah yang deras menerjang melintasi jalan desa.

Beberapa dialog yang terdengar, antara lain meminta agar yang warga menyeberang jalan, berhati-hati karena ada potongan kayu yang terbawa arus air bah.

Baca juga: Di Balik Viral Guru Honorer Menangis Dihadiahi Motor, Sepatu Bolong hingga Hampir Dipukul Pengemudi Mobil

Lokasi dalam video itu diakui Kaspo sebagai peristiwa yang terjadi di desanya, pada Jumat petang.

"Kemarin ada yang merekam. Di situ, itu lokasinya," kata Kaspo sembari menunjuk halaman rumah tetangganya berjarak sekitar 20 meter dari rumahnya.

Baca juga: Viral Telur Asin Bisa Mantul Bikin Heboh Warga di Banyumas, Ini Fakta Lengkapnya

 

Hujan deras, sungai tak mampu tampung debit air

Ilustrasi banjir dan ombakTOTO SIHONO Ilustrasi banjir dan ombak
Selain di Desa Sumberjati, Kecamatan Jatirejo, sejumlah lokasi di wilayah Kecamatan Pacet, Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur, dilaporkan terkena bencana alam berupa banjir dan tanah longsor, Jumat (7/2/2020).

Banjir dan tanah longsor di wilayah Pacet terjadi akibat hujan deras yang mengguyur wilayah tersebut pada Jumat siang.

Berdasarkan pendataan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Mojokerto, ada 6 wilayah yang terkena banjir dan tanah longsor. Bencana alam tersebut terjadi sekitar pukul 15.00 WIB.

Baca juga: Pembaca Kompas.com Bantu Pengungsi Banjir dan Longsor di Sukajaya Bogor

Banjir di wilayah Pacet, diantaranya terjadi jalan raya menuju Desa Padusan dan depan Wisata Ubalan Water Park Desa Pacet, Kecamatan Pacet. Banjir di dua lokasi ini akibat luapan air sungai.

Banjir juga melanda Pondok Pesantren Amanatul Ummah di Desa Kembangbelor, Kecamatan Pacet. Penyebabnya, sungai yang tidak mampu menampung air saat turun hujan deras.

Baca juga: Kisah Keluarga Aci, Bertahan Hidup Setelah Rumah Diterpa Banjir dan Longsor



25th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Heboh KPM di Pandeglang Dapat Beras Menggumpal, PT Pos Indonesia dan Bulog Langsung Menggantinya

Heboh KPM di Pandeglang Dapat Beras Menggumpal, PT Pos Indonesia dan Bulog Langsung Menggantinya

Regional
Kebiasaan Baru Ganjar, Bagikan Beras dan Sembako Saat Kunjungan ke Luar Kota

Kebiasaan Baru Ganjar, Bagikan Beras dan Sembako Saat Kunjungan ke Luar Kota

Regional
Sejumlah Warga Tak Mau Terima BST Dobel, Begini Respons Ganjar Pranowo

Sejumlah Warga Tak Mau Terima BST Dobel, Begini Respons Ganjar Pranowo

Regional
Bantu Pemkab Bogor Kejar Target, Telaga Kahuripan Fasilitasi Vaksin untuk Warga

Bantu Pemkab Bogor Kejar Target, Telaga Kahuripan Fasilitasi Vaksin untuk Warga

Regional
11 Tahun Menanti, Wonogiri Akhirnya Kantongi Predikat KLA Tingkat Pratama

11 Tahun Menanti, Wonogiri Akhirnya Kantongi Predikat KLA Tingkat Pratama

Regional
Meski PPKM Level 4 Diperpanjang, Pemkot Semarang Tak Lagi Lakukan Penyekatan

Meski PPKM Level 4 Diperpanjang, Pemkot Semarang Tak Lagi Lakukan Penyekatan

Regional
Isoman Rawan Tularkan Virus, Pemkab Wonogiri Terapkan Tempat Isolasi Terpadu

Isoman Rawan Tularkan Virus, Pemkab Wonogiri Terapkan Tempat Isolasi Terpadu

Regional
Apresiasi Aksi Peduli Covid-19 Mahasiswa di Semarang, Ganjar: Bisa Jadi Contoh untuk Daerah Lain

Apresiasi Aksi Peduli Covid-19 Mahasiswa di Semarang, Ganjar: Bisa Jadi Contoh untuk Daerah Lain

Regional
Jamin Biaya Pemakaman Pasien Covid-19, Pemkab Wonogiri Anggarkan Rp 2 Juta Per Pemulasaraan

Jamin Biaya Pemakaman Pasien Covid-19, Pemkab Wonogiri Anggarkan Rp 2 Juta Per Pemulasaraan

Regional
Keterlibatan Pemerintah Bikin BOR di Wonogiri Turun Drastis Selama PPKM

Keterlibatan Pemerintah Bikin BOR di Wonogiri Turun Drastis Selama PPKM

Regional
Bupati Wonogiri Fokus Percepat Vaksinasi di Tingkat Kecamatan

Bupati Wonogiri Fokus Percepat Vaksinasi di Tingkat Kecamatan

Regional
Kendalikan Laju Pertumbuhan Penduduk, Wali Kota Madiun Terima Penghargaan MKK 2021

Kendalikan Laju Pertumbuhan Penduduk, Wali Kota Madiun Terima Penghargaan MKK 2021

Regional
Sapa Warga Subang dan Purwakarta, Ridwan Kamil Bagikan Sembako dan Tinjau Vaksinasi

Sapa Warga Subang dan Purwakarta, Ridwan Kamil Bagikan Sembako dan Tinjau Vaksinasi

Regional
Mahasiswa Bantu Penanganan Covid-19, Ganjar Pranowo Berikan Apresiasi

Mahasiswa Bantu Penanganan Covid-19, Ganjar Pranowo Berikan Apresiasi

Regional
Wujudkan Ketahanan Pangan, Inovasi 'Getar Dilan' Luwu Utara Masuk Top 45 KIPP

Wujudkan Ketahanan Pangan, Inovasi "Getar Dilan" Luwu Utara Masuk Top 45 KIPP

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X