Bos Toko Bangunan di Denpasar Dibunuh Teman Anaknya

Kompas.com - 07/02/2020, 16:02 WIB
Pelaku pembunuhan Senawati Candra saat di Mapolres Denpasar, Jumat (7/2/2020). KOMPAS.com/IMAM ROSIDINPelaku pembunuhan Senawati Candra saat di Mapolres Denpasar, Jumat (7/2/2020).

DENPASAR, KOMPAS.com -Polrestabes Denpasar menangkap Sakim Fadillah, pelaku pembunuhan Senawati Chandra (55), pemilik toko bangunan di Jalan Ahmad Yani Utara, Gang Merpati, Denpasar.

 

Sakim merupakan teman dari anak korban yang bernama Andi. 

Wakil Kepala Polresta Denpasar AKBP I Wayan Jiartana mengatakan pria asal Malang itu ditangkap tiga jam setelah kejadian.

Meski sempat mengelak, Sakim mengakui perbuatannya. Pelaku mengaku sakit hati karena sering dimarahi dan diejek korban.

"Yang bersangkutan mengaku bernama Sakim akhirnya mengakui telah melakukan pemukulan terhadap korban hingga meninggal," kata Jiartana di Mapolresta Denpasar, Jumat (7/2/2020).

Baca juga: Wanita Pemilik Toko Bangunan Diduga Dibunuh di Denpasar

Jiartana menjelaskan kronologis peristiwa pembunuhan itu. 

Awalnya, pelaku bertamu ke rumah korban untuk mengajak Andi mengikuti kontes ayam hias. Pelaku dan anak korban memang memiliki hobi yang sama.

Usai mengikuti kontes, mereka kembali ke rumah. Andi keluar meninggalkan Sakim di rumah untuk membeli rokok.

Saat itu, Senawati sedang berada di teras rumah sendirian.

Kalut, Sakim memukul kepala korban dengan batu.

"Jadi Senawati dibunuh saat anaknya ke luar rumah. Saat itu korban sedang sendiri di teras rumah," kata Jiartana.

Setelah itu, pelaku mencuci batu yang digunakan memukul korban. Batu itu dilemparkan ke halaman rumah.

Pelaku pun menunggu Andi di gerbang rumah.

"Ketika anak korban datang dari beli rokok. Pelaku minta diantar pulang untuk shalat sehingga tak masuk ke rumah," katanya.

Saat dalam perjalanan mengantar Sakim, Andi mendapatkan telepon dari adiknya.

Andi dan pelaku pun kembali ke tempat kejadian perkara. Saat mereka tiba, polisi telah berada di lokasi dan memeriksa sejumlah saksi.

Baca juga: Delis, Siswi SMP yang Tewas di Drainase Sekolah, Dikenal Rajin Mengaji dan Shalawatan

Sakim sempat mengelak saat ditanya polisi. Tapi, ia akhirnya mengakui perbuatannya.

Atas perbuatannya, Sakim dijerat Pasal 338 KUHP dengan ancaman pidana penjara paling lama 15 tahun.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Rehabilitasi Anak-anak Tuli di Purbalingga, Dompet Dhuafa Salurkan Bantuan ABD

Rehabilitasi Anak-anak Tuli di Purbalingga, Dompet Dhuafa Salurkan Bantuan ABD

Regional
Pedagang Pasar di Surakarta Antusias Divaksin, Ganjar OptimistisPercepat Vaksinasi Pedagang Pasar

Pedagang Pasar di Surakarta Antusias Divaksin, Ganjar OptimistisPercepat Vaksinasi Pedagang Pasar

Regional
Kronologi Pria Mabuk Tembak Dada Bocah 8 Tahun yang Sedang Main, Bermula Omongannya Diacuhkan

Kronologi Pria Mabuk Tembak Dada Bocah 8 Tahun yang Sedang Main, Bermula Omongannya Diacuhkan

Regional
Bocah 8 Tahun Diterkam Buaya di Depan Sang Ayah, Jasad Ditemukan Utuh di Dalam Perut Buaya

Bocah 8 Tahun Diterkam Buaya di Depan Sang Ayah, Jasad Ditemukan Utuh di Dalam Perut Buaya

Regional
Wali Kota Tegal Abaikan Saran Gubernur untuk Cabut Laporan, Ganjar: Padahal, Saya Ajak Bicara Sudah 'Siap, Pak'

Wali Kota Tegal Abaikan Saran Gubernur untuk Cabut Laporan, Ganjar: Padahal, Saya Ajak Bicara Sudah "Siap, Pak"

Regional
Ibu yang Dilaporkan Anak ke Polisi: Saya Ketakutan, Saya Mengandung Dia 9 Bulan Tak Pernah Minta Balasan

Ibu yang Dilaporkan Anak ke Polisi: Saya Ketakutan, Saya Mengandung Dia 9 Bulan Tak Pernah Minta Balasan

Regional
[POPULER NUSANTARA] Kajari Gadungan Menginap 2 Bulan di Hotel Tanpa Bayar | Pelajar SMP Daftar Nikah di KUA

[POPULER NUSANTARA] Kajari Gadungan Menginap 2 Bulan di Hotel Tanpa Bayar | Pelajar SMP Daftar Nikah di KUA

Regional
Nama Ahli Waris Diubah, Anak Laporkan Ibu Kandung ke Polisi, Ini Ceritanya

Nama Ahli Waris Diubah, Anak Laporkan Ibu Kandung ke Polisi, Ini Ceritanya

Regional
Sandera Anak dan Rampok Uang Rp 70 Juta, Pria Ini Ditangkap 2 Jam Setelah Bebas dari Penjara

Sandera Anak dan Rampok Uang Rp 70 Juta, Pria Ini Ditangkap 2 Jam Setelah Bebas dari Penjara

Regional
Nur, Mantan Pegawai BCA, Ceritakan Awal Mula Salah Transfer Uang Rp 51 Juta hingga Ardi Dipenjara

Nur, Mantan Pegawai BCA, Ceritakan Awal Mula Salah Transfer Uang Rp 51 Juta hingga Ardi Dipenjara

Regional
Kampung Mati di Ponorogo, Berawal dari Pembangunan Pesantren Tahun 1850 hingga Warga Pindah karena Sepi

Kampung Mati di Ponorogo, Berawal dari Pembangunan Pesantren Tahun 1850 hingga Warga Pindah karena Sepi

Regional
Wali Kota Semarang Minta Jembatan Besi Sampangan Segera Difungsikan

Wali Kota Semarang Minta Jembatan Besi Sampangan Segera Difungsikan

Regional
Polsek Pekalongan Selatan, Sering Dikira Kafe karena Ada Minibar dan Penuh Lampu Hias

Polsek Pekalongan Selatan, Sering Dikira Kafe karena Ada Minibar dan Penuh Lampu Hias

Regional
Update Covid-19 di Aceh, Sumut, Sumbar, Riau, Kepri, Jambi, dan Bengkulu 4 Maret 2021

Update Covid-19 di Aceh, Sumut, Sumbar, Riau, Kepri, Jambi, dan Bengkulu 4 Maret 2021

Regional
Mengaku Diculik, Nabhani Kabur karena Masalah Kantor, Keluarga Sempat Lapor Polisi, Ini Kronologinya

Mengaku Diculik, Nabhani Kabur karena Masalah Kantor, Keluarga Sempat Lapor Polisi, Ini Kronologinya

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X